Korban Pungli Oknum BPN Resmi Lapor Polisi

Rabu, 09 November 2016  19:37

Korban Pungli Oknum BPN Resmi Lapor Polisi

Korban punguta liar oleh oknum BPN Batu resmi melaporkan ke Polres Batu .

BATU(BM)-Korban Pungutan Liar (Pungli)  pengurusan sertifikat yang dilakukan oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu bernama Totok, resmi lapor ke polisi, Rabu (9/11). Ada 30 korban dan baru empat orang yang melapor ke Polres Kota Batu. 
 
Mereka saat lapor polisi didampingi Direktur Good Goverment Activator Aliance (GGAA) Sudarno.  Menurut Sudarno, keempat korban pelapor tersebut  diantaranya Sutikno Desa Beji Kecamatan Batu. 
 
Dia mengaku telah dipungut biaya oleh  pelaku sebesar Rp 4,900 juta. Lalu Sadjuni Desa Kelurahan Songgokerto sebesar Rp 5,900 juta. Sedangkan Endah warga Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji sebesar Rp 27 juta. Sementara Adidah juga dipungut biaya sebesar Rp 40 juta.
 
 "Sementara ini hanya empat korban saja sudah resmi lapor. Diharapkan korban lainnya juga ikut lapor ke polisi,"kata dia.  Sudarno berharap pihak Polres  serius dalam menangani kasus tersebut. Sebab, dia yakin dalam  waktu dekat ini bakal bermunculan para korban yang lain untuk melapor. 
 
"Sementara ini kami masih mengumpulkan bukti bukti dari para korban. Sehingga  pada saat laporan nantinya telah didukung dengan alat bukti permulaan yang cukup," kata dia. Pihaknya akan terus melakukan investigasi kepada warga yang merasa menjadi korban pungli  oknum BPN. Sehingga masalah ini menjadi terang benerang. 
 
"Kami menduga oknum tersebut tdak hanya Totok saja. Kemungkinan besar masih ada oknum yang lain di tubuh BPN," ujar Sudarno.
 
Sementara Humas Polres Batu, AKP Waluyo mendampingi Kapolres Batu KBP Leonardus Simarmata membenarkan terkait adanya laporan tersebut. "Ada beberapa orang yang datang ke Polres melaporkan terkait dugaan itu," katanya. Sementara ini masih mendalami untuk melakukan penyelidikan serta mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan.Lantas, dari hasil pengumpulan bukti dan keterangan tersebut, kata dia, nantinya bakal dilakukan gelar parkara. "Kalau memang cukup bukti masuk ke tindak pidana maka akan ditingkatkan ke penyidikan," tegas Waluyo.(lil/gus/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>