Setiap Bulan, Pemkot Batu Jatah Warga Tak Mampu 10 Kg Beras

Rabu, 21 Maret 2018  22:25

Setiap Bulan, Pemkot Batu Jatah Warga Tak Mampu 10 Kg Beras
BATU (BM) - Wajah sumringah datang dari masyarakat kurang mampu sejumlah 2.812 Kartu Keluarga (KK) di Kota Batu. Sebab. mereka menerima bantuan sosial pangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Ketahan Pangan yang setiap bulannya sebanyak 10 kilogram beras.
 
Seperti halnya pembagian beras di Balai Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Selasa (20/3). Di sana, ada 162 KK yang menerima bantuan sosial pangan yakni beras yang diberikan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.
 
Masing-masing dari mereka menerima 10 kilogram beras dengan cuma-cuma alias tidak membayar. Bantuan tersebut diberikan sebagai komitmen Pemkot Batu untuk peningkatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu. "Bisa dikatakan, di Jawa Timur pemkot yang memberikan bantuan beras setiap bulannya hanya ada di Kota Batu," ungkap Punjul usai menyerahkan bantuan.
 
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkot Batu memberikan bantuan berupa beras itu hanya 5 kilogram. Namun, saat ini bertambah menjadi 10 kilogram. Sekaligus sebagai pengganti bantuan raskin yang diberikan Pemerintah Pusat. "Ini sebagai gantinya Raskin juga. Kalau raskin per kilogramnya harus bayar Rp 1.600 yang bantuan sekarang telah dihentikan," imbuhnya.
 
Menurutnya, bantuan ini sebagai upaya menjamin akses dan kecukupan pangan bagi warga kurang mampu. Termasuk mengurangi beban pengeluaran keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. "Kalau setiap bulannya dulu harus mengeluarkan biaya buat beli beras, sekarang tidak perlu lagi. Dengan demikian akan membantu meringankan perekonomian keluarga," ujar politis PDIP ini.
 
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Wiwik Nuryati mengungkapkan, anggaran beras terhitung sejak bulan Februari hingga Desember mendatang yakni Rp 3,5 miliar. Bantuan sosial pangan ini jika dibandingkan tahun 2017 mengalami penurunan. Tahun 2017 ada 3.100 KK yang menerima bantuan, sedangkan tahun 2018 ada 2.812 KK. Dengan demikian mengalami penurunan 188 KK. "Pengurangan itu disebabkan beberapa faktor seperti meninggal dunia atau keluarga yang dulu tidak mampu sekarang jadi mampu," ujar Wiwik. (adv/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>