Kekeringan di Bojonegoro, Permintaan Air Bersih Terus Bertam

Senin, 18 September 2017  21:54

Kekeringan di Bojonegoro, Permintaan Air Bersih Terus Bertam
BOJONEGORO (BM) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menyatakan warga yang mengajukan permintaan air bersih karena daerahnya mengalami kekeringan terus bertambah, namun kekeringan di daerahnya belum meluas. 

"Kekeringan belum meluas, sebab di sejumlah kecamatan  turun hujan," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, di Bojonegoro, Senin (18/9).

Ia menyebutkan, sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Kapas, juga Dander, sehari lalu turun hujan cukup deras, sehingga mempengaruhi sumber sumur warga di wilayah setempat. "Kemungkinan kekeringan tidak berlangsung lama, sebab sudah ada hujan," ucapnya. 

Namun, sesuai laporan yang diterima ada seorang warga di Desa Megale, Kecamatan Kedungan, yang melapor melalui pesan singkat telepon selular langsung kepada Bupati Bojonegoro Suyoto. Di dalam laporannya itu disebutkan warga Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, warga mulai kesulitan air bersih. "Semua laporan kami catat. Untuk pembagiannya kami laksanakan secara bergilir agar merata," ucapnya menegaskan.

Sebelumnya, sesuai pendataan BPBD menyebutkan warga yang sudah mengajukan permintaan air bersih sebanyak 2.593 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 10.082 jiwa di 10 desa di Kecamatan Ngraho, Kepohbaru, Tambakrejo, Sukosewu, Purwosari, Sugihwaras dan Sumberrejo. "Hari ini kami mendistribusikan air bersih (6.000 liter) kepada warga di Desa Ngraho, Kecamatan Sugihwaras," ucapnya menambahkan.  

Sebelum itu, BPBD telah mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Pejok, Kepohbaru dan Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo. "Kami mengimbau pihak swasta yang ikut membantu air bersih berkoordinasi agar ada pemertaan dalam pensitribusian air bersih," ucapnya.

Perwakilan Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bojonegoro Gholib M. K., menjelaskan ACT berkoordinasi dengan BPBD untuk mencari lokasi pensitribusian air bersih bagi warga yang daerahnya mengalami kekeringan. "Pendistribusian air bersih kami koordinasikan dengan BPBD agar tidak bersamaan dalam mendistribusikan air bersih," ucapnya menambahkan

Sementara itu, Koordinator tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono menyatakan, semua desa terdampak kekeringan di daerahnya pada kemarau kali ini telah disuplai air bersih oleh Pemkab Pamekasan.
"Semua desa yang mengalami kekeringan sudah disuplai bantuan air bersih dan kegiatan ini berkat kerja sama dengan lintas institusi," katanya, Senin (18/9).

Ia menjelaskan, distribusi bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan dilakukan setiap hari, dengan melibatkan sejumlah petugas dari instansi lain, seperti TNI dan Polri. Budi menjelaskan, jumlah desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih pada kemarau kali ini sebanyak 80 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Ke-80 desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan memasak. "Data desa yang mengalami kekeringan ini, berdasarkan hasil pendataan tim dan laporan para kepala desa," katanya, menjelaskan. (nt/det/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>