Pemkab Ancang-ancang Keluarkan Perbup Sumur Minyak

Kamis, 27 April 2017  19:42

Pemkab Ancang-ancang Keluarkan Perbup Sumur Minyak

Salah satu sumur tua di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro, yang nantinya bakal diatur dengan perbup.

BOJONEGORO (BM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana mengeluarkan peraturan bupati (perbup) yang melindungi para penambang sumur minyak tua di sejumlah desa, Kecamatan Kedewan, dari ‘trader’ atau pihak ketiga dalam pembayaran imbalan jasa pengambilan minyak mentah.
 
Penegasan itu dikemukakan Asisten Bidang Perekonomian Sekretaris Daerah (Setda) Bojonegoro, Setyo Yuliono, Kamis (27/4). Menurut dia, penyusunan rancangan perbup yang berisi perlindungan kepada para penambang itu, nantinya dilakukan bersama Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah.
 
Pada prinsipnya, kata dia, perbup itu akan mengatur perihal pembayaran imbalan jasa pengambilan minyak mentah dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu langsung kepada para penambang tanpa melalui perantara. "Perbup ini juga melegalkan kelompok penambang yang selama ini dianggap ilegal," katanya.
 
Dengan demikian, lanjut dia, setelah perbup terbit, tidak ada lagi pembayaran imbalan jasa pengambilan minyak mentah dari sumur tua melalui ‘trader’, tetapi langsung melalui rekening penambang.
 
Direktur PT BBS, Tonny Ade Irawan, menyambut baik gagasan penerbitan perbup terkait pola pembayaran pengambilan minyak mentah produksi sumur minyak tua di sejumlah desa, Kecamatan Kedewan. 
 
"BBS memperoleh fee tetapi juga memiliki kewajiban dalam pengelolaan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan penambang," ujarnya.
 
Selain itu, lanjut dia, BBS bertugas melakukan pengawasan pengiriman produksi minyak mentah ke Pertamina EP Cepu Asset 4 Field Cepu sekaligus mengelola lingkungan untuk menghindari pencemaran. 
 
Tugas lainnya, termasuk mengawasi ketaatan pengiriman minyak kepada Pertamina EP Asset 4 Cepu sesuai dengan spesifikasi minyak yang dipersyaratkan. 
 
"Sesuai dengan rencana, semua penambang masuk program BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Sesuai dengan data di BBS, di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan ada sekitar 500 titik sumur minyak, baik sumur minyak tua maupun sumur minyak hasil pengeboran baru.
 
Sebelumnya, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperiyanto manargetkan, penambang bisa mengirimkan produksi minyak mentah dari lapangan sumur minyak tua rata-rata 700 barel per hari. "Produksi minyak mentah yang bisa disetorkan rata-rata 700 barel hari sudah bagus," ujarnya. (nt/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>