PEPC Belum Minati TK Bersertifikasi

Selasa, 10 Oktober 2017  23:03

PEPC Belum Minati TK Bersertifikasi

Sejumlah pekerja di proyek pengembangan lapangan gas JTB di Bojonegoro

Bojonegoro(BM) - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, hingga saat ini belum memperoleh pengajuan permintaan tenaga kerja (TK) terampil dari Pertamina EP Cepu (PEPC) yang akan dipekerjakan dalam proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (TBR).

"Sampai saat ini PEPC belum mengajukan permintaan tenaga kerja 'skill' untuk dipekerjakan di proyek pengembangan gas JTB," kata Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga kerja Disperinaker Bojonegoro Joko Santoso, di Bojonegoro, Selasa. Padahal, di daerahnya memiliki sekitar 1.500 tenaga berserfitikasi berbagai bidang mulai las, perpipaan, listrik, operator "crane" dan lainnya yang siap dipekerjakan.
Tenaga kerja yang sudah bersertifikasi, baik tenaga kerja dari proyek minyak Blok Cepu maupun tenaga kerja baru yang ikut pelatihan sertifikasi pada 2016."Sebagian memang ada yang sudah bekerja di perusahaan, tetapi ada juga yang masih belum bekerja, karena masih menunggu proyek pengembangan lapangan gas JTB," ujarnya.
Menurutnya, kalau memang PEPC mengajukan permintaan tenaga kerja bersertifikasi, maka tenaga kerja di daerahnya yang sudah terdata akan langsung dihubungi."Harapan kami PEPC tidak mengambil tenaga kerja dari luar untuk tenaga kerja berserfitikasi apalagi tenaga kerja biasa," ujarnya.
Dikatakan Disperinaker mengajukan permohonan pendidikan tenaga kerja bersertifikasi antara lain, las, perpipaan, operator, listrik juga lainnya kepada PEPC  pada awal Oktober lalu.
Pengajuan pendidikan tenaga kerja bersertifikasi itu, diusulkan memanfaatkan anggaran "corporate social responsibility (CSR)."Tujuannya untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal bersertifikasi di proyek pengembangan gas JTB, yang paling tidak 100 tenaga kerja," ucapnya,
Pihakna tidak ingin kejadian tenaga kerja luar daerah yang masuk tanpa pemberitahuan di proyek PEPC asal Brebes, Jawa Tengah, yang mengalami kecelakaan kerja terulang lagi. Tenaga kerja asal luar daerah itu mengalami kecelakaan kerja terlindas "backhoe" di proyek pengembangan gas PEPC.

Menteri ESDM Ignasius Jonan di Bojonegoro, beberapa waktu lalu menyatakan pemerintah optimistis lapangan gas unitisasi JTB yang pengembangannya dengan biaya 1,547 miliar dolar Amerika Serikat bisa selesai sekitar 3,5 tahun sehingga sudah berproduksi pada 2012. Selama masa proyek berjalan membutuhkan sekitar 6.000 tenaga kerja."Saya kira pekerjaan  proyek pengembangan lapangan gas JTB bisa selesai 3,5 tahun, sehingga sudah berproduksi pada 2021," ujarnya.(bor/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>