Kasus Pembunuhan di Jombang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Sabtu, 03 September 2017  18:15

Kasus Pembunuhan di Jombang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Polisi mengerahkan anjing pelacak

JOMBANG (BM - Sri Handayani, yang merupakan isteri Aiptu Sunaryo, anggota Unit Sabhara Polsek Bareng, ditemukan suaminya dalam kondisi tewas bersimbah darah di dalam ruko miliknya, Jalan Ampera No 1, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang, Selasa (29/8) tengah malam.

Wanita yang mengelola bisnis toko kebutuhan pokok itu tewas dengan luka tusuk di perut, luka robek di mulut dan gigi tanggal satu, serta luka pukulan di kepala belakang. Polisi menduga pembunuhan ini bermotif dendam lantaran korban dihabisi dengan cara sadis. Uang milik korban senilai Rp 310 juta yang sebelumnya hilang, ditemukan di sawah dan rumah kosong dekat rumah korban.

Salah seorang terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap Sri Handayani (52), adalah MS (29), warga Desa Ngampungan, Bareng, Jombang. Sehari-hari pria ini bekerja di toko sembako milik korban.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengatakan, tuduhan terhadap MS diperkuat dengan sejumlah alat bukti. "Keterangan saksi jelas, setelah kejadian yang bersangkutan membawa barang hasil kejahatan ditinggalkan sekitar 150 meter dari TKP, ada uang, pakaian tersangka, sarung tangan tersangka, sepeda korban, itu sesuai dengan keterangan saksi dengan alat buki," kata AKBP Agung saat memantau proses pencarian di Wonosalam, Jombang, Minggu (3/9/2017).

Untuk memperkuat alat bukti, lanjut Agung, puntung rokok yang ditemukan di TKP juga diuji DNA. "Kami menunggu tes DNA labfor (Polda Jatim) antara puntung rokok pelaku dengan DNA keluarga pelaku. Kalau sudah cocok maka kami punya tiga alat bukti," ujarnya.

Agung menambahkan, saat ini proses pencarian terhadap MS terus dilakukan lantaran terduga pelaku kabur dari rumahnya. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan pria ini agar melapor ke polisi.

"Dia (MS) membantu di toko korban. Masyarakat agar hati-hati karena dia mengalami depresi masa lalunya," tandasnya.

Sementara Polres Jombang juga menyebar luaskan foto MS melalui media sosial facebook dan instagram. Seperti melalui akun @polresjombang memajang foto terduga pelaku sejak kemarin malam. Sedangkan akun facebook Satreskrim Jombang menyebar foto sekaligus data diri terduga pelaku.

"Iya benar itu akun resmi kami, selain itu akun polsek-polsek jajaran juga menyebarkan," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat.

Penyebaran foto terduga pelaku pembunuhan istri anggota Polsek Bareng ini, lanjut Norman, atas instruksi Bid Humas Polda Jatim. "Agar masyarakat juga bisa membantu memberikan informasi kepada kami," ujarnya.

 

Buru Terduga

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengatakan, sebanyak 75 personel bersenjata lengkap diterjunkan untuk memburu terduga pelaku yang diketahui bernama MS (29), warga Desa Ngampungan, Bareng, Jombang. Puluhan personel itu dari Sat Reskrim dan Sat Sabhara Polres Jombang, Polsek Bareng serta Subdit Jatanras Polda Jatim.

"Kami juga dibantu Unit K9 Polda Jatim dan Polres Jombang. Penyisiran kami lakuan di tempat-tempat yang dicurigai menjadi persembunyian pelaku," kata Agung saat memantau proses pencarian terduga pelaku di Wonosalam, Jombang, Minggu (3/9/2017).

Agung memperkirakan, MS bersembunyi di kawasan hutan di Kecamatan Bareng dan Wonosalam. Kedua wilayah ini berada di lereng Pegunungan Anjasmoro. Menurut dia, terduga pelaku sempat muncul ke permukiman penduduk meminta bantuan makanan dan pakaian ke warga.

"Yang menjadi tantangan kami, tersangka tahu medan. Awalnya pengembangan kami dia di wilayah hutan Bareng, namun dia berani muncul di jalan arteri," ujarnya.

Untuk memudahkan proses pencarian, lanjut Agung, foto MS telah disebar ke seluruh anggotanya. Bahkan foto terduga pelaku ini disebar di media sosial melalui akun instagram Polres Jombang.

Seperti melalui akun @polresjombang memajang foto terduga pelaku sejak Sabtu (2/9) malam. Sedangkan akun facebook Satreskrim Jombang menyebar foto sekaligus data diri terduga pelaku.

Penyebaran foto terduga pelaku pembunuhan istri anggota Polsek Bareng ini atas instruksi Bid Humas Polda Jatim. "Agar masyarakat juga bisa membantu memberikan informasi kepada kami," ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar melapor ke polisi jika melihat MS. Pasalnya, pria ini mengalami depresi yang berpotensi melakukan kekerasan. Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh keluarga MS agar mau bekerjasama.

"Kami sudah komunikasi dengan istri, orang tua dan mertuanya, bagi anggota keluarga yang mengetahui pelaku supaya melapor ke kami. Kami juga mengimbau pelaku segera menyerahkan diri. Karena ciri-ciri sudah kami sebar ke semua anggota. Kalau tidak kami lakukan langkah yang jelas," tandasnya.

MS diduga menghabisi nyawa Sri Handayani, istri Aiptu Sunaryo anggota Unit Sabhara Polsek Bareng. Suami korban yang bertugas di pos penjagaan Polsek Bareng purna tugas 1 September 2017. Sementara sehari-hari MS bekerja di toko sembako korban. Diduga pelaku tak sendirian saat melakukan aksinya.

Sri ditemukan suaminya dalam kondisi tewas bersimbah darah di ruko miliknya, Jalan Ampera No 1, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang, Selasa (29/8) tengah malam. Ibu tiga anak yang sehari-hari mengelola bisnis toko kebutuhan pokok itu menderita luka tusuk di perut, luka sobek di mulut dan gigi tanggal satu, serta luka pukulan dengan ujung setrika di kepala belakang. Kedua kaki dan leher korban diikat dengan kabel.

Polisi menduga pembunuhan ini bermotif dendam lantaran korban dihabisi dengan cara sadis. Uang milik korban senilai Rp 310 juta yang sebelumnya hilang, ditemukan terpisah di sawah, tong sampah dan rumah kosong dekat rumah korban. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>