Pemkab Keluhkan Minimnya Tenaga Tanam

Sabtu, 30 Desember 2017  22:25

Pemkab Keluhkan Minimnya Tenaga Tanam

Ilustrasi

LUMAJANG (BM) - Kepala Dinas Pertanian, Ir Paiman menyesalkan akan minimnya tenaga tanam di Desa Purwosono dikarenakan lebih tertarik di sektor lain.

”Pemerintah memberikan bantuan transplanter alat tanam padi dan harus dimanfaatkan secara optimal dan maksimal agar petani tidak kesulitan dalam menanam padi,” ujarnya.

Berkaitan dengan tanam kedelai di galengan, Kementerian Pertanian sangat percaya, respect sekaligus memberikan apresiasi, kepada para petani Lumajang dengan inovasi tanam kedelai di galeng yang hanya ada di Kabupaten Lumajang.

”Program tanam kedelai untuk peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan,”ungkapnya.
Dikatakan, dengan adanya jajaran TNI-AD dan jajaran Kepolisian di sawah, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat atau pun petani namun untuk mensupport dan mendukung para petani agar bisa menjaga semangat dan kekompakan.”kami ingin petani tetap semangat,” dalihnya.

Petani diharapkan semua sudah memiliki kartu tani, karena akan ada banyak manfaat dari kartu tani tersebut.”Mulai dari penyebaran distribusi pupuk, asuransi pertanian dan manfaat lainnya,” harapnya.

Jika ada yang belum mempunyai diharapkan segera mendaftar karena untuk memiliki kartu tani tidak dipungut biaya. “Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang akan selalu melayani, memfasilitasi dan mengawal para petani agar para petani bisa lebih bersemangat dan maju lagi sesuai amanah dari Bapak Bupati agar Lumajang tetap menjadi Lumbung Pangan secara Nasional,” terangnya.

Sedangkan Camat Sumbersuko, Indriono Krisnamukti, mengungkapkan bahwa Aparat Kecamatan Sumbersuko semakin termotivasi untuk memberikan dukungan kepada para petani di wilayahnya.

“Kami pun sering berkeliling ke desa-desa tidak semua desa melakukan tanam serempak dan kami akan mensosialisasikan tentang kelebihan tanam serempak di desa-desa yang lain dikarenakan tanam serempak ini hasil akhirnya guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkpanya.

Dia prihatin akan banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi perumahan atau yang lainnya. Maka dari itu, pihaknya terus mensosialisasikan dan memberitahukan akan adanya lahan yang tidak diperbolehkan beralih fungsi selain untuk pertanian. “Kita harus terus menjaga lahan pertanian tersebut, karena Lumajang dikenal sebagai penyangga lumbung pangan di tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkasnya. (pri/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>