Tahun Depan, Jalur Pendakian Semeru Ditutup

Senin, 18 Desember 2017  21:56

Tahun Depan, Jalur Pendakian Semeru Ditutup

Ilustrasi

LUMAJANG (BM) - Jalur pendakian Gunung Semeru, Lumajang, akan ditutup total mulai 1 Januari 2018 mendatang. Surat penutupan dikeluarkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), selaku pengelola. Tujuan penutupan itu untuk memulihkan ekosistem di jalur pendakian dan faktor cuaca.
 
Kasubbag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, batas waktu penutupan tak ditentukan. Kondisi cuaca yang semakin memburuk menjadi dasar pertimbangan untuk menutup jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. "Sampai kapan belum ditentukan, cuaca yang buruk rawan longsor dan pohon tumbang menjadi pertimbangannya," ujar Sarif, Senin (18/12).
 
Dia mengatakan, penutupan juga bertujuan memulihkan ekosistem di kawasan jalur pendakian. Dan tentunya sebagai upaya memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. "Penutupan ini juga sekaligus untuk memulihkan ekosistem di sepanjang jalur pendakian," sebutnya.
 
Kepala Resort Ranupane Agung Siswoyo menambahkan, pembatasan jumlah pendaki selama ini sudah dilakukan. Setiap hari, kuota yang disediakan hanya untuk 600 orang. "Ada kuota atau batasan jumlah pendaki setiap harinya. Ini untuk memudahkan monitoring dan keselamatan pendaki," bebernya terpisah.
 
Untuk 21 Desember 2017 hingga pergantian tahun nanti, kuota pendaki di Gunung Semeru telah terisi. Pendaftaran online yang dibuka, memudahkan para pendaki untuk mendaftarkan diri. "Kuota mulai 21 Desember sampai akhir tahun sudah penuh, setiap hari 600 orang," urainya.
 
 
Pendakian Gunung Semeru hanya diperbolehkan hingga Pos Kalimati. Namun, faktanya para pendaki justru nekat menerobos batas pendakian menuju puncak. (det/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>