Pengangguran di Trenggalek Bertambah Tiga Ribu Orang

Kamis, 04 Januari 2018  22:44

Pengangguran di Trenggalek Bertambah Tiga Ribu Orang
TREMGGALEK (BM) - Angka pengangguran di Kabupaten trenggalek setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan lulusan SMA sederajat maupun perguruan tinggi yang tak semuanya terserap dalam lapanga kerja.

Kasi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek, Deni Irawan mengatakan, kurangnya kreatifan untuk membuka lapangan pekerjaan dan kebutuhan teenaga kerja yang terbatas, membuat pengangguran terus bertambah setiap kali ada kelulusan.

Lebih lanjut dijelaskan, hal itu setidaknya terlihat secara makro tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Trenggalek dari 2015 silam sebanyak 9.960 orang, menjadi 13.650 orang, atau bertambah 3.690 orang. ”Untuk tahun 2016 kami tidak melakukan survey, karena ada kebijakan dari kantor pusat tentang hal itu, berdasarkan data itu TPT disini berada dibesaran 3,48 persen,” katanya.

Dia melanjutkan, terkait penyebabnya ada beberapa faktor yang salah satunya adalah pengurangan jumlah lapangan pekerjaan di Trenggalek. Itu terlihat, dari sektor pekerjaan di Trenggalek yang mempengaruhi pertumbuhan perekonomian secara signifikan yaitu sektor pertanian, mengalami penurunan tenaga kerja.

Dikatakan, dari tahun 2015 tercatat ada 208.720 orang sebagai petani, di 2017 turun menjadi sekitar 183.620 orang. Sedangkan untuk jumlah kebutuhan kerja yang mengalami penurunan lainnya adalah sektor, perdagangan , pangan dan jasa akomodasi. “Jika dibandingkan dari sembilan sektor, sektor itu yang mengalami penurunan, sedangkan untuk sektor lainnya mengalami peningkatan tenaga,” ungkapnya.

Untuk jumlah angkatan kerja sendiri di Trenggalek hingga November lalu, sebanyak 392.417 orang.  Dari situ tercatat sebanyak 378 orang penduduk telah bekerja, serta sebanyak 13.650 orang penduduk menganggur. Sedangkan, terkait kategori menganggur sendiri, adala penduduk  yang minimal selama dua jam berturut-turut selama seminggu tidak melakukan pekerjaan apapun.

Dimungkinkan fenomena yang terjadi tersebut menunjukan bahwa secara umum  hasil pertanian menurun. Sehingga menyebabkan tenaga kerja yang terserap untuk hal tersebut juga semakin menurun. Kendati demikian TPT di Trenggalek di 2017 sebesar 3,48 persen masih dibawa TPT Jawa Timur yang sebesar 4 persen. “Jika dibandingkan berdasarkan skala nasional, TPT di TRenggalek masih dibawahnya, sebab TPT nasional ditetapkan sebesar 5,5 persen,” jelas Deni. (ko/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>