Ratusan Warga Trenggalek Protes Kualitas Pembangunan

Rabu, 18 April 2018  23:50

Ratusan Warga Trenggalek Protes Kualitas Pembangunan
TRENGGALEK (BM) - Ratusan warga mengatasnamakan 'Masyarakat Trenggalek Peduli APBD 2017' berunjukrasa guna memprotes buruknya kualitas pembangunan ruas jalan APBD 2017.
 
Terdapat tiga titik yang didatangi massa. Mulai dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Kantor DPRD dan Kejaksaan Negeri Trenggalek. Pungujukrasa melakukan orasi dan membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan dan sejumlah foto kondisi jalan yang dikerjakan rekanan Pemkab Trenggalek pada tahun 2017.  "Uang miliaran rupiah hanya seperti ini, baru dibangun sudah brodol," kata salah seorang koordinator aksi, Budi Santoso, Rabu (18/4).
 
Menurutnya, terdapat beberapa ruas jalan yang dinilai proses pengerjaannya asal-asalan, yakni di wilayah Bendungan, Pule serta di Kecamatan Panggul. Ia juga sempat menunjuk salah satu poster yang bergambar proses pengerjaan jalan yabg dilaksanakan para kontraktor.
 
Di kantor DPRD, perwakilan massa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Trenggalek Guswanto serta sejumlah pejabat dari lingkup Pemkab Trenggalek.
 
Budi menjelaskan, pengerjaan sejumlah proyek pengaspalan hotmix jalan sebagian besar hanya dilakukan perusahaan tertentu. Pihaknya meminta agar temuan di lapangan ditindaklanjuti pemerintah daerah. "Perusahaan yang mengerjakan itu-itu saja. Dan tahun ini perusahaan ini menang lagi, kami tidak melarang perusahaan masuk Trenggalek, tapi dampaknya terhadap masyarakat," ujar Budi.
 
Dalam hearing dengan DPRD tersebut perwakilan pengunjuk rasa juga menyerahkan berbagai bukti berupa berkas foto dan video. Bahkan sempat diputarkan langsung video investigasi peoses pekerjaan yang didapatkan oleh perwakilan massa. "Lihat saja, ini pengaspalan dilakukan pada saat hujan deras dan sekarang kondisinya sudah brodol (rusak)," jelas Budi Santoso.
 
Sementara Wakil Ketua DPRD Trenggalek Guswanto, mengaku menerima langsung semua keluahan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat. "Kami akan menindaklanjuti ini untuk dibahas di komisi yang berwenang, semoga menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi kami agar pembangunan di Trenggalek lebih baik," kata Guswanto.
 
Menurutnya, pihaknya juga sempat mendapatkan informasi langsung dari Kepala Inspektorat Trenggalek terkait pelaksanaan APBD 2017. "Diakui oleh inspektorat memang masih ada kekurangan-kekurangan, tapi nominalnya belum bisa disampaikan oleh inpektorat karena masih dalam tahap evaluasi APBD 2017," ujar Guswanto.
 
Politisi PDIP ini menjelaskan, secara kewenangan kalangan DPRD telah melakukan pengawasan dengan meninjau langsung proyek-proyek yang dinilai bermasalah itu, bahkan pihaknya juga telah memberikan rekomendasi kepada jajaran eksekutif.  "Tapi ya tetap seperti ini dan belum ada tindaklanjut dari instansi yang berwenang," ujar Guswanto. (de/ko/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>