Masyarakat Penuhi Peringatan Puncak Harjalu ke-761

Kamis, 15 Desember 2016  19:38

Masyarakat Penuhi Peringatan Puncak Harjalu ke-761

Warga berebut hasil pertanian dalam kegiatan puncak harjalu ke-761.

LUMAJANG (BM) – Prosesi Harjalu merupakan puncak acara dari serangkaian agenda acara Harjalu. Berbagai acara sudah terlaksana, dari kesenian, budaya, olahraga, hingga religi.
 
Malamnya puncak Harjalu dimeriahkan dengan pertunjukkan seni dan budaya di 6 titik di Lumajang. Ada musik rock, dangdut, japen, keroncong, campursari, dan wayang. Selain itu, juga ada pesta kembang api. 
 
Tasyakuran Harjalu ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik. “Dengan adanya tumpeng dan gunungan ini sebagai bentuk rasa syukur Lumajang atas kekayaan alam yang didapat. Kita patut bersyukur dengan hasil yang ada di Lumajang,” kata bupati.
 
Dia berharap, dengan bertambahnya usia, Kabupaten Lumajang bisa bertambah maju dan baik lagi ke depan. "Sesuai dengan visi dan misi, untuk menciptakan masyarakat Lumajang yang sejahtera dan bermartabat,” harapnya.
 
Bupati juga melakukan Kembul Bujono atau makan bersama tanpa membedakan pangkat. Terlihat Bupati As'at Malik bersama jajaran Muspida makan tumpeng bersama dengan tamu dan masyarakat.
 
Masyarakat Lumajang juga memenuhi alun-alun dan halaman pemkab Lumajang saat Prosesi Peringatan Hari Jadi Lumajang ke-761 Parade Budaya, doa bersama dan 1.255 tumpeng untuk masyarakat. Prosesi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena untuk kali ini puncak Harjalu difokuskan di Depan Kantor Pemkab setempat, karena terkendala belum selesainya pembagunan Alun-alun  Lumajang.
 
Bupati bersama rombongan dari pendopo berangkat naik kereta hias berkuda berputar melewati Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Kyai Ilyas, Jalan Imam Sujai, Jalan Abu kemudian Jalan protokol PB.Sudirman. Selanjutnya, turun di simpang lima adipura.
 
Bupati bersama rombongan disambut seribu penari Glipang. Kemudian diiringi penari menuju Kantor Pemkab Lumajang. Ribuan warga Lumajang tumpek blek di jalan seputaran alun- alun utara itu, terlihat warga sangat antusias ingin mendapatkan tumpengan dari pejabat yang jumlahnya 1.255 tumpeng.
 
Juga ada 4 tumpeng besar berisikan hasil bumi. Warga bersama Para tamu undangan berebut buah hasil bumi Lumajang. Pejabat dan masyarakat terlihat rela berdesakan sambil tertawa berebut ragam buah yang sengaja disediakan. Ada kepala desa, pegawai negeri, guru dan masyarakat Lumajang.
 
Buah tersebut disusun dan diletakkan di sebuah wadah dengan dihias dan ditata sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Ini merupakan simbolis dari dari sukur terhadap kekayaan bumi Lumajang. Tanah Lumajang yang subur membawa keberkahan, sehingga hasil bumi melimpah dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. 
 
“Ini semacam simbolis, tanah kita yang subur dan membawa keberkahan. Hasil bumi bisa kita nikmati,” ujar Fauzan, tokoh masyarakat. (adv/pri) 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>