Optimistis Tingkatkan Kualitas Guru SMA/SMK dan PK

Rabu, 14 Desember 2016  19:39

Optimistis Tingkatkan Kualitas Guru SMA/SMK dan PK

Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman memberi sambutan sebelum acara Dialog Interaktif Pendidikan dan Tenaga Kependidikan dimulai.

SURABAYA (BM) – Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan alih kewenangan pendidikan menengah (Dikmen) dan pendidikan khusus (PK) dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi. Sejalan dengan itu, salah satu kunci yang menjadi perhatian adalah peningkatan kuantitas serta kualitas guru dan tenaga kependidikan yang ikut ditangani provinsi. Apalagi, penelitian membuktikan, bahwa kualitas pendidikan, 60% ditentukan oleh kualitas guru.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menggelar Dialog Interaktif Pendidikan dan Tenaga Kependidikan yang diikuti 55 orang perwakilan kepala sekolah SMA/SMK negeri dan swasta dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Kamis (8/12). Dialog menghadirkan Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumadi, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Warsono, dan Kabid Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (Tendik) Dindik Jatim Gatot Gunarso, sebagai narasumber.
 
Dalam sambutannya, Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman mengatakan, seiring dengan diberlakukannya UU 23/2014, pihaknya bakal meratakan akses, kualitas, kuantitas dan kompetensi guru yang bakal dikelola provinsi. Utamanya bagi guru SMA/SMK dan PK. “Kondisi yang belum merata ini akan mempengaruhi kebijakan yang akan dilakukan ke depan,” katanya.
 
Saiful menegaskan, Provinsi Jatim juga akan membentuk UPT pendidikan di daerah untuk mempermudah dan membantu berbagai persoalan terkait pendidikan SMA/SMK dan PK. “Menyongsong beralihnya Dikmen dan PK ke provinsi yang dimulai 1 Januari 2017 mendatang, segala persiapan telah kami lakukan. Kami kerahkan seluruh potensi sumber daya manusia yang ada,” jelasnya.
 
Saiful berharap, dengan beralihnya pengelolaan ini terjadi perubahan yang lebih baik. Dia menyatakan, perubahan ini baik dari segi penyelenggaraan pendidikan serta pembinaan terhadap guru-guru. 
 
“Dialog interaktif ini kami harapkan memperoleh masukan-masukan yang bersifat teoritis dan praktis terhadap peningkatan kualitas pendidik di Jatim,” ujarnya.
 
Ketua Pelaksana Dialog Interaktif Gatot Gunarso menambahkan, dalam upaya memeratakan akses pendidikan, pemerintah mencanangkan program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), penambahan sarana dan prasarana, serta memprioritaskan pendidikan vokasional. Untuk peningkatan mutu bagi guru, lanjut Gatot, dilakukan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja guru.
 
Gatot mengungkapkan, peningkatan mutu guru itu akan diimbangi dengan layanan pengembangan karir guru dengan memberikan layanan penilaian angka kredit guru. Untuk membantu dalam proses peningkatan angka kredit, Dindik Jatim menggunakan sistem yang mudah. “Pengusulan angka kredit bakal menggunakan pendaftaran via online,” ujarnya.sdp/adv
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>