Tingkatkan Kerukunan Antarumat Beragama Lewat Sarasehan

Minggu, 12 Maret 2017  19:43

Tingkatkan Kerukunan Antarumat Beragama Lewat Sarasehan

Bupati Pamekasan menandatangani pernyataan sikap kerukunan antarumat beragama.

PAMEKASAN (BM) – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupten (Pemkab) Pamekasan guna meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di daerahnya. Salah satunya, dengan menggelar sarasehan guna meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya menyangkut kerukunan antara pemeluk-pemeluk agama.
 
Sarasehan yang digelar di Pendopo Ronggo Sukowati Kabupaten Pamekasan itu, melibatkan sejumlah tokoh agama, pejabat di lingkungan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lintas agama dan masyarakat.
 
Acara yang mengambil thema ‘Menjaga dan Mewujudkan Kondusifitas Daerah’ itu, menghadirkan beberapa narasumber antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
 
Bupati Pamekasan, Drs H Ahmad Syafii, M.Si, di tengah kegiatan tersebut mengemukakan, munculnya undang-undang yang di antaranya memberikan otonomi daerah, telah menyebabkan perubahan yang cukup mendasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan-perbahan dimaksud, jelas dia, ada yang berdampak positif, tetapi cukup banyak pula dampak negatifnya.
 
Dalam pandangan Bupati Achmad Syafii, dampak positif yang bisa dirasakan antara lain, terjadinya demokratisasi yang ditandai peningkatan akses masyarakat pada pengambilan keputusan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Serta peningkatan perhatian pemerintah pusat kepada daerah, dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat.
 
Untuk dampak negatifnya, ditandai dengan meningkatknya kebebasan yang cenderung berlebihan, bahkan cenderung tidak bertanggung jawab yang dilakukan kelompok masyarakat. Menurut dia, euforia demokrasi yang hampir melampaui batas tersebut, menyebabkan situasi dan kondisi di tengah kehidupan masyarakat, nyaris memudarkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dan nilai-nilai luhur Pancasila. 
 
Dalam skala lokal tingkat daerah, bupati juga menyebutkan kondisi tersebut menyebabkan situasi daerah yang makin kritis. Ditambah munculnya ancaman dari luar, seperti terjadinya globalisasi ekonomi, budaya dan sosial, peredaran narkoba, serta banyaknya bahaya nasional yang nampaknya sulit diprediksi dan segera diatasi. 
 
Belum lagi, lanjut dia, pemerintah menghadapi tekanan dari masyarakat, berkaitan kebijakan luar negeri dan beberapa negara yang sengaja memojokkan dengan tuduhan sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terbesar, munculnya jaringan terorisme internasional. 
 
“Kondisi tersebut secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kondisi di daerah khususnya di Pamekasan,” katanya.
 
Mantan anggota DPR RI ini juga menilai, sarasehan yang dilaksanakannya itu memiliki makna penting dan strategis sebagai upaya merekonstruksi berbagai aspek persoalan di tengah masyarakat, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian, di antaranya beberapa persoalan yang menyebabkan mulai merosotnya aplikasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.
 
Sementara itu, Ketua FKUB Pamekasan, KH Abdul Muid, memandang sarasehan tokoh agama dan umaro itu menjadi salah satu upaya untuk saling merekatkan kembali dan menghapus sekat-sekat sosial kemasyarakatan, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang tidak bisa diabaikan, lanjut dia, sikap menahan diri kalangan masyarakat dan tidak mudah terprovokasi untuk hal-hal negatif, khususnya yang mengarah pada perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
“Kita harus cerdas dalam melihat berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat, dengan selalu mengedapankan kepentingan yang lebih besar dan ini merupakan kekuatan kita, yakni toleransi, kebersamaan, persatuan dan kesatuan di bumi NKRI ini,” katanya. (adv/arm) 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>