Kerja Tim Kaypang

Kamis, 06 Juli 2017  00:44

Kerja Tim Kaypang

Tri Rismaharini mengadakan halal bi halal

Ada berita kecil tetapi menarik dari kota Surabaya yang dimuat harian ini edisi Rabu (5/7) kemarin. Berita itu bertajuk “Tim Kaypang Tangani PMKS” terpampang di halaman 3 koran ini,

Dalam berita disebutkan, Tim Khusus Kaypang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Surabaya mengoptimalkan penanganan terhadap para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) selama pelaksanaan bulan puasa Ramadhan dan libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Tidak kurang dari Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan Tim Kaypang rutin melakukan razia dan pengamanan terhadap PMKS seperti gelandangan, pengemis, anak jalanan, pengamen hingga orang gila. Menurutnya, ada tiga tempat yang dilakukan razia seperti tempat ibadah dan makam, sentra kuliner dan traffic light.

Ada sekitar 51 orang PMKS yang terjaring razia Satpol PP Surabaya selama libur Lebaran. Tim Kaypang bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yakni ketika ada PMKS yang terjaring razia, maka selanjutnya dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih.  Di sana mereka dirawat dan dibina. Setelah itu mereka kemudian dipulangkan Walikota Surabaya ke daerah asal masing-masing.

Menarik membandingkan hasil operasi tim Kaypang tahun ini dengan hasil operasi tim Satpol PP Kota Surabaya pada ramadan tahun 2016 lalu. Tahun 2016, tim menangkap 54 orang PMKS yang mengalami proses sama, dibina di liponsos sebelum dipulangkan ke daerah asal. Pemulangan juga dilakukan langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, disertai wanti-wanti agar para PMKS itu tidak mengulangi perbuatan mereka. Sebab, mereka sudah didata, dan jika terjaring untuk kedua kali, mereka akan dikenakan ketentuan Perda nomor 2 tahun 2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Pada pasal 36 ditegaskan, setiap orang dilarang beraktivitas sebagai pengemis, mengkoordinir untuk menjadi pengemis, mengeksploitasi anak atau bayi untuk menjadi pengemis serta memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis.

Wanti-wanti yang sama disampaikan kembali oleh Walikota Tri Rismaharini saat memulangkah 51 PMKS itu ke daerah asal tahun ini. Hal yang tak disebutkan, apakah di antara 51 orang yang terjaring kemarin terdapat juga orang-orang yang tertangkap pada tahun lalu. Jika ada di antara 54 orang yang tertangkap tahun 2016 kembali terjaring pada operasi Tim Kaypang 2017, mestinya perlu menegakkan ketentuan Perda kepada yang bersangkutan untuk pembelajaran dalam penegakan hukum.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebagian pengemis melakukan aktivitas itu bukan karena mereka miskin atau tak bisa bekerja, tetapi karena penghasilan dari mengemis lebih tinggi dari pekerjaan tukang becak, buruh angkut pasar, atau kuli pelabuhan. Orang-orang semacam ini tidak akan pernah jera jika hanya ditangkap, dibina, diwanti-wanti, lalu dilepaskan lagi. Mereka perlu diberikan shock therapy agar mengalami penjeraan lewat penegakan Perda. Noor Ipansyah

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>