Bedah Buku Ekonomi Syariah, PCNU Kota Surabaya Ungkap Praktik Bank Dan Koperasi Syariah
Penulis Buku Ekonomi Syariah, H Muhammad Yazid MSi Diajak Foto Bersama Peserta Bedah Buku, Sabtu (14/12) Siang. (BM/HARUN)
By: harun
14 Des 2019 14:03
 
 

SURABAYA (BM) - Masih dalam serangkaian peringatan Hari Santri 2019, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menggelar bedah buku "Ekonomi Syariah" karya H Muhammad Yazid MSi dan Aji Prasetyo di Kantor PCNU Kota Surabaya, Jl Bubutan VI/2, Sabtu (14/12) siang.

Sedikitnya 250 peserta bedah buku hadir memenuhi setiap sudut ruangan kantor sehingga penuh sesak. Mereka berasal dari mahasiswa Unusa dan Uinsa, serta dari Majelis Wakil Cabang (MWC) PCNU se-Kota Surabaya.

Sesaat setelah acara, salah satu penulis yang hadir sebagai narasumber bedah buku, H Muhammad Yazid MSi mengatakan bahwa dirinya bersama Aji Prasetyo ingin memberikan pemahaman mendalam secara akademik kepada warga NU khususnya, dan peserta yang hadir pada umumnya, sehingga lebih jelas apa itu ekonomi syariah dalam konsep teori dan implementasi praktis di lembaga keuangan.

"Memang masih banyak kekurangan, tetapi pembahasan soal praktik ekonomi syariah seperti pada koperasi syariah, bank syariah, juga menjadi kelebihan buku ini," tuturnya kepada Berita Metro.

Pria yang juga dosen UIN Sunan Ampel (UINSa) Surabaya ini kembali menegaskan bahwa buku dikemas dalam dua konsep pemahaman, yakni teori dan praktik di lapangan, di sini disebutkan lembaga keuangan seperti BMT, KSPPS, termasuk koperasi syariah.

"Saya tidak mengatakan isi buku ini yang paling benar dalam membahas praktik bank syariah, koperasi syariah, sebab mungkin terdapat pandangan lain, tetapi paling tidak, buku ini akan menambah khazanah keilmuan ekonomi syariah dan bisa menjadi acuan akademik," timpalnya.

Manajer Bank Mini Syariah ini yakin, apabila masyarakat telah memahami apa itu ekonomi syariah, maka ekonomi Indonesia akan berkembang lebih baik. Artinya, dengan populasi muslim terbesar, potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar.

"Yang dibangun ekonomi syariah itu pasti sektor riil, apabila ekonomi riil terbangun dengan baik, otomatis ekonomi akan bertambah baik. Contoh praktik ekonomi syariah, yakni murabahah, atau jual-beli secara syariah," ulas Yazid.

Masih menurut Yazid bahwa dalam praktik syariah soal murabahah itu, pihak bank membelikan barang yang diinginkan oleh nasabah. Dalam ini, pihak bank sebagai penjual, sedangkan nasabah sebagai pembeli.

"Jika nasabah ingin suatu barang, maka tidak perlu melakukan pinjaman, tetapi cukup dengan jual-beli melalui perbankan syariah. Pihak bank selaku penjual, nasabah sebagai pembeli," tutupnya.

Dalam kesempatan itu, narasumber kedua, Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Program Doktor UINSa, Dr Iskandar Ritonga MAg memberi apresiasi. "Saya berikan apresiasi tinggi kepada penulis, bahwa buku seperti ini (ekonomi syariah) yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan masyarakat luas," ujar Pengurus DPW IAEI Jawa Timur tersebut. (han)


Create Account



Log In Your Account