ICSA Inginkan Sekteraris Perusahaan Disertifikasi

Rabu, 06 Juni 2018  21:22

ICSA Inginkan Sekteraris Perusahaan Disertifikasi

Perlunya standarisasi pad profesi sekretaris perusahaan untuk lebih berdaya saing

Surabaya(BM)-Profesi sekretaris perusahaan di Indonesia belum terstandardisasi. Maka itu,  Indonesian Corporate Secretary Association (ICSA) mendorong profesi ini untuk segera dilakukan sertifikasi guna meningkatkan kualitas standardisasi sekaligus menambah daya saing profesi tersebut di Indonesia. Ketua Umum ICSA Hardijanto Saroso menjelaskan, sekretaris perusahaan (sekper) belum menjadi profesi yang disepakati oleh negara-negara Asean untuk bersaing dalam MEA. Meski demikian, profesi ini memiliki potensi untuk berkembang lebih baik lagi.  “Dengan semangat MEA, [ada] potensi untuk pengembangan [ekonomi] negara-negara Asean, termasuk juga pelaku bisnisnya, yang di dalamnya ada sekper,untuk bisa berkembang di antara negara-negara Asean ini,” jelasnya, Rabu.

 

Dibandingkan, profesi sekper di negara lain telah sangat terkoordinasi dan tersertifikasi dengan baik. Adanya ujian sertifikasi itu menjadi kesepakatan antara pelaku industri dengan regulator sebagai upaya penguatan kualitas profesi. Dampaknya, seseorang yang menjabat sebagai sekper di negara lain yang lebih maju hampir dapat dipastikan memiliki etos kerja dan profesionalisme yang lebih baik, dengan kualitas yang merata. Sekper dinilai tak sekadar memiliki fungsi administratif, tetapi mampu menjalankan fungsi komunikasi publik dan aksi korporasi dengan baik.

Hal ini berbeda dengan kondisi di tanah air, profesi sekper belum memiliki sertifikasi dan sistem pendidikan vokasi yang khusus mendidik calon sekper. “Kami ingin meningkatkan kualitas sekper dengan pendidikan bertahap, baik melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, maupun Otoritas Jasa Keuangan [OJK] dan ICSA sendiri. Harapannya, ICSA bisa ditunjuk sebagai institusi yang melaksanakan kegiatan pelatihan khusus sekper mulai dari 0 sampai memiliki kualifikasi tertentu,” ujarnya.

Saat ICSA telah menyusun sebuah buku yang memuat kurikulum dan acuan minimum kompetensi yang harus dimiliki seorang sekper. Buku tersebut telah didaftarkan di perpustakaan nasional untuk mendapatkan International Standard Book Number (ISBN) dan akan dirilis dalam waktu dekat.Wakil Ketua Umum Bidang Edukasi ICSA A.Maryati menjelaskan, salah satu cara asosiasi untuk mendorong sertifikasi profesi adalah dengan membentuk ICSA Academy. Hingga saat ini, terdapat sekitar 300 sekper perusahaan terbuka yang terdaftar sebagai anggota ICSA. “Target kami semua sekper emiten bisa menjadi anggota ICSA, [karena] di bursa ada 500-an lebih emiten. Harapannya semua bisa ikut. Kami ingin memfasilitasi anggota untuk bisa mendapatkan ilmu,” jelasnya.(nas/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>