Jonan: Subsidi Listrik Dicabut agar PLN Lebih Efisien

Rabu, 14 Juni 2017  19:43

Jonan: Subsidi Listrik Dicabut agar PLN Lebih Efisien

Ignasius Jonan

JAKARTA(BM)- Pemerintah telah memutuskan untuk pencabutan subsidi listrik secara bertahap kepada 19,0 juta pelanggan rumah tangga mampu berdaya 900 Volt Ampere (VA) sejak Januari 2017 lalu. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan alasan subsidi kepada rumah tangga mampu berdaya 900 Volt Ampere (VA) dicabut, karena rumah tangga golongan ini dianggap sudah tak layak mendapatkan subsidi pemerintah.
 
"Kalau dianggap tidak perlu disubsidi kan sebaiknya enggak perlu disubsidi. Sehingga uangnnya bisa untuk pengembangan kelistrikan ke daerah-daerah yang masih membutuhkan. Itu saja sebenarnya," kata Jonan di Terminal BBM Jakarta Group, Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (14/6).
 
Menteri ESDM ini, mengatakan upaya itu dilakukan pemerintah agar pengeluaran yang ditanggung oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) lebih efesien. 
 
"Pemerintah dan PLN kan sepakat agar harga jual per kWh makin lama, makin ekonomis. Sehingga efisiensi PLN diharapkan bisa lebih baik. Selama ini banyak golongan tarif listrik yang juga turun selama enam bulan terakhir," jelasnya.
 
Maka itu pembangunan infrastruktur di Indonesia seharusnya merata, dari Sabang sampai Merauke. "Kita ini kan suatu bangsa besar dari Sabang sampai Merauke. Sesuai arahan Presiden pembangunan harus merata. Semua harus menikmati hal pembangunan yang dilakukan," ujarnya. Karena itu, pencabutan subsidi rumah tangga mampu berdaya 900 VA akan dialihkan demi pembangunan infrastruktur energi yang lebih merata.
 
"Begini analoginya, mungkin sekarang 2.500 desa tidak ada listriknya. Ada lagi 10.000 desa lebih yang listirknya minimal. Jadi uang ini untuk pengembangan itu. Daripada subsidi diberikan untuk orang yang sudah mampu," ujarnya.(nas/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>