Mencari Alternatif Investasi di Perdagangan Berjangka Komodi

Senin, 20 November 2017  23:14

Mencari Alternatif Investasi di Perdagangan Berjangka Komodi

Pemateri workshop PBK di Surabaya

      

 

Surabaya(BM)-Dalam menghadapi era perdagangan bebas, serta memasuki pasar bebas Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 1 Januari 2016 yang merupakan kesepakatan 10 negara anggota ASEAN pada 2007 dan diharapkan dapat menciptakan pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan kesepakatan Indonesia dalam WTO, APEC, dan AFTA serta Paket Reformasi 15 Januari 1998, dimana pemerintah Indonesia telah mengurangi campur tangan di bidang tata niaga komoditi dan menyerahkannya pada mekanisme pasar.

Kehadiran Bursa Berjangka di Indonesia sebagai tempat diselenggarakannya perdagangan Kontrak Berjangka Komoditi sangatlah relevan, karena Kontrak Berjangka merupakan instrumen pasar yang telah dikenal luas terutama negara-negara maju dan berkembang serta tidak kalah pentingnya yaitu pengelolaan resiko harga yang dibutuhkan dunia usaha.

 

Bahkan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bachrul Chairi, mengatakan, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dalam suatu negara berperan sebagai diversifikasi risiko bagi para investor. "Pentingnya bursa berjangka untuk berkembang agar investor memiliki diversifikasi risiko."ujarnya. Karena di Indonesia masyarakat hanya mengenal saham dan obligasi. "Jadi, jika saham mandek, mereka tidak punya alternatif lain,"tambahnya. Bachrul mengatakan PBK memiliki banyak peran, bisa menjadi pagar untuk pengaman saat investasi di bursa yang lain bermasalah.

 

"Indonesia memang masih tahap infant. Dibandingkan negara yang telah menguasai produk dunia dan berpatokan pada harga luar negeri. Sehingga kita akan dirugikan jika bursanya tidak dikendalikan dengan baik, bahkan justru mengikuti harga luar negeri," kata Bachrul.

 Masalah mendasar adalah masyarakat belum paham tentang PBK."Pemahaman publik tentang bursa berjangka masih kurang dan perspektif negatif masih terus ada. Regulasi jiga harus ditegakkan agar bisa dipasarkan mengikuti kaidah ekonomi,"jelasnya

 

Adanya perdagangan berjangka dapat dikatakan bentuk lain dari kegiatan asuransi yang diciptakan berdasarkan mekanisme di pasar, yaitu dengan membentuk pasar bayangan atau pasar derivatif dari pasar komoditi fisiknya (spot) dengan melakukan transaksi di dua pasar secara bersamaan pada posisi yang berlawanan (jual dan beli) untuk jumlah dan jenis komoditi yang sama. Sehingga kedua pasar itu akan saling menutupi kerugian yang diderita pada salah satu pasar.

Jadi, perdagangan berjangka dapat memberikan manfaat ekonomi berupa pengalihan risiko (risk transfer) yang tidak diinginkan melalui kegiatan lindung nilai (hedging) dan merupakan suatu sumber referensi harga yang dapat dipercaya (price discovery).
“Perdagangan berjangka ini memang merupakan suatu investasi yang menarik, utamanya bagi kalangan investor, karena modal yang diperlukan dalam perdagangan berjangka -rata hanya dibtuhkan 5 sampai 10% dari nilai kontrak berjangka. Bagi pengusaha yang bermaksud melakukan lindung nilai (hedging), modal yang kecil ini tidak akan memberatkan posisi keuangan sebuah perusahaan bila dibandingkan dengan risiko yang ditanggung bila tanpa melakukan hedging,” kata Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang di Surabaya.

 

Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia yang belum mengerti tentang perdagangan komoditi berjangka (PBK). Padahal, PBK merupakan salah satu instrumen investasi yang bagus dan menguntungkan. “Masyarakat lebih mengenal bursa saham, obligasi, deposito maupun reksa dana. Karena itu, sosialisasi dan edukasi akan terus kami lakukan sehingga masyarakat semakin tahu tentang PBK,” ujar Stephanus

Para pedagang atau investror sudah harus memahami arti pentingnya sebuah sarana lindung nilai di Indonesia. Melimpahnya sumber daya alam yang dapat dilihat pada banaknya perkebunan-pertanian seperti kopi, kayu lapis, lada, cokelat, jagung, padi, dan lainnya, merupakan peluang yang potensial untuk perdagangan kontrak berjangka atas sumber daya alam tersebut.

 

Sekretaris Perusahaan BBJ, Tumpal Sihombing, mengungkapkan negara yang investasinya sehat, minimal jumlah investor sebesar 2 persen dari jumlah populasinya. “Jumlah penduduk Indonesia, 250 juta dan BBJ ingin targetkan bisa meraih 2 persen dari 250 juta atau 5 juta investor bertransaksi di BBJ. Sekarang baru ratusan ribu saja dan masih banyak potensi yang bisa digarap,”ujarnya.

Tumpal menjelaskan dana masyarakat yang masuk dalam transaksi perdagangan komoditi berjangka sebesar Rp1,6 triliun. Secara mikro struktur jika dibandingkan dengan instrumen industri keuangan lainnya, relatif sangat kecil. ”Jangankan dibandingkan dengan bursa di negara lain, di industri keuangan Indonesia , relatif sangat kecil. Berbeda dengan di Bursa Efek Indonesia, nilai kapitalisasi yang masuk sekitar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun per hari,”jelasnya.

Masih kecilnya dana masyarakat yang masuk ke industri perdagangan berjangka komiditi, dikarenakan rendahnya tingkat literasi masyarakat, belum terbentuk kesadaran bagi pemilik komoditas untuk men-deliver produknya ke BBJ dan lebih senang bermain di bursa luar negeri serta belum terbentuk satu visi baik dari sisi kelembagaan maupun pelaku industri untuk bersama-sama memajukan industri perdagangan berjangka komiditi Indonesia

 

Seperti diketahui ada hubungan antara underlying asset dengan derivatives, ada hubungan erat antara pasar fisik dan pasar berjangka. Kehadiran pasar bejangka membuat pasar menjadi lebih efisien. Efisien dalam arti akan terjadi perubahan harga ketika ada informasi, sehingga harga berubah cepat mengikuti pergerakan pasar.

Pasar yang efisien sangat penting bagi para pelaku pasar untuk mendapatkan harga yang jelas atas suatu jenis asset ataupun komoditas. Pasar yang efisien juga mencegah terjadinya ada perbedaan harga yang cukup signifikan di antara pasar.Jika ada ada perbedaan harga maka dengan cepat harga tersebut menyesuaikan dengan kondisi pasar.

 

​ PBK sendiri termasuk bisnis high risk, dimana keuntungan bisa sangat besar namun di sisi lain, saat terjadi kerugian juga bisa berkali-kali lipat. Guna mengawal perdagangan berjangka tetap bisa dipercaya, Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai pengawas terus melakukan inovasi. Selain menjaga transparansi data pialang ke nasabah, KBI juga memudahkan crosschek perdagangan lewat SITNa (Sistem Informasi Transaksi Nasabah) serta melakukan tidnakan saat terjadi gagal bayar. "Kami bertugas menjaga integritas perdagangan berjangka komoditas di Indonesia, agar masyarakat bisa meningkatkan kepercayaan terhadap perdagangan berjangka, dimana saat perdagangan berjangka makin meningkat, perekonomian juga turut terbantu" tutur Head of Corporate Secretary  KBI, Agung Waluyo.(Indra Nanang)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>