Minim Peminat, Edukasi PBK Gencar Dilakukan

Senin, 23 Oktober 2017  23:38

Minim Peminat, Edukasi PBK Gencar Dilakukan

CBO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya dan Sekretaris Perusahaan BBJ, Tumpal Sihombing

Surabaya(BM)-Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mentargetkan mampu meraih 5 juta investor masa depan. Saat ini, baru 110 ribu akun bertransaksi di BBJ. Hal ini disampaikan Sekretaris Perusahaan BBJ, Tumpal Sihombing, disela pelatihan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang digelar PT Rifan Financindo Berjangka, kemarin. Negara yang investasinya sehat, kata Tumpal, biasanya jumlah investor 2 persen dari jumlah populasinya. “Jumlah penduduk Indonesia sebesar 250 juta dan BBJ ingin targetkan kedepan mampu meraih 2 persen dari 250 juta atau 5 juta investor bertransaksi di BBJ. Sekarang baru ratusan ribu dan masih banyak potensi yang bisa kami garap,”ujarnya.

 

Tumpal menjelaskan dana masyarakat yang masuk ke dalam transaksi perdagangan komoditi berjangka sebesar Rp1,6 triliun. Secara mikro struktur dan jika dibandingkan dengan instrumen industri keuangan lainnya, relatif sangat kecil.”Jangankan dibandingkan dengan bursa di negara lain, di industri keuangan di negara sendiri, relatif sangat kecil. Berbeda dengan di Bursa Efek Indonesia, nilai kapitalisasi yang masuk sekitar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun per hari,”tegasnya.

Masih kecilnya dana masyarakat yang masuk ke industri perdagangan berjangka komiditi, Tumpal menyebutkan, ada beberapa faktor. Antara lain, rendahnya tingkat literasi masyarakat, belum terbentuk kesadaran bagi pemilik komoditas untuk men-deliver produknya ke BBJ dan lebih senang bermain di bursa luar negeri serta belum terbentuk satu visi dari sisi kelembagaan maupun pelaku industri untuk bersama-sama memajukan industri perdagangan berjangka komiditi Indonesia.

Tumpal mencontohkan seperti produk emas Indonesia, yang mendulang emas masyarakat Indonesia. Sedangkan yang menentukan harga adalah bursa maupun lembaga lain di luar negeri. PTPN dengan produk komoditasnya juga tidak men-deliver ke BBJ. ”Imbasnya, industri PBK berjalan lambat. Sementara industri PBK sangat maju seperti Amerika, Malaysia, dan Singapura. Kita masih seperti “anak bawang” di mikro struktur industri keuangan. Maka itu, BBJ lebih fokus menggarap potensi yang ada dan bukan bicara realisasi,”papar Tumpal.

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Agung Waluyo mengatakan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terus berupaya melakukan koordinasi lintas antar kelembagaan yang terkait dengan industri PBK. Harapannya, semua produk komoditas Indonesia bisa diperdagangkan di BBJ. ”Sayangnya, sampai sekarang belum berhasil. Padahal ini sangat penting untuk kegiatan perekonomian Indonesia. Ada tiga peran penting dari PBK yakni price discovery mechanism, price revence provider dan sarana hedging (lindung nilai),”tukas Agung.

Jika semua komoditas Indonesia diperdagangkan ke BBJ, Agung menegaskan, transaksi akan likuid. Jika semakin banyak pemilik komoditas memperdagangkan dan memanfaatkan BBJ, price mechanism terjadi dan harga akan mengacu ke Indonesia.

Agung mencontohkan PBK di Malaysia sangat maju berkat kebijakan top down dari Perdana Menteri Malaysia serta regulasinya sangat mendukung. Perdana Menteri mengintruksikan seluruh kementerian terkait untuk melakukan perdagangan di Bursa Berjangka Kuala Lumpur sehingga PBK cepat berkembang.

”Jumlah lot dalam volume transaksi di Bursa Berjangka Kuala Lumpur saja 26 kali dari BBJ. Maka PBK perlu dukungan lintas lembaga, lintas kementerian, pemilik produk komoditas Indonesia dan regulasi,”tambah Agung. Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya, mengakui edukasi dan sosialisasi di industri PBK memang relatif lamban dibanding di industri pasar modal Indonesia. Tidak heran jika masyarakat lebih mengenal investasi di pasar modal dibanding di perdagangan berjangka komoditi.

Kepala Cabang Rifan Financindo Berjangka Surabaya, Leonardo, menjelaskan bahwa masyarakat bisa belajar tentang perdagangan berjangka komoditi melalui website Rifan Financindo Berjangka. Ini akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana sebenarnya perdagangan berjangka komoditi.(nur/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>