Pemerintah Dorong Kemudahan Berinvestasi

Rabu, 25 April 2018  17:26

Pemerintah Dorong Kemudahan Berinvestasi

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara Pelepasan Ekspor Perdana Mobil Mitsubishi Xpander, Rabu (25/4).

JAKARTA (BM) - Pemerintah akan terus mendorong kemudahan berinvestasi terutama yang berorientasi ekspor. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di acara ‘Pelepasan Ekspor Perdana Mobil Mitsubishi Xpander Tahun 2018’, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/4).

Di bagian lain sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa di tahun 2017 yang lalu ekspor tumbuh 16,2% dengan surplus perdagangan mencapai 11,8 miliar US Dollar.

“Tapi kita terus akan mendorong agar lebih tinggi lagi dan bisa melompat lebih maju lagi,” tutur Presiden Jokowi.

Soal perizinan investasi dan ekspor ini, Presiden menyampaikan kepada menteri agar selalu disederhanakan. Dalam bulan Mei ini, lanjut Presiden, Pemerintah akan mengeluarkan yang namanya Online Single Submission yang sedang disiapkan sistemnya sehingga nantinya pengurusan izin itu menjadi bukan bertahun-tahun, berbulan-bulan atau berhari-hari.

“Saya sudah minta urusan izin itu kalau menyampaikan ke saya harus dalam sistem yang jam. Artinya Bapak/Ibu kalau mengurus izin itu harus jam bukan hari lagi. Nanti kita lihat bulan Mei bisa tidak tugas yang saya berikan ini kepada menteri. Dari pusat sampai ke daerah, bisa kita trace kita telusuri dimana berhentinya dimana mandeg-nya dengan Online Single Submission,” tutur Presiden.

Ini, menurut Presiden, merupakan sebuah lompatan dalam pengurusan perizinan yang sedang disiapkan. Ia menambahkan bahwa hal ini sebuah perubahan besar-besaran untuk membuat seluruh perizinan dari pusat hingga daerah betul-betul terintegrasi dalam satu kesatuan.

“Perizinan akan menggunakan model distarsi yang lebih modern yang lebih cepat. Dengan sistem data yang terpadu dan terintegrasi. Saya sampaikan kepada menteri kalau sistemnya online single submission ini sudah ada saya juga minta agar SDM-nya selalu dikawal, didampingi, kualitasnya terus ditingkatkan,” kata Presiden seraya menyampaikan bahwa yang mengurusi ini harus responsif dalam setiap keluhan-keluhan yang ada.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa di belakang penerapan sistem ada manusianya, ada SDM-nya, yang menjadi faktor bisa mengubah pelayanan perizinan atau tidak. Sistem bagus tapi kulturnya tidak dibangun, menurut Presiden, tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

“Saya juga titip pesan karena di sini juga banyak pengusaha, banyak investor, kalau nantinya ini setelah online single submission nanti kita luncurkan kalau masih ada kendala-kendala hambatan-hambatan yang ada di lapangan, kalau masih ada yang main-main dengan perizinan tolong saya diberitahu. Bisik-bisik saja, kecil, bisik-bisik,” ujar Presiden seraya menyampaikan bahwa akan terus membenahi dan memperbaiki.

Kepada pengusaha, Presiden juga menyampaikan untuk jangan takut melaporkan, karena itu penting buat dirinya. “Jangan sampai laporan ke saya itu hanya ABS.. ABS.. ABS.. Asal Bapak Senang tapi lapangannya berbeda. Saya tidak suka yang seperti itu,” pungkas Presiden seraya membuka secara resmi ekspor perdana mobil Mitsubishi Xpander dari Mitsubishi Indonesia.

Ekspor dan investasi, sekali lagi ekspor dan investasi, ekspor dan investasi. Dua kata itu yang diulang kembali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).  “Dua hal yang akan terus saya ulang-ulang, saya sampaikan di berbagai acara karena dua hal ini adalah kunci penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia, investasi dan ekspor,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden berharap bahwa dengan ekonomi yang tumbuh maka dapat menekan ketimpangan, kesenjangan, dan kemiskinan. Kalau mau tumbuh, lanjut Presiden, investasi harus banyak yang dibangun di Indonesia dan ekspor juga harus lebih banyak dilakukan.

“Terutama investasi dan ekspor untuk yang non Sumber Daya Alam. Sekali lagi terutama untuk investasi dan ekspor non Sumber Daya Alam. Di sektor-sektor yang bisa memberikan sektor tambah yang tinggi dan melibatkan value changes yang begitu luas seperti yang kita saksikan hari ini yaitu di sektor otomotif,” ujar Presiden Jokowi.

Penghargaan dan apresiasi juga disampaikan Presiden Jokowi atas lompatan kemajuan dari Mitsubishi Indonesia, Mitsubishi Motors, yang hari ini untuk pertama kalinya melaksanakan ekspor massal mobil tipe Expander dari Indonesia.

“Dan pangsa pasarnya bukan hanya untuk pasar Asia Tenggara, tapi juga masuk ke pasar-pasar Amerika Selatan, Afrika. Mobil ini diproduksi dan dirakit oleh tenaga kerja Indonesia dan akan digunakan di berbagai penjuru Asia Tenggara dan negara-negara lain di dunia,” tegas Presiden.

Kepala Negara juga sebelumnya mendengarkan informasi dari Menteri Perindustrian bahwa pabrik Mitsubishi ini mempekerjakan 3.000 tenaga kerja dan akan tambah menjadi 4.000 tenaga kerja.

“Dan hampir dapat dikatakan semuanya adalah tenaga kerja lokal, mayoritas adalah tenaga kerja lokal. Betul, Pak Menteri? Karena sekarang isunya itu, akhir-akhir ini isunya adalah TKA (Tenaga Kerja Asing). Padahal sebetulnya yang kita reform adalah bagaimana menyederhanakan administrasi untuk tenaga kerja asing. Jadi berbeda. Ini lah yang namanya politik,” ujar Presiden.

Hal yang baik, menurut Presiden, industri mobil Mitsubishi ini juga melibatkan 120 industri komponen dalam negeri. “Ini juga sangat bagus. Jadi nilai tambah dan rantai nilainya menjadi luas sekali untuk negara kita Indonesia,” tambah Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara kali ini, Meteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (set/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>