Pengurusan SNI Mainan Impor Dikeluhkan

Senin, 22 Januari 2018  23:25

Pengurusan SNI Mainan Impor Dikeluhkan

Adanya aturan bila mainan dari luar negeri harus ada SNI

Surabaya(BM)-Para pelaku usaha mainan mempertanyakan tindakan petugas Bea dan Cukai yang mewajibkan pengurusan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap mainan yang dibawa penumpang pesawat dari luar negeri. Karena, pengurusan SNI tidak bisa dilakukan secara perorangan. SNI mainan impor dapat diajukan kepada pemerintah apabila suatu perusahaan telah berbadan hukum tetap.

"Pengurusan SNI, terutama mainan impor tidak bisa dilakukan perorangan. Harus diketahui yang dapat mendaftarkan SNI ini hanya perusahaan yang sudah mendapat pengakuan dari negara," kata Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas, akhir pekan lalu.

Lukas mengatakan, pendaftaran tersebut membutuhkan syarat dan ketentuan yang harus dipahami. "Jadi kalau beli satu dan untuk koleksi pribadi itu tidak masalah kalau enggak pakai SNI. Karena tidak mungkin masyarakat ke keluar negeri bawa barang satu lalu daftar SNI," jelasnya.

Lukas menjelaskan, terkait pendaftaran SNI mainan impor pengusaha diwajibkan memiliki dokumen Angka Pengenal Impor (API). Selain itu, pengusaha juga wajib memiliki nomor registrasi importir dari Kementerian Perdagangan. "Pengusaha sudah memahami betul aturan ini. Sejak aturannya diterbitkan, kita juga sudah mengurus berbagai hal seperti nomor registrasi importir dari Kemendag. Ini sudah jelas," tegasnya.

Lukas menambahkan pengusaha diharuskan menghancurkan mainan impor apabila tidak mendaftarkan SNI. Jika tidak dihancurkan, maka mainan impor tersebut wajib dikembalikan ke negara asalnya. "Kita sudah paham poin-poin penting aturan ini. Terkait keresahan masyarakat beberapa waktu belakangan yang diharuskan mendaftarkan SNI mainannya, kita perlu duduk bareng dengan pemerintah agar semua jelas," tandasnya.(nur/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>