SoftBank Akan Investasi 3 Miliar Dollar

Senin, 29 Juli 2019  20:38

SoftBank Akan Investasi 3 Miliar Dollar

CEO SoftBank Masayoshi Son dan Luhut Panjaitan memberikan keterangan pers.

JAKARTA (BM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi SoftBank, sebuah konglomerasi yang berpusat di Tokyo, Jepang, yang dipimpin oleh CEO SoftBank Masayoshi Son, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/7) pagi.

Seusai pertemuan, kepada wartawan Masayoshi menjelaskan, saat ini SoftBank sudah berinvestasi di Indonesia sebesar 2 miliar dollar AS, dan berencana akan menambah lagi untuk investasi baru sebanyak 2 miliar dollar AS.

Menurut Masayoshi, investasi tambahan sebesar 2 miliar dollar AS itu akan diberikan kepada Grab dan beberapa perusahaan lain. Salah satunya, untuk pembangunan kantor pusat Grab di Indonesia.

“Kami akan membuat kantor pusat Grab di Indonesia, dan juga berinvestasi 2 miliar dollar AS melalu Grab. Tetapi kita akan berinvestasi lebih banyak ke Indonesia,” jelas Masayoshi.

Selain itu, SoftBank juga berencana untuk lebih banyak berinvestasi di unicorn, dan juga berambisi untuk menciptakan lebih banyak unicorn di Indonesia. Fokusnya adalah mengembangkan artificial intelegence (AI) seperti Tokopedia.

“Tokopedia sudah 1% dari PDB Indonesia dan semakin banyak perdagangan elektronik berarti lebih baik bagi perekonomian dan kami menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” jelas Masayoshi.

 

Ekosistem Mobil Listrik

Sementara Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menjelaskan, sekarang ini SoftBank sudah berinvestasi 2 miliar dollar AS, yang akan ditambah 2 miliar dollar AS, dan di depan Presiden Jokowi, CEO SoftBank Masayoshi mengatakan kemungkinan akan menambah 1 miliar dollar AS lagi.

“Jadi mungkin 5 miliar dollar AS dalam waktu 3 tahun ke depan,” terang Luhut.

Menurut Luhut, SoftBank ingin lebih banyak lagi berinvestasi di Indonesia, terutama hal-hal yang terkait listrik, seperti baterai lithium dan beberapa platform lain untuk infrastruktur mobil listrik.

“Beliau juga memberikan minat untuk berinvestasi dalam energi terbarukan seperti angin matahari, biotermal,”sambung Luhut.

Pernyataan Menko Kemaritiman itu dibenarkan oleh CEO SoftBank Masayoshi Son, bahwa pihaknya tertarik untuk berinvestasi di bidang kendaraan listrik, baterai dan sistem pengisian. “Kami akan berinvestasi ke ekosistem itu,” ungkapnya.

Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menegaskan, bahwa ekosistem itu yang akan dibangun, mulai dari pembangunan litium baterainya sampai sepeda motornya, busnya, sampai kepada electric vehicle nya, sampai juga kepada station chargingnya itu. “Jadi ekosistem itu semua,” ujarnya.

Untuk tahap awal, menurut Luhut, Jakarta akan dijadikan pilot project, dan ditargetkan dalam 3 (tiga) tahun ekosistem ini harus selesai.

Mendampingi Presiden Jokowi saat menerima delegasi SoftBank itu Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Sementara hadir dari pihak SoftBank ialah CEO of SoftBank Group Masayoshi Son, Co-Founder of Grab Anthony Tan, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Founder Tokopedia William Tanuwijaya, Executive Vice President of SoftBank Group Katsunori Sago, dan CEO Office of SoftBank Group Magata Yoshimasa.

 

Ekspansi Bidang Kesehatan

Perusahaan layanan transportasi online, Grab berencana berinvestasi di Indonesia sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun dalam 5 tahun ke depan. Uang itu berasal dari modal didapat perusahaan asal Jepang, SoftBank Group.

Investasi itu akan diarahkan ke pengembangan jaringan transportasi generasi baru dan mengembankan layanan. Seperti di antaranya layanan kesehatan.

"SoftBank akan menginvestasikan US$ 2 miliar ke negara itu melalui Grab, untuk mendorong digitalisasi layanan dan infrastruktur penting," kata Grab dilansir dari Reuters, Senin (29/7/2019).

Sebelumnya, Kepala Eksekutif SoftBank Masayoshi Son mengatakan kepada wartawan perusahaannya menginvestasikan US$ 2 miliar kepada Grab. Seorang juru bicara SoftBank kemudian mengatakan bahwa akan ada investasi lebih lanjut terkait hal itu.

Grab sendiri telah mengumpulkan modal hampir US$ 3 miliar dari SoftBank dan Vision Fund-nya. SoftBank akan membantu Grab membangun kantor pusat kedua di ibu kota Indonesia Jakarta.

Grab mengatakan kedua perusahaan akan berinvestasi untuk menciptakan jaringan transportasi untuk Indonesia berdasarkan kendaraan listrik. Grab juga akan menggunakan uang itu untuk meluncurkan layanan e-healtcare untuk meningkatkan akses kepada dokter dan layanan medis.

Modal itu pun akan memperkuat Grab dalam menjalankan kompetisi yang ketat dengan Go-Jek di Indonesia. Kedua startup teknologi itu telah berevolusi dari operator aplikasi transportasi menjadi toko serba ada untuk berbagai layanan seperti melakukan pembayaran dan pengiriman makanan.

Son juga mengatakan SoftBank akan memompa lebih banyak dana ke pasar online Tokopedia di Indonesia, dan menjajaki peluang investasi di berbagai bidang termasuk energi terbarukan dan kendaraan listrik di Indonesia.

"Kami akan mempelajari peluang. Kami tertarik pada kendaraan elektronik, baterai dan sistem pengisian," kata Son.( set/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>