A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BeritaMetro.co.id: TPA Seboro Probolinggo Dikonsep Taman Konservasi

TPA Seboro Probolinggo Dikonsep Taman Konservasi

Rabu, 08 April 2018  20:14

TPA Seboro Probolinggo Dikonsep Taman Konservasi

Salah satu sudut TPA Seboro di Kecamatan Krejengan yang telah disulap menjadi penuh pepohonan rindang. (BM/Saifullah)

PROBOLINGGO (BM)  – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Seboro di Desa Seboro Kecamatan Krejengan secara berangsur dibuat indah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo.
 
Bahkan, tempat tersebut tidak kumuh lagi serta sudah di konsep menjadi taman konservasi.
 
Pantauan di lapangan dan penuturan petugas di TPA itu banyak hadir jenis burung-burung liar yang umumnya ada di perkotaan. Diantara burung Kutilang, Wiwik Kelabu, Tekukur Biasa, dan Blekok sawah atau jenis Kuntul lainnya.
 
Kepala Seksi Pemrosesan Sampah pada DLH setempat Achmad Ubaidillah mengatakan, zona pasif yaitu lokasi penimbunan sampah yang sudah penuh, telah banyak dilakukan penghijauan. Begitu juga beberapa sudut TPA yang memungkinkan dilakukan penghijauan.
 
“Sudah ada  tanaman Angsana yang banyak di pinggiran tangkis sebagai tanaman peneduh saja supaya tidak gersang. Bulan lalu ditanami buah-buahan dan pohon trembesi,” jelasnya, Minggu (8/04).
 
Selain itu, ada larangan pemburuan satwa terutama burung di lokasi TPA karena memiliki sifat simbiosis mutualisme dengan proses penguraian sampah. Dengan  demikian bisa dikatakan memiliki nilai konservasi.
 
Ditambahkan oleh operator TPA Seboro Muhdar, simbiosis yang dimaksud yakni burung memakan ulat yang ada di sampah dan sisa-sisa makanan seperti biji-bijian.
 
 “Sementara burung-burung itu akan menjatuhkan kotorannya pada sampah, yang di dalamnya ada bakteri untuk membantu mengurai sampah menjadi tanah kompos,” ujarnya.
 
Selain itu, konsep tersebut bisa mempercepat penghancuran sampah anorganik seperti plastik karena zat kimia yang terkandung dalam kotoran burung tersebut. Sistem tersebut berbeda dengan TPA di daerah lain. 
 
“Kalau di TPA lain pakai produk cairan kimia untuk menguraikan sampah, sementara kami alami dari peran burung-burung yang datang,” terangnya. (sip)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro Call Us (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

download

>