Viral Air Kolam Berombak, Danlanudal: Bukan Rekayasa!

Selasa, 02 Oktober 2018  18:26

Viral Air Kolam Berombak, Danlanudal: Bukan Rekayasa!

Sidoarjo (BM) – Beredar rekaman video yang menampilkan gelombang air di Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda. Tak hanya bergelombang seperti kolam renang pada umumnya,  tiba-tiba riak gelombang membesar hingga berombak dan menghantam tepi kolam, bagai luapan air laut.

Dari pengamatan di video, tiba-tiba saja air kolam renang bergerak sendiri. Gelombang di air itu terpecah saat menghantam piggiran kolam renang. Secara kasat mata, tak ada sesuatu atau seseorang yang melakukan kontak secara fisik dengan air kolam renang.

Hanya ada satu orang yang terlihat di video. Orang itu duduk dengan kaki terendam di dalam kolam. "Baru kali ini ya Pak Iksan," ujar orang yang mem-videokan peristiwa itu.

Orang di pinggir kolam renang menjawab bahwa ini bukan pertama kalinya terjadi. "Tiga kali ndan," jawab orang tersebut.

Rekaman video tersebut viral di internet dan media sosial, hingga menimbulkan polemik dan tanda tanya. Benerkah kejadian itu. Bahkan sebagian menganggapnya sebagai rekayasa dan hoax.

Menanggapi fenomena itu, Danlanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana dalam keterangannya mengatakan, bahwa peristiwa di kolam renang tersebut terjadi secara alami tanpa ada rekayasa.

Ia meyakinkan, tak ada alat apapun yang terpasang di kolam tersebut, yang bisa membuat gelombang sebagaimana viral.

"Berdasarkan keterangan dari Pak Ichsan (43), pengurus Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda, bahwa benar adanya pada hari jumat tanggal 28 September 2018, sekira pukul 17.10 WIB kejadian air kolam renang bergelombang dan berombak lebih dari 1 meter dengan durasi kurang lebih 30 menit," ujar Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana, Selasa (2/10/2018).

Bayu juga mengatakan bahwa video yang viral tersebut memang benar terjadi dan tak ada rekayasa. "Video yang sedang viral saat ini tentang fenomena air Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda benar adanya dan tidak ada unsur rekayasa apapun," tandas Bayu.

Danlanudal Juanda Kolonel (P) Bayu Alisyahbana meminta masyarakat tidak perlu panik dengan kejadian gelombang bak tsunami di Kolam Renang Tirta Krida. Menurutnya, kejadian itu merupakan fenomena alam.

"Ini fenomena alam, kuasa Tuhan. Jadi, nggak usah panik," kata Kolonel (P) Bayu Alisyahbana kepada wartawan, Selasa (2/10/2018).

Bayu juga meminta agar kejadian itu tidak dibesar-besarkan dan dikaitkan dengan hal aneh, seperti mistis. Ia kembali menegaskan, kejadian yang videonya sempat viral itu mnerupakan sebuah fenomena alam dan kuasa Tuhan.

Mengenai kolam renang yang sempat muncul gelombang, selain dibuka untuk masyarakat umum, juga digunakan untuk latihan prajurit baru.

"Memang kolam renang ini berada di wilayah tanggung jawab kami, di Pusdiklatmil untuk latihan siswa-siswa (prajurit) baru," kata Kolonel Bayu Alisyahbana.

Bayu menyatakan jika kolam tersebut hanya digunakan prajurit baru untuk berlatih berenang bukan untuk latihan evakuasi atau SAR.

Bahkan Bayu sempat berkelakar jika untuk latihan SAR dengan gelombang air bisa dilakukan di pantai.

"Pantai kita kan banyak dengan gelombang dan banyak juga wahana wisata lain," kata Bayu sambil tersenyum.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memberikan penjelasan terkait hebohnya sebuah video kolam renang yang bergelombang keras di lingkungan Puslatdiksarmil TNI AL Juanda Surabaya ini.

Video yang tersebar di media sosial tersebut menghebohkan karena munculnya gelombang ini dikaitkan dengan isu gempa dan tsunami yang belum lama ini melanda Palu, Salawesi Tengah.

Melalui keterangan resminya, BMKG Juanda memastikan bahwa gerakan gelombang di kolam itu bukan gerakan kegempaan.

"Pada saat kejadian dimaksud sensor gempa Stasiun Geofisika Tretes tidak mencatat adanya sinyal gempa," tulisnya.

"Kejadian ombak di kolam renang tersebut bukan berasal dari kejadian kegempaan yang tercatat di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya," jelas BMKG.

BMKG Jawa Timur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

"Masyarakat kami imbau tidak terpengaruh kepada berita-berita yang meresahkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Koordinator BMKG Jawa Timur, Muh Nurhuda.

 

Pengunjung

Meski diberitakan sempat bergelombang, namun pengunjung Kolam Renang Tirta Krida tidak khawatir. Fenomena itu tak membuat mereka takut ataupun cemas.

Salah satu siswa SMA Hangtuah 2 Sidoarjo yang bernama Tasya (16) mengaku tahu adanya video viral tersebut dari seorang temannya. Namun hal tersebut tak membuatnya merasa cemas dengan adanya video yang beredar.

"Saya tahu videonya dari teman-teman saya yang ombak bergerak sendiri itu. Tapi saya ya nggak takut renang di sini, ini juga ndak ada apa-apa saya renang sama teman-teman," kata Tasya di lokasi, Selasa (2/10/2018).

Siswi yang lain, Gebi (16) juga mengatakan mengetahui video viral tersebut dari broadcast WhatsApp milik orangtuanya yang berdinas di TNI AL.

"Kalau saya tahu dari orang tua saya, terus saya lihat itu. Tapi ya ndak apa-apa mas," ucapnya.

Keduanya juga mengaku kedatangannya bukan karena ingin tahu fenomena ombak yang muncul di kolam renang. "Kami ke sini hanya untuk berenang, bukan ingin tahu ombak itu," tambah Gebi.

Adanya fenomena itu sendiri juga dibenarkan salah satu penjaga kantin dan persewaan alat berenang di dalam areal kolam renang. Penjual itu mengakui jika peristiwa itu terjadi lumayan lama.

"Tidak terasa getaran sama sekali. Tapi memang airnya tiba tiba saja naik seperti ombak di pantai," kata Untari, salah satu penjaga kantin kolam renang. (det/tri/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>