Ingin Kuasai Harta, Pria Asal Cerme Tega Bunuh Sahabatnya
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (kiri tersangka) saat pers rilis Di Mapolres kemarin (11/9/19)
By: choiron86
11 Sept 2019 17:18
 
 

GRESIK (BM)- Sungguh biadab, perbuatan Shalahuddin Al Ayyubi (24) warga Perumahan Banjarsari RT01 RW01, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Dia tega membunuh sahabat sejak kecilnya, Hadryil Choirun Nisa’ (25) warga Dusun Ngering RT02 RW01 Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme.

 

 

Pembunuhan itu terjadi pada Selasa (10/9/2019) malam sekitar pukul 18.30 WIB di Kafe “Penjara”  wilayah Kecamatan Cerme.  Kafe tersebut sebenarnya sudah tidak digunakan/ditutup sejak Bulan puasa 2018 dan kebetulan pelaku pernah mengelola kafe tersebut

 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro saat pers rilis membeberkan, motif pelaku tega membunuh sahabatnya lantaran ingin menguasai hartanya. Dimana pelaku mengaku butuh uang untuk  melunasi hutang senilai 5 juta

 

 

Lebih lanjut, AKBP Wahyu Sri Bintoro  menjelaskan, Sebelum dibunuh, korban sempat dipancing oleh pelaku agar bersedia mampir ke kafe. Ajakan itu disampaikan melalui pesan whatsapp. “Pelaku dan korban ini sudah saling kenal sejak kecil. Korban juga pernah bekerja di kafe tersebut,” ujar Wahyu Sri Bintoro, Rabu (11/9/2019).

 

Begitu sampai di kafe, lanjut Wahyu, pelaku lalu menutup gerbang kafe. Setelah itu, pelaku memeluk tubuh korban dari belakang sembari berkata ingin menjual HP dan perhiasan korban untuk melunasi utang.

 

“Rupanya korban tidak berkenan jika HPnya diminta. Dia lalu berontak dan hendak berteriak. Pelaku yang panik lalu mencekik leher dan membekap mulut korban hingga tak sadarkan diri,” ungkapnya.

 

Setelah dicekik dan dibekap mulutnya, korban rupanya masih kejang-kejang. Pelaku lalu kembali mencekik leher korban hingga menghembuskan nyawa yang terakhir. Setelah itu mengambil harta milik korban.

 

“Setelah dibunuh, HP korban lalu diambil. Termasuk perhiasan cincin dan gelang emas milik korban juga ikut dipereteli. Setelah itu jasad korban ditutupi dengan karung plastik dan digeletakkan di gasebo kafe,” bebernya

 

Tidak cukup hanya disitu, pelaku juga tega berbuat asusila dengan menelanjangi korban yang sudah tidak bernyawa. Bahkan, dia juga menyempatkan diri untuk mastubasi dan mengeluarkan spermanya di alat kelamin korban.

 

“Setelah dibunuh, korban lalu dipelorot (dilepas) celananya oleh pelaku. Melihat korban yang sudah tidak bernyawa, pelaku lalu melakukan masturbasi dan mengeluarkan spermanya ke area kelamin korban,” pungkasnya.

 

Atas perbuatan itu tersangka akan dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 265 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup. (Khoiron)

 

 


Create Account



Log In Your Account