Kejari Geledah Kantor Dinkes Gresik

Senin, 06 Agustus 2018  19:41

Kejari Geledah Kantor Dinkes Gresik

Kajari Gresik Pandoe Pramoe Kartika saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Kejari Gresik.

GRESIK (BM)- Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penggeledahan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, Senin  (6/8/18). Penggeledahan dilakukan untuk mendalami dugaan kasus korupsi pemotongan dana BPJS Kesehatan yang dilakukan di instansi tersebut.

Penggeledahan berlangsung selama lebih 3 jam mulai pukul 08.00 WIB-11.30 WIB. Petugas terlihat memeriksa dokumen-dokumen penting di ruangan kepala dinkes dan ruangan lainnya, Senin (6/8/2018).

Beberapa petugas memakai rompi bertuliskan satgas khusus tampak menggunakan masker dan sarung tangan, memasuki ruangan Sekretaris Dinkes Kabupaten Gresik dan berlanjut ke ruangan sub bagian rencana kepala bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan dan ruangan kadinkes.

Dana itu adalah uang insentif atau klaim atas jasa pelayanan (jaspel) medis terhadap pasien BPJS Kesehatan yang telah berobat di Puskesmas. Oleh oknum pejabat Dinkes Gresik, dana jaspel yang telah dibayarkan itu rupanya tidak dicairkan sepenuhnya, melainkan dilakukan pemotongan sebesar 10 persen per-puskesmas.

Tak tanggung-tanggung, hanya dalam tempo satu tahun yakni periode 2016 hingga 2017 penyidik menemukan adanya penyimpangan dana sebesar Rp 500 juta. Perhitungan nilai kerugian itu baru sebatas hitung acak (sampling) dari 8 Unit Pelayan Terpadu (UPT) Puskesmas. Padahal, jumlah total di wilayah Gresik ada 32 Puskesmas.

“Penggeledahan ini kita lakukan untuk melengkapi alat bukti terkait dugaan pemotongan dana BPJS Kesehatan. Yang mana dana itu harusnya diberikan ke Puskesmas tapi dipotong 10 persen dan diambil oleh Dinas Kesehatan. Nilai kerugiannya sekitar Rp 500 juta,” ujar Kajari Gresik, Pandoe Pramoe Kartika di kantornya Jalan Permata, Kebomas, Senin (6/8/2018).

Pandoe mengatakan, nilai kerugian itu ditemukan dari hitung sementara di 8 UPT Puskesmas. “Jadi hitungannya itu baru sampling di 8 Puskesmas dari 32 Puskesmas selama kurun waktu satu tahun mulai 2016 hingga 2017. Karena yang sudah diperiksa baru 8 Puskesmas,” tambahnya.

Dalam Penggeledahan itu, petugas menyasar ruang kerja Kadinkes Gresik, Moh Nurul Dholam.

Mereka, petugas Kejari,  tampak membawa sejumlah berkas dan perangkat komputer yang sudah ditempeli stiker segel.

Tak hanya ruang kerja Kadinkes, petugas juga menggeledah ruang kerja Sekretaris Dinkes Gresik, Saifudin Ghozali, Kabid Pelayanan Kesehatan Hari Tutik Rahayu dan Kasubag Rengram Rusma Winda.

“Tolong bagi pegawai yang lain agar tidak memindahkan atau membawa berkas ke luar ruangan,” ujar Kasi Intel Kejari Gresik, Marjuki saat menggeledah ruang kerja Kabid Pelayanan Kesehatan.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, Penggeledahan kali ini dibagi dalam 2 tim dengan diback-up oleh penyidik dari Kejaksaan Agung. Yang mana tim pertama melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Gresik.

Sedangkan tim kedua melakukan penggeledahan di tempat kediaman Kadinkes Moh Nurul Dholam, yang berada di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Gresik, di sejumlah ruang Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan rumah Kepala Dinkes Moh Nurul Dholam.

Marjuki mengaku, dalam penggeledahan ini pihaknya telah menyita sejumlah bukti seperti komputer, laptop, handphone, buku tabungan dan beberapa berkas dokumen yang berkaitan dengan pemotongan dana jaspel BPJS Kesehatan ini. “Kita juga membawa tiga staf Dinkes sebagai saksi penggeledahan,” pungkasnya.(ron/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>