Petani Gresik Tolak Impor Beras

Kamis, 18 Januari 2018  23:17

Petani Gresik Tolak Impor Beras

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Horti Dispertan Dinas Pertanian Gresik Iwan Lukito

GRESIK(BM)- Sejumlah petani di Kecamatan Benjeng menolak rencana pemerintah yang akan mengimpor beras, karena dianggap justru akan merusak harga petani. Impor beras dianggap hanya akan membuat harga gabah petani, anjlok. Saat ini, harga gabah mencapai diatas Rp 5000 per kilogram. Sementara bila musim panen, harga gabah hanya Rp 3000 per kilogram.

Penolakan petani terhadap rencana pemerintah itu  beralasan. Bagi petani, naiknya harga beras akhir - akhir justru akan membuat petani merugi, apalagi dalam waktu dekat petani di Kabuapetn Gresik akan panen raya.“ Kita ini mau panen kok malah impor beras,” ungkap Johan petani asal Desa Benjeng, kemarin (18/1.

Meski harga beras  mengalami kenaikan di sejumlah daerah pada awal 2018 dan memicu rencana pemerintah mengimpor beras  500.000 ton, namun justru kabupaten Gresik mengalami surplus  119000 ton beras. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Horti Dispertan Dinas Pertanian Gresik  Iwan Lukito Kamis. Diungkapkan Kabupaten Gresik mengalami surplus beras hingga satu tahun kedepan.
Tiga kecamatan penyumbang surplus beras tertinggi di Gresik, lanjut Iwan Lukito, berada di Kecamatan Benjeng, Balong Panggang, dan Cerme.  Ketiga daerah tersebut hampir 40 persen penyumbang surplus. “ Tiga kecamatan itu memang masih banyak lahan persawahan dan irigasinya bagus, sehingga produksi padinya surplus,” bebernya.

Terkait harga beras di Kabupaten Gresik, yang ikut terkerek naik, Irwan Lukito  mensinyalir karena permainan pasar serta kecenderungan petani menjual gabah kepada tengkulak maupun pedagang besar.  “Aneh kita ini surplus kok malah di pasar harga beras malah naik. Ini pasti ada permainan pasar,” imbuhnya.(Ron/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>