Kuasa Hukum Sebut VA Dijebak, Polisi: Fakta Akan Bicara

Selasa, 08 Januari 2019  20:43

Kuasa Hukum Sebut VA Dijebak, Polisi: Fakta Akan Bicara

Kuasa Hukum Vanessa Angel saat menggelar jumpa pers di Jakarta

Surabaya (BM) - Kuasa hukum Vanessa Angel (VA) menyebut, kliennya tak terlibat prostitusi online. Ia juga mengatakan, bahwa Vanessa dijebak. Menjawab hal tersebut, polisi meminta masyarakat untuk menunggu fakta yang akan berbicara.

"Setiap kuasa hukum pasti membela kliennya. Apapun juga. Kita tidak berpolemik di sini, tapi fakta yang membuktikan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Selasa (8/1/2019).

Barung melanjutkan, seandainya memang benar Vanessa dijebak, lantas mengapa yang bersangkutan digerebek di hotel? Terlebih ada juga fakta yang menyebut Vanessa digerebek saat melakukan hubungan badan. "Kalau dia dijebak, kenapa berada di hotel?" lanjut Barung.

Penjelasan senada juga disampaikan Barung terkait Vanessa yang mengaku kedatangannya ke Surabaya untuk menjadi MC, bukan memenuhi panggilan dari pelanggannya.

"Masak nge-MC di kamar hotel?" tanya Barung lagi.

Barung menambahkan, terlepas dari bantahan pengacara Vanessa tentang keterlibatan Vanessa dalam prostitusi online, dalam menangani kasus ini, polisi bukannya sengaja membuka aib seseorang, namun memang murni ingin mengungkap kasus prostitusi.

"Yang jelas bukan sengaja membuka aib seseorang. Kebetulan saja prostitusi itu adalah artis," pungkasnya.

 

Tidak Terlibat

Sebelumnya, pengacara Vanessa Angel, Zakir Rasyidin menegaskan kliennya tidak terlibat dalam jaringan prostitusi online. Pengacara juga membantah kabar tarif Rp 80 juta untuk kencan dengan Vanessa.

"Kalau klien kami dituduh (terlibat) prostitusi, itu tidak benar. Kedua, tidak ada uang Rp 80 juta tarif Vanessa, nggak benar itu. Kemudian DP masuk itu juga tidak benar," kata Zakir dalam jumpa pers di Kalibata City, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Vanessa Angel, disebut Zakir, berada di Surabaya berdasarkan undangan dari Sisca. Menurut kliennya, Sisca mengundang Vanessa untuk mengisi acara.

"Klien kita ini murni dijebak, yang jebak siapa? Patut diduga orang yang mengundang ke sana. Klien kami ke Surabaya, dia MC untuk mengisi acara, tiba-tiba ada penggerebekan. Disebutlah klien kami korban prostitusi," sambung Zakir.

Pengacara meminta polisi memastikan soal posisi Vanessa. Sebab, Vanessa diamankan pada Sabtu (5/1) dengan perempuan bernama Avriellia Shaqqila. Sedangkan polisi saat ini menetapkan dua orang tersangka, yakni muncikari berinisial ES dan TS.

"Klien kami berbusana, tuduhan jaringan prostitusi online, kita simpulkan tidak terlibat," tegas Zakir.

Kuasa hukum Vanessa Angel, Muhammad Zakir Rasyidi membantah pernyataan Kepolisian Daerah Jawa Timur soal barang bukti dugaan tindak prostitusi online yang dilakukan kliennya.

Muhammad Zakir Rasyidi menyebut tidak ada kondom yang disita dari tangan Vanessa Angel. Seperti diketahui, polisi sebelumnya menyebut telah menyita sekotak kondom merek sutra, celana dalam, iPhone X, dan simcard milik artis 27 tahun itu.

"Kalau kondom tidak ada. Kalau dalam sitaan kita terima ini," ujar Muhammad Zakir Rasyidi sambil menunjukkan sebuah kertas, saat menggelar jumpa pers di Kalibata City, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Dalam surat keterangan penerimaan barang bukti yang diterima Zakir dari pihak polisi, tidak ada alat kontrasepsi seperti yang dituduhkan kepada Vanessa Angel. Celana dalam yang menjadi barang bukti pun juga dipertanyakan apakah benar diambil dari di kasur yang dipakainya atau yang baru, dari dalam tas Vanessa.

Soal pernyataan yang menyebut Vanessa Angel sedang melakukan berhubungan badan saat terciduk, Muhammad Zakir Rasyidi juga tak dapat berkomentar banyak.

Namun, ia bisa menjamin bahwa kliennya mengenakan pakaian lengkap, tak seperti yang dituduhkan sebelumnya bahwa Vanessa Angel sedang tidak berbusana saat ditangkap.

"Kalau sama pria atau tidak kita tidak bisa jelaskan. Itu biar penyidik. Kalau berbusana atau tidak, ia berbusana (saat ditangkap)," tandasnya.

Ditipu Rp 20 Juta

Masih terkait kasus tersebut, manajer artis Vanessa Angel yang diketahui bernama Lidya mengaku tertipu oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai seorang perwira Polda Jatim. Oknum tersebut meminta uang Rp 20 juta kepada Lidya.

"Barusan atas nama ibu Lidya, manajer dari Vanessa Angel tertipu Rp 20 juta mengatasnamakan Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Selasa (8/1/2019).

Barung mengatakan manajer Vanessa tersebut ditipu oleh seseorang yang mengaku-ngaku sebagai penyidik yang menangani kasus Vanessa. Bahkan ia berani mengaku sebagai Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi.

Dari keterangan Lidya, polisi gadungan itu menjanjikan bisa menghentikan kasus yang membelit Vanessa bila Lidya mengirimkan uang sebesar Rp 20 juta ke rekeningnya.

Namun nyatanya janji itu palsu. Lidya pun melaporkan hal ini kepada Polda Jatim, Selasa (8/1/2018). Barung mengatakan laporan tersebut sudah masuk ke Polda Jatim.

Belajar dari pengalaman ini, Barung pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati.

"Kami mengharapkan seluruh masyarakat berhati-hati kepada kasus penipuan ini. Jangan lagi ada yang menerima telepon sembarangan dan mengaku-aku dari Polda Jatim," pesannya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>