Kuasai Harta Warisan Istri, Suami Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Terdakwa Datuk Iksan Marsudi Mengenakan Rompi Merah Saat Menjalani Sidang.
By: arifan
17 Okt 2019 17:03
 
 

SURABAYA (BM) - Terdakwa Datuk Iksan Marsudi (49) dituntut hukuman penjara selama 1,5 tahun pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (17/10/2019). Pria yang tinggal di Jalan Darmo Permai Timur 5/14 Surabaya ini dinyatakan terbukti memberikan keterangan palsu.

Sebelum sidang digelar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis lebih dulu meminta izin kepada majelis hakim agar surat tuntutan tidak dibacakan seluruhnya. “Mohon majelis hakim surat tuntutan akan saya bacakan pokok-pokoknya saja,” katanya.

Atas permintaan tersebut, ketua majelis hakim Anne Rusiana pun memberikan izin. Keputusan itu diberikan setelah kuasa hukum terdakwa menyatakan tidak keberatan surat dakwaan hanya dibacakan pokok-pokoknya saja. “Baik, surat tuntutan akan dibacakan pokok-pokoknya saja,” kata hakim Anne.

Dalam surat tuntutannya, JPU Darwis menyatakan bahwa terdakwa dinyatakan bersalah telah memberikan keterangan palsu dalam akta waris. “Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan,” ujarnya.

Usai tuntutan dibacakan, hakim Anne memberikan waktu satu minggu kepada terdakwa untuk mengajukan nota pledoi atau pembelaan. “Untuk pembelaan kami beri waktu seminggu ya,” kata hakim Anne kepada terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal saat Datuk menikahi Gaby Silvy Fauziah pada Juni 2005. Namun tak berlangsung lama, Gaby meninggal dunia di usia ke 71 tahun pada Agustus 2005. “Bahwa Gaby Silvy Fauziah mempunyai satu adik kandung bernama Anthonia Meulemans,” ujarnya saat membacaka surat dakwaan.

Kemudian pada 2006, adik kandung Gaby yaitu Anthonia Meulemans mengajukan gugatan intervensi terhadap Datuk dan telah berkekuatan hukum tetap atau inchraht. Putusan gugatan tersebut menyatakan bahwa yang berhak atas semua warisan Gaby adalah adik kandungnya yaitu Anthonia.

Namun Datuk gelap mata hingga akhirnya nekat mengajukan permohonan penetapan waris ke Pengadilan Agama Surabaya pada Maret 2017. Dalam permohonan itu, Datuk menyatakan bahwa Gaby tidak memiliki saudara kandung, sehingga putusan Pengadilan Agama Surabaya menetapkan bahwa ahli waris adalah Datuk.

 

Usaha Datuk pun membuahkan hasil. Buktinya dengan bermodal penetapan Pengadilan Agama Surabaya, pria lulusan SMA itu berhasil mengausai obyek tanah di Bendul Merisi Besar Timur Nomor 57C Surabaya. (arf/tit)


Create Account



Log In Your Account