Pacar Ingkar Janji, Bisakah Dituntut Hukum?
Moh. Samsul Hidayat, SH
By: Wahyu
21 Feb 2017 19:42
 
 
Rubrik Konsultasi Hukum
Diasuh Oleh: Moh. Samsul Hidayat, SH
 
Pertanyaan: 
 
Redaksi Berita Metro Yth.
 
Saya adalah seorang wanita. Saya memiliki seorang kenalan yang kemudian jadi pacar. Namun sayang, gaya pacaran kami sudah melebihi batas. Kami kerap kali melakukan hubungan layaknya hubungan suami istri, yang mana hal tersebut sudah kami lakukan sampai tidak terhitung jumlahnya. Saya mau melakukannya karena pacar saya pernah berjanji akan menikahi saya suatu hari nanti. Jika dilihat dari segi finansial dia sangat siap. Namun dikarenakan suatu hal, hubungan kami akhirnya kandas. 
Saya mau bertanya, apakah secara hukum saya dapat menuntut janji pacar saya, dan tindakan apa yang dapat saya lakukan?
 
FARIDA alias IDA 
Rungkut Lor Surabaya    
 
Jawaban:
 
Terima Kasih atas pertanyaan saudara,
 
Menanggapi pertanyaan saudara tersebut dapatnya kami sampaikan sebagai berikut :
 
Bahwa apabila mengacu pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku, kedudukan saudara sangat sulit untuk mempermasalahkan tindakan kekasih saudara tersebut secara hukum, namun sulit bukan berarti tidak bisa. 
 
Dalam pokok permasalahan yang saudara tanyakan tersebut, kami akan membedakan pembahasannya menjadi 2 (dua) keadaan, yakni dalam keadaan apabila saudara sudah dewasa dan keadaan apabila saudara masih termasuk dalam kualifikasi anak. (mengingat Kami tidak mengetahui berapa umur saudara).
 
Jika saudara sudah dewasa
Apabila mengacu pada Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), usia Anda sudah dinilai cukup dewasa untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang Anda lakukan.
  
Bahwa apabila saudara menggunakan ketentuan yang mengatur mengenai pemerkosaan untuk menjerat kekasih saudara, sebagaimana ketentuan Pasal 285 KUHP yang menyatakan “Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia, dihukum, karena memperkosa, dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun”, maka pada dasarnya ketentuan tersebut secara hukum tidak memenuhi unsur pidananya, sebab tidak ada unsur paksaan dalam perbuatan itu (berdasarkan cerita saudara, kami berkesimpulan bahwa perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka).
  
Begitu pula apabila saudara menggunakan ketentuan mengenai penipuan untuk menjerat kekasih saudara, sebagaimana ketentuan pasal 378 KUHP yang menyatakan "Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan-karangan perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun."
 
Maka mungkin saja perbuatan kekasih saudara memenuhi unsur “memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan-karangan perkataan bohong, membujuk orang” karena dia telah berjanji untuk menikahi saudara secara lisan. Namun unsur “memberikan sesuatu barang” dalam ketentuan tersebut menurut hukum tidaklah terpenuhi, karena kata “barang” dalam pasal tersebut tidak dapat diperluas penafsirannya hingga meliputi kehormatan wanita. 
 
Memang pernah ada putusan pengadilan pada tahun 2003 yang pada pokoknya mempertimbangkan bahwa kata “barang” dalam ketentuan Pasal 378 KUHP tersebut diperluas maknanya , termasuk dalam hal kehormatan wanita. Pertimbangan tersebut didasarkan pada niat atau pemikiran untuk melindungi wanita yang menjadi korban bujuk rayu laki-laki. Namun, Putusan tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung karena dianggap kurang tepat.
 
Bahwa walaupun demikian, saudara tidak perlu berkecil hati, karena saudara masih memiliki hak untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap kekasih saudara melalui Pengadilan Negeri dan meminta ganti rugi kepada kekasih saudara karena tak mau bertanggung jawab atas tindakannya yang merugikan saudara tersebut.
 
Langkah tersebut kami nilai merupakan langkah yang dapat saudara tempuh, mengingat   Mahkamah Agung pernah menyatakan seorang pria telah melakukan perbuatan melawan hukum dan mewajibkan pembayaran ganti rugi, karena melakukan tindakan yang serupa.
 
Jika Saudara masuk kategori anak
 
Bahwa Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak telah mendefinisikan anak sebagai berikut “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan”.
 
Maka apabila kejadian tersebut terjadi kepada saudara yang notabene masih belum berusia 18 (delapan belas) tahun, maka berdasarkan ketentuan Pasal 76 D jo. Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, yang menyatakan :
 
Pasal 76 D :
 
“Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.”
 
Pasal 81 ayat (1) dan (2) :
 
“(1) Setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
 
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.”
 
saudara dan/atau orang tua saudara dapat melaporkan kekasih saudara kepada pihak berwajib.
 
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. -MSH-

Create Account



Log In Your Account