Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Polda Tetapkan 6 Tersangka
Pertemuan Kapolda Jatim dengan ulama Sampang, Minggu (26/5).
By: admin
26 Mei 2019 21:52
 
 

JAKARTA (BM) - Polda Jawa Timur menetapkan enam tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura yang terjadi pada Rabu (22/6) malam lalu. "Sudah kita tetapkan tersangka, saat ini penyidik masih memeriksa mereka untuk mengembangkan pelaku lainnya," jelas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan usai menggelar audiensi dengan ulama-ulama Sampang di rumah dinasnya, Jalan Bengawan, Surabaya, Minggu (26/5).

Di hadapan para ulama itu, kapolda menjelaskan peran masing-masing tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan pada 22 Mei lalu.

"Yang kita amankan dan dijadikan tersangka, ada yang berperan sebagai pelaku lapangan juga aktor intelektualnya," ungkap jenderal polisi dua bintang tersebut.

Sementara terkait tersangka lain yang hingga saat ini masih didalami penyidik, Luki menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi nama-nama yang bakal dijadikan tersangka baru tersebut.

"Untuk itu kita minta untuk segera menyerahkan diri," pungkasnya.

Seperti diketahui, Rabu (22/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB, Mapolsek Tambelangan digruduk sekitar 200 an orang, yang kemudian melemparinya dengan batu dan molotov hingga terbakar habis.

Kapolda Jawa Timur mengatakan, bahwa aksi massa ini dipicu oleh kabar hoaks yang menceritakan penangkapan salah satu ulama Madura saat aksi people power 22 Mei di Jakarta.

Ulama yang hadir di pertemuan dengan Kapolda, yaitu KH Ali Badri, KH Fauroq Alawi, KH Malik, KH Buchori Maksum, KH Muqtadir Sonhaji, KH Ulum, KH Yahya Naninudin dan KH Fahul. Kapolres Sampang juga turut mendampingi.

Penjarahan

Polisi menyebut para pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang akan dikenai pasal tentang pengrusakan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan mereka yang terlibat akan dikenakan pasal lainnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki mengatakan penambahan pasal itu karena pihak polisi menemukan fakta bahwa selain membakar, massa juga diketahui menjarah mapolsek.

"Pasalnya pengrusakan 170 KUHP dan nanti akan dikenakan juga pasal-pasal yang lain karena ada barang-barang yang hilang," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan usai menerima para ulama dari Sampang di rumahnya Jalan Bengawan nomor 30, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Lalu apa saja barang yang hilang? Luki mengungkapkan ada sejumlah alat komunikasi yang saat ini diduga hilang. Namun begitu pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut apa saja barang yang terbakar dan hilang.

"Apakah barang itu betul-betul terbakar atau hilang. Tapi kalau terbakar tentu ada bekasnya. Tapi kami mencari saat ini ada alat komunikasi yang hilang tidak ada di polsek," terangnya.

Luki melanjutkan, keenam tersangka yang saat ini telah ditahan di Mapolda Jatim rencananya akan ditampilkan Senin (27/5). Dalam kesempatan itu juga, ia berencana juga akan menanyakan langsung barang-barang apa saja yang telah dijarah.

"Insyaallah besok akan kami sampikan pelaku-pelakunya dan barang bukti yang sudah kami amankan. Dan kami juga menanyakan kemungkinan ada barang yang diambil. Nah, ini yang akan kami kembangkan terus," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 9 ulama dari Sampang, Madura mengadakan pertemuan dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan. Pertemuan itu dilakukan secara tertutup di kediaman Kapolda Jatim di Jalan Bengawan nomor 30 Surabaya.

Salah satu ulama yang mengikuti pertemuan itu adalah Kiai Buchori Maksum. Kiai Buchori mengatakan ada tiga poin yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Kapolda Jatim selama kurang lebih 2 jam itu.

"Pertama kami bersilaturahmi untuk mempererat komunikasi kami dengan Bapak Kapolda. Yang kedua, kami memberikan masukan pada Bapak Kapolda kaitannya dengan kejadian di Tambelangan yaitu pembakaran kantor Polsek," kata Kiai Buchori usai pertemuan kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).

Kiai Buchori menambahkan dalam kaitan kasus pembakaran mapolsek Tambelangan, pihaknya mengaku memberi masukan agar tegas menindak para pelaku terutama aktor dibaliknya. Sebab, hal itu telah mencoreng nama ulama dan pemerintah setempat.

"Kami memberi masukan kepada bapak Kapolda agar tidak ragu-ragu untuk menegakkan hukum siapa-siapa yang terlibat di dalam kejadian itu. Karena ini terus terang saja bisa mencemarkan dan mencoreng nama-nama ulama di sampang dan pemerintah," tegas pria yang juga ketua MUI Sampang itu.

"Untuk itu kami mengharap dengan hormat kepada bapak Kapolda untuk mengusut secara tuntas dan mencari siapa aktor otak di belakang itu. Karena kami yakin tanpa ada aktor dan otak yang utama sebagai penggerak pihak ketiga itu mana mungkin bisa terjadi," lanjut Kiai Buchori.

Sedangkan pada poin terakhir, tidak hanya menyarankan agar mengusut tuntas kejadian pembakaran mapolsek Tambelangan, para ulama di Sampang juga siap bekerjasama dengan pihak pemerintah dan aparat kepolisian dalam hal ini Polda Jatim dalam memproses kasus tersebut. Sebab ke depannya, para ulama tidak ingin ke depannya peristiwa itu terjadi lagi.

"Yang terakhir kami para ulama sangat prihatin dan sangat kecewa dengan kejadian ini. Untuk itu mudah-mudahanan kami (bisa) bekerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan. Insyaallah semoga tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Pembakaran

Seperti diketahui, pembakaran Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura yang terjadi pada Rabu (22/6) malam. Kerusakan yang terjadi cukup parah. Selain bangunan polsek ludes, belasan kendaraan bermotor juga ikut terbakar.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyebut, ada tiga mobil dan 11 motor yang terbakar. Rinciannya, ada dua mobil dinas, dan satu mobil milik warga, satu motor dinas dan 10 motor pribadi milik petugas kepolisian.

"Kami sudah meninjau lokasi, kami melihat langsung polsek itu sudah habis terbakar, ada mobil dinas dua, kendaraan roda duanya satu, yang 10 kendaraan pribadi. Dan ada satu mobil warga masyarakat yang titip yang ikut terbakar habis," kata Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (23/5/2019).

Sementara itu di lokasi, petugas telah memasang garis polisi. Sementara bangunan Mapolsek Tambelangan terlihat gosong di beberapa sisi. Nampak atapnya telah runtuh dengan puing-puing yang tersisa.

Sedangkan tembok bertuliskan Mapolsek Tambelangan yang terletak di sisi depan Mapolsek terlihat hampir roboh dengan sisa puing-puing di tanah. Sedangkan pagar di sebelah tembok juga telah dirubuhkan massa.

Pemandangan lainnya, nampak beberapa mobil dan motor yang tak sempat diselamatkan menjadi gosong. Luki mengatakan ada tim inafis yang masih melakukan identifikasi di lokasi.

Kapolda Jatim juga menegaskan jika pembakaran Mapolsek Tambelangan oleh massa tak berkaitan dengan Pilpres. Penyebabnya, massa dipicu berita hoaks di salah satu media. (det/mer/tit)


Create Account



Log In Your Account