Pembuat Hoax Surat Suara Tercoblos Ditangkap

Selasa, 08 Januari 2019  18:40

Pembuat Hoax Surat Suara Tercoblos Ditangkap

Brigjen Dedi Prasetyo

Jakarta (BM) - Bareskrim Polri menangkap seorang terduga pembuat hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Pelaku diamankan di Bekasi, Jawa Barat. "Satu diamankan dan saat ini masih diperiksa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (8/1/2019).

Pelaku menurut Dedi akan dibawa ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lanjutan. Namun Dedi enggan mengungkapkan detail identitas dan kronologi penangkapan. "Dibawa ke Bareskrim, (Direktorat) Siber," ujar Dedi.

Mabes Polri rencananya akan merilis penangkapan pembuat konten hoax ini pada Rabu (9/1), pukul 10.00 WIB. "Selengkapnya akan dirilis besok jam 10.00 WIB," ujarnya. Dedi.

Polisi mengatakan terduga pembuat hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos adalah pria berinisial B. Kini B berstatus tersangka setelah diamankan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"B sudah ditetapkan sebagai tersangka. Diduga (yang) pertama kali menyebarkan," kata Brigjen Dedi Prasetyo.

Dedi menuturkan B diamankan pada Senin (7/1) di Bekasi. Dedi menjelaskan penyidik akan mendalami keterangan B.

"Akan didalami keterangan tersangka tersebut dan dikaitkan dengan alat bukti, baru dikonstruksikan peran apakah dia buzzer murni apakah dia kreator, itu tergantung pemeriksaan," jelas Dedi.

Dedi menerangkan penyidik juga akan menelusuri siapa aktor intelektual di balik hoax ini. "Tim ini akan menuntaskan semaksimal mungkin," tutup dia.             

Sebelumnya polisi menetapkan 3 orang tersangka penyebaran hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Ketiga tersangka itu tidak ditahan.

Seorang ersangka berinisial J ditangkap polisi di Brebes, Jawa Tengah. "Saat ini untuk tim sudah melakukan penetapan lagi 1 orang tersangka atas nama J (yang) ditangkap atau diamankan di kecamatan Bumi Ayu, Brebes," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Dedi menyebut J ikut menyebarkan informasi hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di media sosial. Tersangka dijerat Pasal 14 ayat 2 UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Ancaman hukuman 3 tahun. Selesai dilaksanakan pemeriksaan, sama dengan 2 tersangka sebelumnya, tidak dilakukan penahanan karena perannya hanya sebagai penerus atau yang ikut memviralkan konten berita hoax tersebut," ujarnya.

Sebelumnya 2 orang berinisial HY dan LS sudah lebih dulu jadi tersangka . Polisi kini masih memburu siapa pembuat dan buzzer konten hoax 7 kontainer surat suara tercoblos tersebut.

Polisi mengaku sudah mengantongi identitas pembuat rekaman hoax tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Namun belum melakukan penangkapan. "Polri tidak mau berspekulasi. Kita menguatkan kembali alat bukti yang memang dibutuhkan nanti dalam proses sidik sampai dengan pelimpahan berkas di JPU," kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (7/1).

Karena, dalam pasal 184 KUHP diwajibkan bahwa alat bukti harus dikuatkan dengan adanya pembuktian melalui proses ilmiah seperti hasil dari laboratorium.

Lab khusus untuk meneliti rekaman hoax ini dimiliki Polri.

"Apabila BB (barang bukti) sudah kuat baru penyidik tidak akan ragu melakukan penegakan hukum, Polri dalam ini, selalu menggunakan asas praduga tak bersalah," pungkas Dedi. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>