Pembunuhan Bangkalan, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Rabu, 07 Agustus 2019  19:35

Pembunuhan Bangkalan, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Evakuasi Korban Tewas Di Pasar Bangkalan.

Surabaya (BM) – Warga Bangkalan dan sekitarnya gempar! Dua mayat dengan kondisi bersimbah darah ditemukan tergeletak di Pasar Tona'an, Desa Binoh, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Polres Bangkalan menyatakan telah mengantongi identitas pelaku.

"Pelaku sudah kita identifikasi, sudah kita lakukan pengejaran. Semoga bisa cepat tertangkap," kata Kapolres Bangkalan AKBP Bobby P Tambunan kepada detikcom di Surabaya, Rabu (7/8/2019).

Bobby menambahkan pihaknya belum bisa menyebut jumlah pasti berapa pelaku pembunuhan sadis itu. Namun pihaknya tengah berupaya mengumpulkan saksi dari TKP. 

"Pelakunya belum bisa kita pastikan. Kita kumpulkan keterangan saksi dari TKP," imbuhnya.

Saat ditanya terkait motif, Bobby mengatakan hal ini masih dilakukan penyelidikan. Penyelidikan ini dilakukan dengan memeriksa orang-orang dekat korban.

"Kalau motifnya belum tahu karena korbannya dua-duanya kan meninggal dunia. Nanti mungkin coba kita periksa orang dekatnya. Motif masih kami dalami, masih coba kita gali dari orang-orang terdekat," pungkasnya.             

Kapolres Bangkalan AKBP Bobby P Tambunan menambahkan, dua mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

"Kita menerima informasi dari masyarakat bahwa di Pasar Tona'an ada peristiwa penganiayaan orang yang mengakibatkan meninggal dunia. Korbannya ada dua orang, laki-laki dan perempuan," kata Bobby.

Bobby menambahkan, penganiayaan terjadi pada Selasa (6/7) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban yang melintas di daerah pasar dicegat oleh pelaku yang membawa senjata tajam. Kedua korban pun mencoba kabur tapi tak berhasil.

"Ini dibacok. Informasinya, mereka lewat pasar itu, kemudian dicegat pelaku. Terus yang korban laki-laki berupaya melarikan diri ke arah pasar, namun pelaku membacok ke arah laki-laki. Kemudian pelaku perempuan lari ke sawah juga dibacok dan dua-duanya meninggal dunia," terang Bobby.

Pembunuhan itu tidak diketahui siapa pun karena kondisi sekitar pasar yang sudah sepi. Padahal pembacokan tersebut terbilang masih sore.

"Sekitar pukul 19.30 WIB, setengah 8 malam. Ndak terlalu malam, cuma di pasar begitu kan cukup sepi dan ndak terlalu ramai juga," pungkasnya.

 

Identitas Korban

Keberadaan sosok dua mayat penuh luka bacok itu langsung memecah keheningan malam warga Desa Tona'an.

Melihat hal itu, keberadaan dua mayat tersebut langsung dilaporkan Polsek Burneh dan dibawa ke Kamar Mayat RSUD Syamrabu Bangkalan.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno mengungkapkan, tubuh pria itu mengalami luka baok pada betis sebelah kiri, luka bacok di bagian leher, dan luka bacok di bagian wajah.

"Sedangkan pada tubuh perempuan, ditemukan luka bacok di paha kiri dan leher hampis putus," ungkapnya kepada Tribunmadura.com.

 

Diduga Soal Asmara

Menjelang tengah malam, Anggota Polsek Burneh Bangkalan dibantu Tim Opsnal dan Reskrim Polres Bangkalan masih melakukan penyelidikan atas pembunuhan dua pria-wanita di Desa Tona'an Kecamatan Burneh, Selasa (6/8/2019) malam.

"Untuk sementara, motif belum diketahui. Dugaan sementara dari informasi yang beredar adalah masalah asmara atau perselingkuhan," ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno.

Dua mayat pria-wanita dengan tubuh penuh luka bacok itu ditemukan di pinggir jalan dekat Pasar Tona'an Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Polsi mengidentifikasi mayat pria pria diektahui atas nama Sinur (30) warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh.

Sedangkan mayat perempuan diketahui atas nama Farida (30), warga Desa Pandan Lanjang, Kecamatan Arosbaya.

"Tubuh Sinur ditemukan berjarak 150 meter dari Pasar Tonaan. Sedangkan korban Farida berjarak 100 meter ke arah timur pasar, di tanah kosong utara jalan," papar Suyitno.

Saat ditemukan dengan posisi terlentang miring menghadap bahu jalan dengan kepala menghadap ke atas.

Ia menggunakan sarung berwarna orange dengan kemeja berwarna krem. Korban menderita luka baok pada betis sebelah kiri, luka bacok di bagian leher, dan luka bacok di bagian wajah

Sedangkan mayat Farida ditemukan dengan posisi telungkup, kepala menghadap tanah. Dia memakai atasan berwarna hijau tua dan sarung berwarna hijau muda bermotif bunga.

"Korban Farida menderita luka bacok di paha kiri dan leher hampis putus," tegas Suyitno.(det/tri/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>