Penyerang Gereja Santa Lidwina Ditetapkan Tersangka

Selasa, 13 Februari 2018  17:17

Penyerang Gereja Santa Lidwina Ditetapkan Tersangka

Kapolda DIY

JAKARTA (BM) - Polisi resmi menetapkan Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta sebagai tersangka. Pria yang pernah bersekolah di Banyuwangi ini melancarkan aksinya Minggu (11/2) lalu.

"Pelaku (penyerang gereja) sudah dinyatakan sebagai tersangka. Yang bersangkutan ada perjalanannya bahwa dia SMP nya di Banyuwangi, SMA yang ada di Morowali, kuliah di Palu, kemudian dia ikut kegiatan-kegiatan organisasi keagamaan yang mempunyai aqidah yang berbeda pemahamannya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Selain menjadi mahasiswa di Palu, Sulawesi Tengah, Suliono juga pernah menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren Magelang, Jawa Timur.

Setyo menambahkan mahasiswa Palu, Sulawesi Tengah ini juga pernah ingin melakukan perjalanan ke Suriah. Tapi gagal.

"Dia transitnya pernah dia apply paspor yang informasinya dia akan ke Suriah. Kemudian sudah dua atau tiga kali dia apply tapi terkendala dengan dokumentasi dia. Kalau tidak salah dia KTP-nya atau apa yang kurang bisa diterima oleh imigrasi. Sehingga paspornya ditolak Imigrasi Magelang dan Yogya," kata Setyo.

Namun, Setyo tak tahu persis berapa kali pria yang pernah bersekolah di Banyuwangi, Jawa Timur, selalu gagal saat ingin pergi ke Suriah. "Dua atau tiga kali. Saya dapat info dia memang berupaya melakukan jihad mau ke luar negeri," ujarnya.

Selain itu, Setyo pun mengungkapkan bahwa Suliono merupakan pelaku teror yang melakukan secara sendiri atau Lonewolf. Karena dirinya berani melakukan aksi teror seperti itu berdasarkan belajar dari internet yang mengakibatkan dirinya keliru.

"Sampai sejauh ini kita masih melihat Lonewolf. Dia dapat pemahaman yang keliru ya, dia belajar dari internet kemudian ia ingin melaksanakannya dari dorongan dia sendiri," ungkapnya.

Hal itu dikatakan oleh tersangka kepada polisi dilakukan interogasi. Namun, sampai saat ini polisi masih belum bisa membuat Berita Acara Perkara (BAP) terhadap tersangka, karena masih mengalami luka setelah mendapatkan hadiah timah panas dari polisi karena telah melakukan perlawanan saat ingin ditangkap.

"Belom di BAP tapi sudah diinterogasi. Interogasi baru wawancara-wawancara. Interogasi kan belum projusticia, itu masih mungkin informasi-informasi awal. Nanti akan didalami lagi dan projusticia kalau udah BAP setelah sembuh di BAP kalau belom sembuh enggak boleh," ucapnya.

Terkait soal tersangka pernah belajar ilmu agama di salah satu pondok pesantren yang ada di Indonesia, Setyo tak ingin mengungkapkan nama pondok pesantren tersebut. Tapi, Setyo menyebut kalau tersangka sudah melakukan penyimpangan.

"Saya enggak usah sebutkan nama pondoknya. Saya melihat dia mengikuti satu kelompok yang mungkin pemahamannya berbeda," tandasnya.

 

Densus 88

Tim dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri datang ke Yogyakarta untuk memeriksa tersangka. "Kondisi tersangka membaik, dilanjutkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Ini dari Densus juga hadir, nanti kita lihat hasil pemeriksaannya," kata Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri, kepada wartawan di RS Bhayangkara, Jalan Solo Km 13 Kalasan, Sleman, Selasa (13/2/2018).

Tim Densus 88 telah tiba di Yogyakarta sejak Senin (12/2) kemarin. Mereka dilibatkan untuk membantu menelusuri rekam jejak Suliono. Dofiri mengaku sejauh ini dia belum menerima laporan terkini dari penyidik terkait hasil pemeriksaan tersebut.

"Sementara saya belum dapat laporan, secara detail hasil pemeriksaan, nanti kita tunggu hasil pemeriksaannya," jelasnya.

Proses pemeriksaan Suliono berlangsung di RS Bhayangkara karena dia masih menjalani perawatan seusai dioperasi lutut kanannya yang mengalami luka tembak. Dia ditempatkan di ruang khusus dan dipisah dengan pasien umum, dengan penjagaan ketat polisi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan tim Densus 88 diturunkan ke Yogyakarta untuk mendalami penyerangan Gereja Lidwina. Tim akan mendalami profil Suliono.

"Saya telah menurunkan tim Densus dan jajaran intelijen bekerja sama dengan Polda DIY untuk mendalami profil Suliono ini," ujar Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2).

Sementara itu Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri belum mengonfirmasi apakah tersangka terkait jaringan teroris dan dikabarkan sempat akan berangkat ke Suriah. Pemeriksaan terhadap pelaku, Suliono (23) masih berlangsung.

"Yang nangani itu penyidik, sementara saya belum dapat laporan itu (terkait jaringan teroris) yang terakhir dari penyidik, saya datang ke sini (RS Bhayangkara) hanya menengok kondisi tersangka," kata Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri, kepada wartawan di RS Bhayangkara, Jalan Solo Km 13 Kalasan, Sleman, Selasa (13/2/2018).

Dofiri menyebut saat ini Suliono masih diperiksa intensif oleh tim penyidik dari Polda DIY dan Densus 88. "Secara detail hasil pemeriksaan, kan dari Densus juga hadir, nanti kita tunggu hasil pemeriksaannya," jelasnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan, penyidik sejauh ini masih mengembangkan dan mendalami keterangan Suliono dan saksi-saksi. (mer/rmo/tit)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>