Polda Metro Tetapkan Sofyan Jacob Tersangka Makar

Senin, 10 Juni 2019  17:38

Polda Metro Tetapkan Sofyan Jacob Tersangka Makar

Argo Yuwono

Jakarta (BM) - Polda Metro Jaya menetapkan eks Kapolda Metro Jaya Irjen (Purn) Sofyan Jacob sebagai tersangka kasus dugaan makar. Sofyan dipanggil sebagai tersangka oleh polisi, Senin (10/6).

"Ya betul hari ini ada pemanggilan Pak Sofyan Jacob sebagai tersangka di Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (10/6/2019).

Namun Argo tidak menjelaskan detail kasus sehingga Sofyan ditetapkan sebagai tersangka. Argo hanya menyebut kasus itu sebagai kasus makar.

"Dalam kasus makar. Kasus limpahan Bareskrim, sudah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Argo.

Sementara itu, kuasa hukum Sofyan, Ahmad Yani, menyebut pemeriksaan Sofyan ditunda karena kliennya sedang sakit. Pihaknya juga sudah mengirimkan permohonan reschedule pemeriksaan Sofyan kepada penyidik.

"Ya hari ini Pak Sofyan dijadwalkan pemeriksaan, tapi karena beliau berhalangan karena sakit pada hari ini tadi kita antar (surat permohonan) ke penyidik untuk di-reschedule ulang," kata Ahmad Yani kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/6).

Penyidk Polda Metro Jaya mengaku telah memiliki bukti juga memeriksa saksi-saksi atas penetapan tersangka terhadap mantan Kapolda Metro Jaya Mohammad Sofyan Jacoeb atas kasus makar. Bahkan, penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus ini.

"Kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi kemudian yang bersangkutan juga kita sudah lakukan pemeriksaan saksi ya. Dan kemarin tanggal 29 Mei kita sudah gelar perkara dan kemudian dari hasil gelar perkara bahwa statusnya kita naikkan menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Senin (10/6/2019).

Argo menjelaskan, laporan terhadap Sofyan Jacoeb bersamaan dengan tersangka makar lainnya yang telah terdaftar di Mabes Polri.

"Iya di Mabes Polri ya. Terlapornya di situ ya. Ya tentunya kan ada berbagai macam kelompok itu yang melakukan kegiatan makar di situ. Sedang kita lakukan pemeriksaan saksi yang lain. Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu ya termasuk bapak itu (Sofyan)," jelas Argo.

"(Bukti Sofyan Jacoeb makar) Ada ucapan dalam bentuk video," sambungnya.

Atas perbuatannya, Sofyan Yacob diancam Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar.

"Pasal makar dan pemberitaan bohong juga," pungkas Argo.

 

 

Kooperatif

 Ahmad Yani selaku pengacara Sofyan Jacob memastikan kliennya akan bersikap kooperatif menjalani proses hukum terkait kasus dugaan makar. Sebagai mantan Kapolda Metro Jaya, Sofyan Jacob akan patuh.

"Kita menunggu (agenda pemeriksaan lanjutan), sifatnya Pak Sofyan akan kooperatif lah. Kita sebagai warga negara apalagi Pak Sofyan kan mantan Kapolda, dia mengerti betul karena mantan Kapolda, mantan petinggi di polisi," ungkap Ahmad Yani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Sementara itu, Ahmad Yani memprotes penetapan tersangka kliennya yang dinilainya terlalu cepat. Ahmad Yani menyebutkan kliennya baru diperiksa satu kali sebagai saksi dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

"Pak Sofyan satu kali diperiksa sebagai saksi. Ya setelah itu beberapa hari lalu langsung ditetapkan sebagai tersangka," kata Ahmad Yani.

 

Profil Sofyan Jacob

Dalam buku '100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional' yang ditulis Heri Wardoyo dkk, dijelaskan bahwa Sofyan Jacob lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 31 Mei 1947. Sofyan Jacob merupakan alumni SMAN Tanjungkarang angkatan 1967 dan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian tahun 1970.

Jacob mengawali karir kepolisian sebagai Polisi Perairan dan Udara. Kemudian jabatan-jabatan Kapolres pun sempat dipegangnya, seperti Kapolres Tapanuli Selatan, Kapolres Asahan, Kapolres Simalungun, Kapolres Deli Serdang, dan Kapoltabes Medan.

Lantas, pada 2001, Sofyan menjabat Kapolda Metro Jaya. Saat itu dia menggantikan Inspektur Jenderal Mulyono Sulaeman. Diketahui, sebelumnya Sofyan menjabat Kapolda Sulawesi Selatan.

Namun jabatan Sofyan itu berumur pendek. Dilantik pada 8 Mei 2001, ia lantas berhenti menjabat pada 18 Desember 2001. Pada masa itu pula, dia pernah diduga melakukan insubordinasi atau pemberontakan terhadap perintah atasan.

Selain itu, pada 2011, Sofyan pernah terjerat kasus. Dia dilaporkan lantaran mengancam petugas satpam Perum Taman Resort Mediterania, Jakarta Utara, bernama Sugeng Joko Sabiran.

Lantas, pada 2019, Sofyan bersama para purnawirawan Polri dan TNI masuk kubu pendukung Prabowo. Bahkan Sofyan beberapa kali hadir dalam rapat tim Prabowo-Sandi yang digelar di Kertanegara 4. Salah satunya, dia hadir dalam rapat yang diselenggarakan pada 22 Mei 2019. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>