Polisi Pastikan Tiga Pemuda Tewas Usai Pesta Miras

Selasa, 19 Agustus 2018  17:25

Polisi Pastikan Tiga Pemuda Tewas Usai Pesta Miras

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menunjukkan barang bukti.

Gresik (BM) - Pihak kepolisian akhirnya angkat bicara terkait meninggalnya tiga pemuda asal Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Polres Gresik memastikan ketiganya meninggal usai menenggak miras oplosan. Laporan terkait ketiga korban ini sebenarnya baru diterima Polres Gresik pada hari Minggu (19/8/2018).

"Kejadian pada hari Kamis (16/8) sore ketika mereka sedang menonton turnamen bola di Dusun Hulaan, Desa Hulaan," ungkap Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro kepada wartawan di Waduk Desa Hulaan, Minggu (19/8/2018).

Wahyu melanjutkan, miras tersebut diduga dibawa oleh salah satu korban meninggal atas nama M Fendi Pradana.

Fendi dan keenam rekannya bergeser ke warung kopi yang berjarak sekitar 200 meter dari lapangan. "Setelah itu ketujuh pemuda tersebut bergeser ke warung kopi milik Sholekah yang jaraknya sekitar 200 meter dan berakhir di waduk," tuturnya.

Namun setibanya di waduk, ketujuh orang yang sedang pesta miras oplosan itu dibubarkan oleh warga. Hal ini memaksa mereka bergeser ke pinggir jalan untuk melanjutkan pesta miras.

Saat berpindah-pindah lokasi itulah, diduga ketujuh pemuda ini sempat dihampiri sejumlah pemuda lain yang ikut menikmati miras oplosan. Namun Wahyu menegaskan, hanya tujuh orang yang berpesta miras sampai pagi.

Wahyu sendiri turun langsung ke lokasi untuk mendapatkan bukti-bukti kuat terkait pesta miras oplosan yang merenggut nyawa tiga pemuda dan mengakibatkan puluhan lainnya dirawat di RSU dr Soetomo.

"Dari barang bukti yang kami amankan, ada botol cukrik dan vodka. Semuanya akan kita tes di laboratorium forensik Polda Jatim," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya masih terus mencari bukti-bukti lain agar dapat menangkap penjual miras oplosan yang dikonsumsi puluhan pemuda tersebut.

"Anggota kami masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, untuk membongkar siapa pemasok miras ini," pungkasnya.

Selain merenggut nyawa tiga pemuda, aksi pesta miras itu juga mengakibatkan puluhan lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Dijelaskan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, pada hari Sabtu (18/8), salah satu korban mengalami mual-mual, muntah dan pusing.

"Pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 23.00 WIB, salah satu korban mengalami mual-mual, muntah dan kepala pusing serta matanya kabur. Akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (19/8) dini hari. Kemudian pagi harinya dua korban menyusul," ujar Wahyu kepada wartawan di Waduk Desa Hulaan, Minggu (19/8/2018).

Melihat kejadian itu, warga langsung melapor kepada perangkat dusun setempat. Kemudian atas inisiatif warga juga, mereka dibawa ke rumah sakit.

"Ini atas inisiatif warga bersama pihak kepolisian. Mereka mendata semua warganya yang saat itu sempat ditawari minum dan dibawa kerumah sakit untuk disterilisasi terkait kandungan alkohol yang ada di tubuh korban," ungkap Wahyu.

Kepala Dusun Hulaan, Imron Huda menambahkan pihaknya mengaku khawatir adanya korban lagi, pihaknya mengimbau warga, terutama para pemuda, yang ikut meminum miras pada malam itu untuk mengikuti medical check-up.

"Waktu itu spontanitas. Kita data dan kita imbau untuk segera ke rumah sakit untuk mengikuti check-up di rumah sakit agar kandungan alkohol dapat disterilkan. Semua biaya ditanggung oleh pak Kades," timpal Imron secara terpisah.

Wahyu juga menyebutkan korban yang dirawat di RSU dr Soetomo akan menjalani sterilisasi selama 2x24 jam.

"Mereka akan disterilkan dulu dari kandungan alkohol di dalam tubuh mereka. Setelah dipastikan sehat baru boleh pulang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok pemuda menggelar pesta miras di Waduk Desa Hulaan usai tirakatan 17 Agustus atau Jumat (17/8/2018) dini hari. Warga sempat membubarkan pesta miras oplosan ini, namun pesta itu nyatanya tidak berhenti begitu saja.

 

Pengakuan Warga

Salah satu warga setempat bernama Rosidi mengaku sempat membubarkan pesta miras yang digelar puluhan pemuda di malam usai tirakatan 17 Agustus atau pada hari Jumat (17/8/2018) dini hari.

"Kemarin hari Jumat pagi (17/8), mereka masih minum-minum. Pesta miras di telaga. Saya obrak bersama warga," kata Rosidi, Minggu (19/8/2018).

Menurut Rosidi, banyak warga yang melihat aksi yang dilakukan sekitar 35 orang tersebut.

"Kemarin itu diobrak wong akeh (dibubarkan orang banyak, red), karena hari Jumat kan mau salat Jumat," ujarnya.

Bahkan Rosidi memergoki keponakannya sendiri ikut dalam pesta miras tersebut. Rosidi mengatakan, keponakannya yang bernama Ari (18) warga RT 15 RW 07 Desa Hulaan, Kecamatan Menganti juga menjadi korban dan harus dilarikan ke RSU dr Soetomo.

"Tadi keponakan saya sekitar pukul 14.00 WIB harus dibawa ke rumah sakit untuk diinfus. Karena mengeluh mual-mual," ungkap Risidi.

Rosidi menambahkan kawasan Waduk Hulaan memang kerap dijadikan ajang pesta miras oleh pemuda setempat. "Disini juga sering dijadikan pesta miras oleh para pemuda," imbuhnya.

Dijelaskan Kepala Dusun Hulaan, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, akibat pesta miras tersebut, tiga pemuda dikabarkan meninggal dunia.

"Beberapa masih muda-muda dan satu sudah berumur. Tadi habis salat Subuh saya kaget ada pengumuman orang meninggal. Ternyata saya dapat laporan meninggal karena miras," ujar Imron Huda dihubungi terpisah.

Ditambahkan Imron, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari warga, puluhan pemuda tersebut menggelar pesta miras di tiga lokasi.

"Dari informasi yang kita dapat mereka melakukan di Waduk Hulaan, di lapangan sepak bola dan di daerah lain," ujar Imron.

Saat ini, puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan di IRD RSU dr Soetomo, Surabaya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>