AS: Garda Revolusi Iran Organisasi Teroris

Selasa, 09 April 2019  17:15

AS: Garda Revolusi Iran Organisasi Teroris

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Washington (BM) - Presiden AS Donald Trump secara resmi mengategorikan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing. Ini adalah pertama kalinya AS memberi cap demikian terhadap militer sebuah negara.

Iran kemudian membalas dengan mendeklarasikan pasukan AS di Timur Tengah sebagai organisasi teroris, sebagaimana dilaporkan media Iran.

Ketegangan antara Washington DC dan Teheran meningkat sejak Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran.

Melabeli Garda Revolusi sebagai organisasi teroris membuat AS dapat menerapkan sanksi lanjutan, khususnya pada sektor bisnis mengingat keterlibatan korps tersebut dalam ekonomi Iran.

Sejumlah entitas di tubuh Garda Revolusi dan yang berafiliasi dengannya telah disasar oleh rangkaian sanksi AS atas tuduhan kegiatan proliferasi nuklir, sokongan terorisme, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pernyataan Trump sebagai berikut: "Langkah yang belum pernah diambil ini, yang dipimpin Departemen Luar Negeri, mengenali realitas bahwa Iran tidak saja negara sponsor terorisme tapi Garda Revolusi juga secara aktif berpartisipasi dalam pendanaan dan mendukung terorisme sebagai alat negara” ujar Trump.

Ditambahkan Trump, langkah itu dimaksudkan untuk "meluaskan cakupan dan taraf secara signifikan" terkait tekanan terhadap Iran.

"Jika Anda berbisnis dengan IRGC, Anda mendanai terorisme," kata Trump, merujuk Garda Revolusi Iran.

Konsekuensi dari pemberian label terhadap Garda Revolusi Iran, menurut Deplu AS, akan berlaku dalam tempo sepekan mendatang.

Sejumlah pejabat Pentagon, termasuk Ketua Gabungan Kepala Staf, Jenderal Joe Dunford, mengemukakan kekhawatirannya soal keselamatan para pasukan AS, sebagaimana dilaporkan harian Wall Street Journal.

Para pejabat militer memperingatkan bahwa pemberian label itu bisa memicu aksi kekerasan terhadap pasukan AS di Timur Tengah, tanpa memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Iran.

Badan Intelijen AS (CIA) juga dilaporkan menentang langkah Trump.

 

Respon Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Amerika Serikat adalah pemimpin terorisme dunia sebenarnya. Hal ini dicetuskannya setelah pemerintah AS resmi menyatakan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

"Siapa Anda sehingga melabeli institusi revolusi sebagai teroris?" kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2019).

Rouhani membela Garda Revolusi sebagai pasukan yang telah memerangi terorisme sejak terbentuk pada tahun 1979. Pemimpin Iran itu pun menuding pasukan AS selalu terlibat, langsung atau tidak langsung dengan kelompok-kelompok teroris atau aksi-aksi terorisme.

"Anda ingin menggunakan kelompok-kelompok teroris sebagai alat melawan negara-negara di wilayah ... Anda pemimpin terorisme dunia," cetus Rouhani dalam seremoni di Teheran untuk memperingati Hari Teknologi Nuklir Iran.

"Siapa yang menyebarkan dan mendorong terorisme di dunia saat ini? Siapa yang ingin menggunakan ISIS sebagai alat?" tanya Rouhani seraya mengatakan AS melindungi para pemimpin kelompok teroris itu.

"Bahkan sekarang Amerika menyembunyikan pemimpin-pemimpin ISIS, bahkan sekarang mereka tidak siap untuk mengatakan kepada pemerintahan regional di mana pemimpin-pemimpin ISIS bersembunyi," tutur Rouhani.

Untuk mendukung tuduhannya, Rouhani menyinggung jatuhnya pesawat Iran Air Flight 655 pada Juli 1988 akibat rudal-rudal yang ditembakkan dari kapal Angkatan Laut AS, USS Vincennes.

"Anda telah melakukan segalanya yang bisa dibayangkan. Pasukan mana yang menembak jatuh pesawat sipil kami di perairan Teluk Persia?" katanya seraya menambahkan bahwa itu bertujuan mengintimidasi Iran.

Presiden AS Donald Trump baru saja mengategorikan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing. Ini adalah pertama kalinya AS memberi cap demikian terhadap militer sebuah negara. Ini berarti siapapun yang berurusan dengan Garda Revolusi bisa terancam hukuman penjara di AS.

Iran pun kemudian membalas dengan mendeklarasikan pasukan AS di Timur Tengah sebagai organisasi teroris. Melabeli Garda Revolusi sebagai organisasi teroris membuat AS dapat menerapkan sanksi lanjutan, khususnya pada sektor bisnis mengingat keterlibatan korps tersebut dalam ekonomi Iran.

 

Respon Arab Saudi

Keputusan Amerika Serikat menunjuk Pengawal Revolusi Iran sebagai kelompok teroris asing mendapat dukungan dari sejumlah negara di Timur Tengah, salah satunya Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Saudi menilai, keputusan Washington sejalan dengan sikap yang Riyadh yang menganggap Iran biang masalah di kawasan.

"Keputusan AS mencerminkan tuntutan Kerajaan (Saudi) yang disampaikan berulang kali kepada komunitas internasional tentang perlunya menanggapi terorisme yang didukung Iran," kata Kemenlu Saudi dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/4).

Selama ini, Saudi yang dipimpin kelompok Sunni menuding Iran yang Syiah berada di balik kekacauan di sejumlah negara Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara terlibat perang proksi, termasuk terlibat dalam konflik di Suriah dan Yaman. (rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>