Diguncang Isu Kudeta, Riyadh Masih Kondusif

Senin, 22 April 2018  17:14

Diguncang Isu Kudeta, Riyadh Masih Kondusif

Raja Salman bin Abdulaziz

Riyadh (BM) - Isu kudeta merebak di Riyadh pasca beredarnya video berisi suara tembakan di sekitar kompleks Istana Arab Saudi. KBRI Riyadh memastikan suasana sudah kondusif kembali.

"Informasi Lanjutan: Merujuk klarifikasi resmi dari situs SPA sebagaiman terlampir, bersama ini disampaikan bahwa keamanan dan aktivitas di Riyadh telah kembali normal dan kondusif," demikian pernyataan KBRI Riyadh yang disampaikan via akun Twitter resmi, Minggu (22/4/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Polisi Arab Saudi sebelumnya telah memastikan isu kudeta yang berhembus di media sosial hanya isapan jempol semata. Suara tembakan di dalam Istana -- yang menjadi landasan beredarnya isu itu --- disebut polisi berasal dari penembakan drone liar.

Kabar mengenai dilarikannya Raja Salman bin Abdulaziz ke dalam bunker juga dibantah pihak kepolisian. Raja Salman dipastikan sedang tidak berada di dalam istana saat suara tembakan itu terdengar pada Sabtu (21/4) waktu setempat.

Peristiwa penembakan drone ini sedang diinvestigasi oleh kepolisian Arab Saudi. Drone liar yang melintas di sekitaran istana itu, disebut hanya merupakan drone kecil milik invidu.

 

Tembakan di Istana

Sejumlah saksi mata yang berada di dekat Istana Arab Saudi mendengar rentetan tembakan di dalam kompleks istana. Kemudian suara tembakan ini dikaitkan dengan isu kudeta.

Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi mendengar dengan jelas rentetan suara tembakan dari dalam istana yang ditempati oleh pemimpin Arab Saudi, Raja Salman ini. Peristiwa terdengarnya tembakan itu terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Sabtu (21/4).

Video mengenai peristiwa ini juga beredar. Gambarnya tak begitu jelas memang, namun di dalam video itu terdengar adanya suara tembakan.

Pasca terdengar suara tembakan, sejumlah media lokal lantas mengabarkan bahwa di dalam Istana Saudi sedang terjadi pergolakan. Raja Salman bahkan sampai dikabarkan dilarikan ke dalam bunker yang ada di bahwa kompleks Istana.

Karena pihak istana dan kepolisian setempat belum juga memberikan penjelasan, beberapa netizen juga kemudian mengaitkan peristiwa ini dengan isu kudeta. Apalagi kondisi di Istana Saudi memang sedang memanas pasca penangkapan pejabat besar-besaran yang dilakukan oleh putra mahkota Mohammad Bin Salman.

Polisi Arab Saudi kemudian mengklarifikasi isu kudeta yang beredar tersebut. Polisi menyatakan suara tembakan itu merupakan aksi penembakan sekuriti Istana Arab Saudi terhadap drone yang melintas di atas istana.

"Raja juga tidak berada di tempat. Raja ada di Diriya," demikian pernyataan resmi polisi Saudi seperti dikutip Reuters dari Saudi News Agency (SPA).

Dilansir Reuters, polisi Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyelidiki peristiwa penembakan drone di kompleks Istana yang ada di Riyadh, Sabtu (22/4. Penembakan itu terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

"Investigasi mengenai peristiwa tersebut sedang berjalan," ujar kepolisian Arab Saudi.

Polisi Saudi juga menyatakan Raja Salman sedang tidak berada di dalam kompleks istana saat terjadi penembakan ke Drone. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>