Gempa Dahsyat di Perbatasan Iran-Irak, Ratusan Tewas

Senin, 13 November 2017  17:22

Gempa Dahsyat di Perbatasan Iran-Irak, Ratusan Tewas

Warga berkumpul di depan bangunan yang hancur akibat gempa 7.3 SR di Sarpol-e Zahab, Iran, (13/11).

Wilayah perbatasan Iran-Irak diguncang gempa dahsyat pada Minggu (13/11) pagi.. Ratusan warga dikabarkan tewas dalam peristiwa tersebut. Laporan media lokal Iran menyebut korban tewas mencapai 336 orang.

Dilansir dari Reuters Senin (13/11), korban tewas terbanyak berasal dari Iran. Di negara itu, terdapat 336 korban jiwa dan 3.950 cedera. Sementara itu, korban tewas di Irak kurang lebih enam orang dan 68 lainnya menderita luka-luka.

Pejabat Iran dan Irak memperkirakan jumlah korban jiwa dan luka kemungkinan bertambah. Saat ini upaya pencarian korban di reruntuhan gedung yang hancur akibat gempa masih dilanjutkan.

Menurut seorang warga Irak, Majida Ameer, guncangan gempa sangat besar. Bahkan, bangunan bergoyang seperti "berdansa".

"Saya sedang duduk dengan anak-anak makan malam, dan tiba-tiba bangunan berdansa di udara," kata Ameer yang tinggal di distrik Salihiya, Baghdad, dengan tiga anaknya.

"Awalnya saya kira itu bom besar. Tapi kemudian semua orang berteriak: 'Gempa!'" lanjut dia.

Akibat gempa listrik mati di beberapa kota Iran dan Irak. Warga masih takut kembali ke dalam rumah karena gempa susulan masih sering terjadi dengan kekuatan terbesar mencapai 5,3 magnitudo.

Badan geologi AS, USGS, menghitung gempa mencapai kekuatan 7,3 magnitudo dengan kedalaman 23,3 km dari permukaan bumi dengan pusatnya di Penjwin, provinsi Sulaimaniyah. Namun badan meteorologi Irak mencatat gempa berkekuatan 6,5.

Gempa terjadi sekitar garis patahan sepanjang 1.500 kilometer antara lempeng tektonik Arab dan Eurasia yang terbentang melalui Iran barat hingga utara Irak. Wilayah ini memang langganan diguncang gempa.

Lindu terparah terjadi pada 1990 dengan kekuatan 7,4 magnitudo uang mengguncang laut Kaspia di utara Iran. Sedikitnya 40 ribu orang meninggal dan 300 ribu orang terluka, setengah juta warga kehilangan tempat tinggal kala itu.

 

Kronologi

Tanah di kota-kota perbatasan Iran dan Irak bergetar hebat dalam gempa berkekuatan 7,3 magnitudo, pada Minggu (13/11). Warga berhamburan keluar rumah, ratusan orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk.

Pada saat kejadian, tercatat sekitar 130 orang meninggal dunia di Iran dan Irak akibat gempa ini. Korban diperkirakan masih akan terus bertambah, terutama di wilayah pelosok yang sulit terjangkau.

"Malam menyulitkan helikopter terbang ke wilayah terdampak, dan beberapa jalan tertutup aksesnya. Kami khawatir kondisi di desa-desa terpencil," ujar Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli, dikutip Reuters.

Diberitakan Reuters, korban terbanyak akibat gempa yang mengguncang sekitar pukul 21 berasal dari wilayah Iran. Sedikitnya 120 orang tewas di provinsi Kermanshah.

Di sisi Irak sedikitnya empat orang tewas, korban luka mencapai 50 orang. Kerusakan terbesar di Irak terjadi di kota Darbandikhan, 75 km sebelah timur kota Sulaimaniyah di wilayah semi-otonom Kurdistan.

Gempa terasa hingga ibu kota Irak, Baghdad. Warga langsung berlarian ke luar rumah dan bangunan tinggi karena panik. Menurut seorang warga, Majida Ameer, bangunan bergoyang seperti "berdansa". (kum/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>