Hendak Akui Yerusalem Ibukota Israel, Menlu Panggil Dubes AS

Selasa, 05 Desember 2017  17:27

Hendak Akui Yerusalem Ibukota Israel, Menlu Panggil Dubes AS

Retno Marsudi

Bogor (BM) - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menanggapi kabar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang hendak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Bila itu terjadi maka bisa berbahaya bagi dunia.

"Apabila hal itu terjadi maka hal ini dapat membahayakan proses perdamaian antara Palestina dan Israel, dan membahayakan perdamaian itu sendiri," kata Retno di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017).

Retno kemudian memanggil Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, mencoba meminta klarifikasi kabar berita itu. Ternyata rencana Trump itu belum final.

"Duta Besar AS katakan bahwa 'President Trump has not yet taken final decision on this matter', saat ini belum ada keputusan final mengenai hal ini," kata Retno.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga sudah mengadakan pertemuan khusus di Jeddah Arab Saudi. Indonesia terlibat di dalamnya. Materi bahasannya perihal bantuan kerja sama untuk Palestina.

"Indonesia juga sudah mengirim 'very clear message'. OIC (OKI dalam Bahasa Inggris) juga sudah mengirim message (pesan) yang sangat jelas," kata Retno.

Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan segera mengumumkan pengakuan resmi AS bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel. Secara terpisah, sejumlah pejabat AS menyebut Trump kemungkinan besar akan menyampaikan pidato publik pada Rabu (6/12) yang isinya secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Namun penasihat yang juga menantu Trump, Jared Kushner, menyatakan belum ada keputusan akhir yang diambil.

Atas wacana tersebut, Duta besar terpilih Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, meminta pemerintah Indonesia terus mendukung negaranya meraih kemerdekaan penuh dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota di masa depan.

“Sebagai saudara dan sesama negara Muslim, kami meminta dan berharap pemerintah Indonesia mendukung serta memastikan perdamaian dan kemerdekaan bisa diraih Palestina, di mana Yerusalem akan menjadi ibu kota masa depan kami,” tutur Al Shun dalam pidatonya di seminar internasional soal Palestina di Jakarta, Selasa (5/12).

Permintaan itu diutarakan Al Shun menyusul kabar Amerika Serikat akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota itu.

Kabar itu kembali mencuat sementara Presiden AS Donald Trump dikejar tenggat waktu memutuskan apakah akan menandatangani penangguhan undang-undang relokasi kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem untuk enam bulan ke depan.

UU tersebut telah disahkan Kongres sejak 1995 lalu, tapi selama ini setiap presiden AS selalu mengeluarkan perintah penangguhan pemindahan kedubes tersebut demi menghindari memburuknya konflik di Timur Tengah.

“Dan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu adalah perubahan sikap AS yang sangat radikal terkait isu ini. Kami meminta dunia internasional untuk menanggapi sikap ini sebelum terlambat,” kata Al Shun.

Al Shun juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Indonesia karena menjadi salah satu negara vokal yang terus mendukung Palestina meraih kemerdekaan penuh.

“Sejak 2008, Indonesia terus menyalurkan bantuan teknis yang mendorong pembangunan di Palestina, seperti pembangunan kapasitas dan infrastruktur melalui kerangka kemitraan strategis Asia-Afrika. Bantuan ini sangat membantu Palestina dalam berbagai sektor,” ujar Al Shun.

Sementara itu, Indonesia mengungkapkan keprihatinannya terkait perubahan sikap AS tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa merusak proses perdamaian antara Israel-Palestina yang telah diupayakan selama bertahun-tahun.

Retno juga mengatakan telah memanggil duta besar AS untuk RI, Jospeh R Donovan, dan berupaya berkomunikasi dengan Menlu Rex Tillerson untuk meminta kejelasan terkait rencana Negeri Paman Sam tersebut.

 “Kepemimpinan dan kebijaksanan AS sangat dibutuhkan dalam penyelesaian konflik ini,” kata Retno.

“Indonesia menyerukan seluruh negara untuk mematuhi resolusi internasional tahun 1976 terkait legalitas status Yerusalem yang selama ini dianggap sebagai bagian integral dari wilayah Palestina."

Selain Indonesia, Mesir juga menyatakan dukungannya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dubes Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad, mengatakan isu kemerdekaan Palestina akan terus menjadi prioritas pemerintahnya.

“Hubungan Mesir dan Palestina telah berakar dalam sejarah. Mesir telah banyak berperang untuk memastikan hak rakyat Palestina ditegakkan,” kata Moawad.

 

Tunda Pengakuan

Kabar terbaru, Presiden Amerika Serikat tidak akan mengumumkan keputusan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan yang dianggap sebagai pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, langkah yang menuai kecaman dunia lantaran posisi kota itu di pusaran konflik Israel-Palestina.

"Pengumuman keputusan itu akan dibuat dalam beberapa hari mendatang," kata juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan AS Air Force One, yang membawa Trump kembali dari lawatan ke negara bagian Utah, Senin (4/12).

Trump dikejar tenggat untuk memutuskan apakah akan menandatangani surat yang menangguhkan relokasi Kedutaan AS dari Tel Aviv selama enam bulan ke depan, seperti yang dilakukan para presiden AS sebelumnya sejak Kongres mengesahkan undang-undang soal itu pada 1995.

"Presiden telah jelas dalam isu ini sejak awal. Bahwa ini bukan masalah 'jika' melainkan masalah waktu," kata Gidley seperti dilaporkan Reuters, Selasa (5/12)

Pejabat AS mengatakan Trump diperkirakan bakal mengeluarkan perintah sementara, yang kedua sejak dilantik sebagai presiden, untuk menunda pemindahan kedutaan, meski selama kampanye, Trump berjanji akan merelokasi kedutaan AS ke Yerusalem.

Para pejabat AS telah mengungkapkan bahwa Trump akan mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dalam sebuah pidato, Rabu (6/12). Langkah terobosan dalam kebijakan luar negeri AS dan dipastikan bakal memicu kekerasan di Timur Tengah. Namun, para pejabat itu mengakui belum ada keputusan yang diambil. (cnn/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>