Korut Ancam Serang Pangkalan Militer AS

Rabu, 09 Agustus 2017  18:25

Korut Ancam Serang Pangkalan Militer AS

Rudal Korut

JAKARTA (BM) - Korea Utara mempertimbangkan untuk melancarkan serangan peluru kendali ke pangkalan militer AS di Guam, kawasan AS di Samudera Pasifik. Pernyataan pejabat militer yang dikutip media pemerintah Korut itu dilontarkan beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengancam Korea Utara 'dengan kekuatan (militer) dahsyat yang tak pernah terjadi sebelumnya di dunia itu,' jika tetap mengancam.

Kantor berita resmi Korut melaporkan, negeri itu sedang mempertimbangkan peluncuran roket-toket jarak menengah dan jarak jauh ke Guam, yang merupakan pangkalan pesawat-pesawat pembom strategis AS.

Perang kata-kata ini menandai perubahan tajam dalam retorika antara kedua negara.

Presiden Donald Trump mengatakan Korea Utara sebaiknya tidak lagi mengeluarkan ancaman terhadap Amerika Serikat. Jika pemerintah di Pyongyang terus saja mengancam, Amerika Serikat, kata Presiden Trump, akan membalasnya 'dengan kekuatan dahsyat, yang tak pernah terjadisebelumnya di dunia ini.'

"Lebih baik Korea Utara tak lagi mengancam AS. Ancaman ini akan ditanggapi dengan kekuatan penuh," kata Presiden Trump kepada para wartawan.

Pernyataan ini dikeluarkan hari Selasa (08/08), hanya beberapa jam setelah surat kabar The Washington Post mengutip sumber intelijen Amerika, yang mengatakan bahwa diyakini Korea Utara bisa membuat hulu ledak nuklir dalam bentuk kecil.

Jika demikian keadaannya, Korea Utara mampu memasang senjata nuklir pada rudal, yang menandai langkah penting Korea Utara menjadi kekuatan nuklir dunia dalam skala penuh.

Ini berarti tahapan kemampuan Korea Utara melancarkan serangan nuklir ke AS lebih cepat dari perkiraan.

Wartawan BBC di Washington, Anthony Zurcher, apa yang disampaikan Presiden Trump 'bukan pernyataan normal dari presiden AS' setelah Trump menggambarkan ancaman dari Korea Utara 'bukan sesuatu yang biasa'.

PBB belum pekan lalu menyetujui sanksi ekonomi lanjutan terhadap Korea Utara. Dewan Keamanan dengan suara bulat melarang Pyongyang melakukan ekspor dan membatasi investasi.

Korut mengecamnya sebagai 'pelanggaran terhadap kedaulatan kami' dan memperingatkan bahwa AS 'akan membayar mahal' atas keputusan tersebut.

Pada hari Senin (07/08) Korea Utara mengatakan mereka akan tetap melanjutkan program nuklir. Kantor berita resmi KCNA mengatakan pemerintah Pyongyang 'tidak akan memasukkan sistem pertahanan nuklir dalam agenda negosiasi'. (bbc/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>