Ledakan Bom di AS dan Pakistan

Rabu, 18 September 2016  20:26

Ledakan Bom di AS dan Pakistan

Sejumlah petugas pemadam kebakaran bersiaga di sekitar lokasi ledakan keras yang mengguncang permukiman Chelsea

NEW YORK (BM) - Sebuah ledakan bom di dua negara menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 29 orang. Sebanyak 30 korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di wilayah Barat Laut Pakistan dan 29 korbanluka akibat ledakan bom di kawasan Chelsea New York, Amerika Serikat (AS). 
 
Ledakan di kawasan Chelsea New York, pada Sabtu (17/9) malam diduga disebabkan oleh benda ledak di dekat tempat sampah. Awalnya, ledakan diduga akibat kebocoran gas. Namun, sesudahnya dilakukan penyelidikan, dipastikan ledakan bukan dari kebocoran gas.
 
Sampai Minggu (18/9), petugas masih mencoba mempelajari penyebab ledakan yang terjadi di 23rd Street dan 6th Avenue Manhattanitu. Beberapa pengguna media sosial mengatakan, suara ledakan terdengar sampai Hoboken, New Jersey, melintasi sungai Hudson dari Chelsea.
 
Wali Kota New York, Bill de Blasio memastikan, tidak ada bukti teror bom dalam ledakan di kawasan Chelsea, Manhattan, New York. Ledakan ini, disebutnya bukan dilakukan oleh teroris. Ditegaskan pula, tidak ada satu pun korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian itu. "Tidak satu pun dari mereka yang terluka berpotensi meninggal," kata Blasio.
 
Walikota Bill de Blasio menyebut peristiwa itu sebagai ‘disengaja’ tetapi dia menambahkan tidak diketahui adanya kaitan dengan jaringan teroris. Dia juga mengatakan, tidak ada bukti yang terkait dengan ledakan sebuah bom pipa di New Jersey beberapa jam sebelumnya. Hingga saat ini, FBI masih melakukan penyelidikan.
 
Dari 29 orang korban luka dalam peristiwa itu satu orang yang mengalami kondisi serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Saksi mata mengatakan orang-orang berlari ke segala arah setelah terjadinya ledakan.
 
Chelsea, merupakan distrik yang ramai di Manhattan, memiliki banyak bar dan restoran yang dipenuhi pengunjung pada akhir pekan. Setiap harinya, kawasan ini nampak selalu ‘hidup’sepanjang hari.
 
Sesaat setelah terjadinya ledakan, polisi sempat menutup jalan di sejumlah blok di Distrik Chelsea di New York. Penutupan jalan itu dilakukan untuk kepentingan penyelidikan.
 
Sementara Komisioner Kepolisian New York, James O'Neill, belum mengetahui apa penyebab pasti ledakan tersebut. Namun dia mengatakan, ledakan itu adalah perbuatan yang disengaja. Dia mengimbau, masyarakat yang melihat atau memiliki informasi mengenai ledakan itu untuk melapor kepada polisi.
 
Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan dia telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki penyebab ledakan. Dia juga memerintahkan untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dalam melakukan penyelidikan ini. "Kami terus memantau situasi dan mendesak warga New York untuk tenang dan waspada," ucap dia.
 
Sementara itu, serangan bom bunuh diri di Pakistan pada Jumat (16/9) menargetkan sebuah masjid di wilayah suku Mohmand yang berbatasan dengan Afganistan, tempat para tentara berperang melawan para militan Taliban.
 
Sebelumnya, sebanyak 27 orang dilaporkan tewas akibat serangan bum bunuh diri itu. "Dua orang lainnya juga tewas akibat luka mereka, membuat jumlah korban tewas naik menjadi 30 orang," kata wakil kepala suku wilayah tersebut Naveed Akbar kepada AFP.
 
Pelaku pengeboman melancarkan aksinya ketika salat Jumat sedang berlangsung, meledakkan dirinya di ruang utama.  Peraturan jam malam diberlakukan di wilayah itu sejak terjadinya insiden itu.
 
Faksi Taliban Jamaat ul Ahrar (JuA) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan itu adalah aksi balasan terhadap tewasnya 13 anggota mereka dan penangkapan anggota lain oleh sebuah pasukan penegak hukum tak resmi pada 2009.
 
Sejak 2007 pemerintah Pakistan mendorong pasukan tersebut yang terdiri dari warga suku -- dikenal secara lokal sebagai komite damai -- untuk mempertahankan desa-desa mereka dari Taliban, demikian seperti dikutip dari laporan AFP. (ant/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>