Menlu AS Dipecat

Selasa, 13 Maret 2018  19:59

Menlu AS Dipecat

Rex Tillerson

JAKARTA (BM) - Presiden Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan memberikan posisi itu kepada Direktur CIA, Mike Pompeo. Trump menunjuk Gina Haspel menjadi direktur CIA yang ditinggalkan Pompeo.

"Saya pikir Rex akan lebih bahagia sekarang," kata Trump saat mengumumkan pemecatan diplomat top di kabinet Trump seperti dikutip dari CNN, Selasa, 13 Maret 2018.

Melalui akun Twitternya, Trump berujar: "Mike Pompeo, Direktur CIA, akan menjadi menteri luar negeri kita yang bru. Dia akan melakukan pekerjaan yang fantastik! Terimakasih untuk Rex Tillerson atas pelayanannya! Gina Haspel akan menjadi Direktur CIA yang baru dan perempuan pertama yang terpilih. Selamat untuk semua!"

Trump meminta Tillerson mundur secara resmi pada hari Jumat pekan lalu. Sementara hari Senin lalu, Tillerson masih melakukan kunjungan kerja ke Kenya dan rencananya ke beberapa negara Afrika lainnya. Namun, ia membatalkan kunjungannya setiba di Kenya dan kembali ke Washington DC.

Menurut pejabat senior, Trump mengganggap ini saatnya untuk melakukan transisi sehubungan dengan akan diadakannya dialog dengan Korea Utara dan berbagai negosiasi lainnya.

Wakil menteri untuk Diplomasi Publik, Steve Goldstein mengatakan Tillerson tidak berbicara dengan Trump dan tidak mengetahui alasan di balik pemecatan dirinya.

Namun jika meruntut ke belakang, Trump pertama kali marah besar kepada Tillerson setelah terungkap ucapannya menyebut Trump seorang moron. Dan, kerap kedua orang ini berbeda pendapat tentang sejumlah isu.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Trump dan Tillerson bahkan sudah tidak saling bertemu dalam membahas sejumlah isu seperti kesepakatan nuklir dengan iran dan krisis di Teluk.

"Kami tidak saling sepakat dalam beberapa hal," kata Trump tentang hubungan kerjanya dengan Rex Tillerson kepada wartawan di luar Gedung Putih pada hari Selasa, 13 Maret 2018.

Keputusan Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson sangat mengejutkan. Sebab, pelengseran politisi 65 tahun tersebut terjadi saat AS tengah fokus bersiap menghelat pertemuan dengan Korea Utara ( Korut).

Dalam pernyataan resminya, Gedung Putih berkata bahwa langkah itu dilakukan sebagai bentuk penyegaran kabinet jelang pertemuan dengan Korut. "Presiden ingin memastikan mempunyai tim baru ketika mereka bertemu dengan Korea Utara," kata Gedung Putih dikutip dari AFP Selasa (13/3/2018).

Sementara diberitakan oleh The Washington Post, Trump sudah merasa bahwa ini saatnya untuk merombak jajaran kabinetnya.  Sejak Jumat pekan lalu (9/3/2018), Trump sudah memberi tahu Tillerson bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai menlu.

Kabar itu yang membuat Tillerson, sebagaimana diberitakan The Post, mempersingkat kunjungannya ke Afrika. Selain itu, sudah bukan rahasia bahwa Trump sering berselisih paham dengan Tillerson, terutama menyangkut kebijakan AS kepada Korut.

Tillerson, mantan CEO ExxonMobil periode 2006-2016, berusaha untuk mendekati Korut dengan cara yang halus. Dalam forum Dewan Atlantik Desember 2017, Tillerson menyatakan bahwa AS bersedia untuk bernegosiasi tanpa prasyarat apa pun dengan Korut.

"Sangat tidak realistis mengatakan kami hanya akan berdiskusi jika mereka (Korut) datang dan siap menyerahkan senjatanya. Mereka sudah berinvestasi sangat banyak di sana," ujar Tillerson saat itu.

Namun, usul Tillerson ditentang oleh Trump. Sejak awal, Trump menegaskan bahwa AS hanya akan duduk semeja dengan Korut jika mereka melakukan denuklirisasi. Bahkan, pada 1 Oktober 2017, dalam kicauannya di Twitter, Trump menyindir Tillerson yang dianggapnya buang-buang waktu mencoba bernegosiasi dengan rezim Kim Jong Un.

"Simpan energi Anda Rex. Kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan!" kata Trump dalam kicauannya. Jika ditarik mundur ke belakang, Tillerson sempat mengejek Trump dengan sebutan "si bodoh" pada Juli 2017, seperti dilaporkan NBC News via CNBC.

Sementara itu, Menlu AS yang baru, Mike Pompeo, dalam pernyataan resminya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Trump. "Kepemimpinan beliau membuat AS aman. Saya tidak sabar untuk memulai tugas saya mewakili Presiden Trump dan seluruh rakyat Amerika," tutur Pompeo.

Jabatan Pompeo sebagai Direktur Badan Intelijen Pusat ( CIA) bakal digantikan Gina Haspel, yang sebelumnya menempati posisi Wakil Direktur.(kom/tem/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>