Putin: AS Bertanggung Jawab atas Pembantaian di Suriah

Jumat, 15 April 2018  09:23

Putin: AS Bertanggung Jawab atas Pembantaian di Suriah

Sejumlah bangunan rusak parah akibat serangan rudal pasukan AS dan sekutunya, di Barzech, Damaskus.

JAKARTA (BM) - Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi serangan udara Amerika Serikat ke Suriah dua hari lalu. Menurut dia serangan AS itu kembali menegaskan Negeri Paman Sam bertanggung jawab atas serangkaian pembantaian di sejumlah negara, seperti juga di Suriah.

"Sejarah akan mencatat, Washington bertanggung jawab atas pembantaian di Yugoslavia, Irak, dan Libya," ujar Putin dalam pernyataannya, seperti dilansir laman Russia Today, Sabtu (14/4).

Komentar Putin itu muncul setelah ada dugaan serangan senjata kimia di Kota Douma, Suriah, yang dijadikan dalih bagi AS untuk menyerang.

Aksi militer sepihak ini berdampak buruk bagi keseluruhan sistem hubungan internasional, ujar Putin.

Serangan AS ini terjadi sebelum para ahli dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) memulai pencarian fakta atas di Douma atas dugaan serangan senjata kimia itu.

"Sejumlah negara Barat memutuskan melakukan aksi militer tanpa menunggu hasil dari penyelidikan," ujar Putin.

Sejumlah sumber dari pihak pro-militan atau pemberontak, termasuk kelompok White Helmets mengklaim pasukan pemerintah Suriah menjatuhkan bom mengandung klorin yang menewaskan puluhan warga sipil.

 

Tiongkok Dukung Rusia

Tiongkok berencana menggelar latihan perang, sekaligus menunjukkan dukungannya kepada Rusia terkait serangan udara Amerika Cs di Suriah.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Minggu (15/4/2018), latihan kekuatan laut Tiongkok rencananya dilaksanakan di Selat Taiwan.

Sumber media tersebut menyebut serangan udara tersebut mengejutkan Moskow dan Beijing.

"Sebagai mitra strategis Rusia, Beijing sedang mencoba 'memunculkan masalah' dengan menggelar latihan di Selat Taiwan yang dinilai akan mengganggu konsentrasi Amerika serta menguntungkan Xi Jin Ping dan rekannya dari Rusia, Vladimir Putin," ujar sumber SCMP itu.

Pemerintah Tiongkok sendiri meminta Rusia dan AS mencari solusi diplomatik terkait masalah di Suriah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying mengatakan, "Kami secara konsisten menentang penggunaan kekuatan pasukan dalam hubungan internasional, dan menganjurkan agar menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas teritorial semua negara."

Suriah dan Rusia meradang karena tindakan yang diambil AS dan sekutunya itu dilakukan tanpa persetujuan Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), mereka menganggap serangan udara tersebut bentuk dari pelanggaran hukum internasional. (tri/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>