Teror London, Tujuh Tewas

Selasa, 04 Juni 2017  20:09

Teror London, Tujuh Tewas

Tiga serangan teror terjadi di pusat Kota London. abtu (3/6/2017) malam. Tiga pelaku teror berhasil dilumpuhkan.

LONDON (BM) - Tujuh orang dipastikan meninggal dunia dalam serangan oleh tiga penyerang yang menabrakkan sebuah van ke kerumunan manusia di London Bridge sebelum menikam orang-orang di daerah Borough Market yang tak jauh dari London Bridge.
 
Cressida Dick Kepala Kepolisian Metropolitan London memastikan jumlah korban tewas itu, Minggu (4/6/2017), sebagaimana dilansir Reuters.
 
"Hari ini dipastikan tujuh anggota masyarakat meninggal dunia. Ditambah, seperti Anda tahu, kami yakini, tiga tersangka mati," kata Cressida Dick dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
 
Dick menyatakan, polisi yakin insiden itu sudah dikendalikan. Tapi polisi perlu menggeledah semua area hingga bisa dipastikan tidak ada tersangka lain yang lolos.
 
"Prioritas kami sekarang adalah bekerja sama dengan kolega-kolega kami pada jejaring polisi kontraterorisme nasional dan juga dengan badan-badan intelijen serta pihak keamanan lain untuk mengungkap detail individu-individu yang melancarkan serangan dan yang melatarbelakanginya," kata Dick.
 
Trump Tawarkan Bantuan 
Donald Trump Presiden Amerika Serikat mencuit di Twitter di tengah drama mematikan yang sedang berlangsung di London, Sabtu (3/6/2017) waktu setempat.
 
Melalui media sosial itu dia menawarkan bantuan AS kepada Inggris dan mempromosikan larangan perjalanannya yang kontroversial sebagai pengamanan tambahan untuk warga Amerika.
 
Polisi Inggris bergegas mendatangi dua tempat terjadinya insiden di London tengah setelah van menabrak pejalan kaki di Jembatan London dan kabar beredar ada juga penikaman di dekat Borough Market.
Polisi menyatakan serangan itu sebagai aksi teroris.
 
"Apapun yang bisa AS bantu untuk London dan Inggris, kami akan lakukan. KAMI BERSAMAMU - TUHAN MEMBERKATI!" tulis Trump di Twitter.
 
"Kita harus pintar, waspada dan tangguh. Kita butuh pengadilan untuk mengembalikan hak kita. Kita butuh travel ban sebagai pengamanan ekstra." tulisnya di cuitan lain. 
 
Kedubes RI
Kedutaan Besar RI di London mengonfirmasi bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban insiden penubrukan mobil kepada warga di Jembatan London (London Bridge) maupun penusukan di Borough Market yang terjadi pada Sabtu (3/6/2017) malam waktu setempat.
 
"Dari hasil koordinasi, sejauh ini tidak ada korban WNI dalam insiden tersebut," demikian cuitan KBRI London dalam akun media sosial twitter, @KBRILondon, di Jakarta, Minggu (4/6/2017).
 
Kedutaan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait di London.
KBRI juga mengimbau masyarakat Indonesia di London agar meningkatkan kewapadaan dan menghindari ketiga kawasan termasuk Vauxhall, kendati tidak terkait kejadian di London Bridge.
 
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga korban insiden Jembatan London dan Borough Market.
 
Pemerintah Indonesia juga menegaskan dukungan dan rasa solidaritasnya kepada pemerintah Inggris dalam menanggulangi terorisme dan aksi teror.
 
"Pemerintah Indonesia mengimbau WNI yang berada di London dan Inggris untuk selalu waspada dan menghindari kawasan yang berpotensi menjadi sasaran aksi teror," demikian siaran pers dari Kementerian Luar Negeri RI.
Selain itu, Kedutaan juga memberikan hotline KBRI London jika terdapat keterangan mengenai anggota masyarakat Indonesia yang menjadi korban atau mengalami masalah terkait insiden itu ke nomor +4420 7881221235. 
 
Pemilu Jalan Terus
Meski ada serangan teror, Wali Kota London Sadiq Khan menyatakan Pemilu legislatif nasional Inggris Raya, Kamis (8/6/2017) tidak akan ditunda. Khan menyatakan warga kota London akan menyaksikan kehadiran polisi dalam jumlah besar di kota ini setelah insiden maut itu, tetapi menegaskan tidak ada alasan bagi warga kota London untuk panik. Dia mendesak masyarakat tetap tenang dan waspada.
 
Khan juga menyatakan level ancaman resmi tetap pada tingkat "severe" (parah) yang mengartikan serangan teror berikutnya masih mungkin terjadi.
 
"Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan bahwa kita tidak takut, dengan (tetap) memberikan suara pada (Pemilu Legislatif) Kamis dan memastikan bahwa kita memahami pentingnya demokrasi kita, kebebasan sipil kita dan hak asasi manusia kita," kata Khan seperti dilansir Antara.
 
"Saya bukan pendukung penundaan Pemilu. Saya orang yang percaya sekali kepada demokrasi dan memastikan kita harus menyalurkan suara. Kita sungguh mengakui bahwa salah satu yang dibenci teroris-teroris ini adalah Pemilu, mereka membenci demokrasi," kata dia. (ant/ssn/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>