Teror New York, 8 Tewas

Rabu, 01 November 2017  17:31

Teror New York, 8 Tewas

Polisi menyelidiki aksi teror di Manhattan, New York, Selasa (31/10) waktu setempat.

Washington DC (BM) –  Sedikitnya 8 orang tewas dalam serangan teror di sepanjang Sungai Hudson, New York City, pada Selasa (31/10) waktu setempat. Pelaku serangan mengemudikan truk pikap hingga menabrak para pejalan kaki dan pesepeda di jalur sepeda sepanjang sungai.

Sumber di Kepolisian setempat mengatakan, bahwa pelaku serangan diidentifikasi sebagai pria berusia 29 tahun asal Uzbekistan yang bernama Sayfullo Habibullaevic Saipov. Pelaku diketahui masuk ke AS sebagai imigran pada tahun 2010 lalu.

Saipov berhasil ditangkap setelah ditembak polisi di bagian perut. Motif penyerangan ini belum diketahui pasti. Namun sumber penegak hukum yang dikutip CNN dan New York Times melaporkan temuan catatan dari pelaku yang mengklaim aksinya ini dilakukan atas nama kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Kepolisian di New York menemukan sebuah catatan di dalam mobil pikap. Diduga dalam catatan tersebut mengklaim pelaku melakukannya atas nama ISIS.

Dilansir dari CNN, Rabu (1/11/2017) seorang pejabat penegak hukum senior mengatakan catatan tersebut tertulis dalam bahasa Inggris. Pelaku teridentifikasi bernama Sayfullo Habibullaevic Saipo (29) yang berasal dari Uzbekistan.

Selain CNN, sejumlah media menyebut pelaku diduga berafiliasi dengan ISIS. Sebut saja New York Post yang menuliskan 'ISIS supporters praise NYC truck attack, joke about low death count'. Dalam tulisannya, pelaku disebutkan memekikkan takbir saat melancarkan aksinya.

Sedangkan, media The Independent menuliskan 'Pelaku Serangan New York Meninggalkan Catatan pada ISIS'. Sayfullo meninggalkan catatan 'ISIS' di dekat mobil pikap yang dikendarainya.

Pelaku telah menetap di Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2010. Saat melancarkan aksi terornya, Sayfullo ditembak oleh polisi setempat.

Korban tewas akibat serangan teror mobil pikap di Manhattan, New York, sebanyak 8 orang. Selain itu, 11 orang lainnya terluka dan dilarikan ke RS setempat.

Kejadian ini berawal saat pelaku menabrakkan pikap di jalur sepeda di Manhattan. Kejadian ini dekat dengan World Trade Center (WTC).

Pelaku keluar dari mobil dengan menggunakan senjata. Polisi setempat langsung menembak pelaku dan menangkapnya.

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung memerintahkan pemeriksaan ekstrem terhadap seluruh orang yang masuk ke AS, usai serangan teror di New York yang menewaskan 8 orang.

"Saya baru saja memerintahkan (Departemen) Keamanan Dalam Negeri untuk meningkatkan Program Pemeriksaan Ekstrem kita. Menjadi benar secara politik memang baik, tapi tidak untuk ini!" tegas Trump via kicauan Twitter-nya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (1/11/2017).

Sejak kampanye pilpres tahun 2016, Trump menggaungkan kebijakan yang lebih ketat terhadap imigran ilegal di AS, demi alasan keamanan. Trump juga selalu menyerukan 'pemeriksaan ekstrem' untuk setiap warga negara asing yang masuk ke wilayah AS.

Upaya Trump untuk melarang orang-orang dari sejumlah negara mayoritas muslim masuk ke AS, berhadapan dengan gugatan hukum yang kuat.

Pekan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan pihaknya akan kembali menerima pengungsi setelah larangan diberlakukan selama 120 hari sejak pertengahan tahun. Namun ada 11 negara yang dianggap 'berisiko tinggi' yang masih akan diblokir untuk masuk ke AS.

 

Dukacita

Sayfullo Saipov yang diidentifikasi sebagai tersangka pelaku serangan truk di New York, Amerika Serikat, diketahui pernah bekerja sebagai sopir taksi online, Uber. Pihak Uber pun menyampaikan pernyataan belasungkawa atas serangan yang menewaskan delapan oran tersebut.

"Kami ngeri dengan kekerasan yang tak masuk akal ini. Simpati kami untuk para korban dan keluarga mereka," demikian disampaikan Uber seperti dikutip media The New York Post, Rabu (1/11/2017).

"Kami telah menghubungi aparat penegak hukum untuk memberikan bantuan penuh kami," imbuh Uber.

Uber menyatakan, Saipov telah menjalani pemeriksaan latar belakang sebelum bergabung dengan perusahaan taksi online tersebut. Namun tidak disebutkan kapan pria tersebut mulai bekerja sebagai sopir Uber dan sejak kapan dia berhenti bekerja.

Media-media AS melaporkan bahwa Saipov terakhir kali diketahui sebagai sopir truk komersial. Dia juga memiliki dua tempat usaha yang terdaftar di Ohio, yakni Sayf Motors Inc. yang terdaftar di Hamilton County sejak Mei 2011 dan berlokasi di sebuah apartemen di Cincinnati, serta Bright Auto LLC yang terdaftar di Cuyahoga Falls sejak Agustus 2013 dan berlokasi di sebuah apartemen lainnya.

Saipov merupakan imigran asal Uzbekistan yang tiba di AS pada tahun 2010. Pria berumur 29 tahun itu telah memiliki kartu hijau yang memungkinkan dia untuk tinggal di AS secara permanen. (det/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>