Trump Curigai Pangeran bin Salman

Rabu, 24 Oktober 2018  17:40

Trump Curigai Pangeran bin Salman

Donald Trump

ANKARA (BM) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya mengisyaratkan bahwa Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman bisa saja terlibat dalam misi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Sebab menurut Trump Pangeran Muhammad memiliki kekuasaan untuk menjalankan beberapa hal.

"Dia menjalankan beberapa hal dan jika ada seseorang yang menginginkan hal itu, maka bisa jadi itu dia," kata Trump saat diwawancarai oleh Wall Street Journal tentang keterlibatan Pangeran Muhammad, dikutip dari Middle East Eye, Rabu (24/10).

Trump juga mengungkapkan bahwa dia sudah bertanya secara pribadi kepada Pangeran Muhammad tentang pembunuhan wartawan tersebut. Bahkan dia menanyakan pertanyaan berulang kali dengan beberapa cara yang berbeda.

"Pertanyaan pertama saya kepadanya adalah, apakah dia tahu tentang hal ini sejak awal? Lalu dia menjawab tidak. Kemudian saya bertanya lagi, lalu dari mana ini dimulai? Dia menjawab bahwa ini dimulai dari tingkat yang lebih rendah," jelas Trump.

Ketika ditanya apa dia mempercayai penyangkalan Pangeran Muhammad, Trump sempat ragu beberapa detik sebelum akhirnya menjawab.

"Saya ingin mempercayai mereka. Saya benar-benar ingin mempercayai mereka," akunya.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa dia sepenuhnya mempercayai Pangeran Muhammad tidak terlibat dengan pembunuhan Khashoggi. Namun kepercayaan tersebut kini lama-lama mulai memudar.

Terlebih saat Saudi memberikan keterangan yang berubah-ubah terkait kematian Khashoggi. Trump menuding bahwa Saudi adalah penutup informasi terburuk yang pernah ada.

"Seharusnya tidak pernah ada eksekusi (terhadap Khashoggi) dan hal ini seharusnya tidak pernah ditutup-tutupi. Bahkan ini seharusnya tidak pernah terjadi. Ini benar-benar suatu kegagalan.

 

Cabut Visa

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengumumkan akan mencabut visa para pekerja Arab Saudi yang dituduh membunuh wartawan Jamal Khashoggi. Pompeo menyampaikan keputusan itu setelah bertemu dengan pejabat Saudi dan Turki untuk membahas kematian Khashoggi.

"Pemerintah telah mengindentifikasi beberapa orang yang kami curigai bertanggung jawab atas kematian Khashoggi," kata Pompeo kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri AS, dikutip dari CBS News, Rabu (24/10).

Namun, Pompeo tidak menyebutkan berapa banyak visa yang dicabut oleh pemerintah. Selain itu, Pompeo juga mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Keuangan AS akan menerapkan sanksi global kepada pejabat Saudi yang bertanggung jawab.

"Kami akan memperjelas bahwa AS tidak akan mentolerir tindakan kejam yang bertujuan untuk membungkam Khashoggi, seorang wartawan, dengan kekerasan," tegasnya.

Pompeo juga menambahkan bahwa pihak Turki sangat kooperatif dengan AS dalam menghadapi masalah ini. Namun, dia tetap menolak untuk menjawab pertanyaan tentang adanya pejabat AS yang mendengar rekaman suara detik-detik saat Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

"Saya tidak memiliki hal lain yang bisa dibagikan dengan kalian," ujar Pompeo.

Saat ini administrasi Trump masih menunggu untuk menentukan langkah yang akan diambil sehubungan dengan kasus Khashoggi. Kemarin Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembunuhan terhadap Khashoggi merupakan kasus yang ditutup-tutupi terburuk sepanjang sejarah.

Sebelumnya, Trump juga sempat mengaku tidak puas dengan penjelasan Saudi tentang kematian Khashoggi. Dia mengatakan akan berkonsultasi dengan Kongres sebelum mengambil tindakan, namun pihak oposisi meminta agar AS menghentikan kesepakatan senjata dengan Saudi. [ias]

 

Jasad Ditemukan

Sumber dari Sky News mengatakan jasad jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi sudah ditemukan di kebun rumah konsul Saudi di Istanbul, tidak jauh dari gedung konsulat Saudi.

Sky News juga menyebut, sejumlah sumber mengatakan mayat Khashoggi dimutilasi dan wajahnya dirusak.

Dilansir dari laman Haaretz, Selasa (23/10), laporan ini muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan mayat Khashoggi belum ditemukan.

"Sekarang sudah jelas, ada pembunuhan, dan itu sudah jelas dari awal, lalu mengapa ada pernyataan yang tidak konsisten? Kemudian ada pengakuan telah terjadi pembunuhan, di mana mayatnya? Mengapa kita belum menemukan mayatnya? tanya Erdogan di depan parlemen Turki hari ini.

Erdogan mengatalan pembunuhan Khashoggi itu sangat lejam dan dia meminta Arab Saudi mengekstradisi para pelaku untuk diadili di Turki.

Sumber intelijen mengatakan kepada Reuters dua hari lalu, Saud al-Qahtani, tangan kanan dari Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman memerintahkan pembunuhan itu dilakukan di konsulat Saudi melalui Skype.

Menurut sumber pejabat tinggi Saudi yang punya akses ke informasi intelijen dan keluarga kerajaan, Qahtani berkomunikasi via Skype di dalam ruangan di gedung konsulat Saudi.

Dia kemudian mencaci dan menghina Khashoggi lewat telepon. Menurut sumber Arab dan Turki, Khashoggi menanggapi perkataan Qahtani itu dengan kata-katanya sedniri. Tapi dia tidak berdaya menghadapi pasukan pembunuh yang terdiri dari anggota intelijen dan aparat keamanan dengan pangkat tinggi, sebagian bahkan punya kaitan akses ke keluarga kerajaan. (mer/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>