Wartawan Arab Saudi Dibunuh 7 Menit Usai Masuk Konsulat

Rabu, 17 Oktober 2018  18:34

Wartawan Arab Saudi Dibunuh 7 Menit Usai Masuk Konsulat

Jamal Khashoggi

Istanbul (BM) – Raibnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi menghebohkan dunia. Informasi terbaru menyebut Khashoggi langsung diserang begitu masuk ke dalam konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu. Informasi ini juga menyebut Khashoggi dipukuli di depan Konsul Jenderal (Konjen) Saudi, Mohammad Utaybi.

Dilansir media lokal Turki, Daily Sabah, Rabu (17/10/2018), informasi terbaru ini diungkapkan oleh seorang sumber pejabat Turki yang dikutip oleh media Al Jazeera Arabic. Sumber itu menyebut Khashoggi langsung diserang usai masuk ke Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu dan tidak ada interogasi yang dilakukan padanya.

Disebutkan Al Jazeera, Khashoggi kemudian diberi obat dan dibawa ke ruangan Konjen Saudi. Di ruangan itu, Khashoggi dipukuli di depan sang Konjen. Menurut Al Jazeera, Khashoggi dibunuh dalam waktu 7 menit setelah masuk ke Konsulat Saudi. Usai dibunuh, jenazah Khashoggi dimutilasi.

Laporan Al Jazeera menyebut Dr Salah Muhammed Al-Tubaigy selaku Kepala Bukti Forensik pada Departemen Keamanan Umum Saudi, awalnya meminta sang Konjen untuk meninggalkan ruangan sebelum dia memutilasi jenazah Khashoggi.

Nama Al-Tubaigy masuk dalam daftar 15 warga Saudi mencurigakan yang tiba di Istanbul dan masuk ke Konsulat Saudi sebelum Khashoggi menghilang. Kepada CNN, sejumlah pejabat Turki menunjukkan scan paspor milik 7 warga Saudi di antaranya, yang dicurigai menjadi anggota tim pembunuh. Scan paspor diambil pada hari yang sama saat Khashoggi menghilang. Salah satu scan paspor itu diyakini milik Al-Tubaigy.

Satu hal mencurigakan lainnya adalah para staf Konsulat Saudi diminta pulang lebih awal pada hari Khashoggi menghilang pada 2 Oktober lalu. Al Jazeera yang mengutip sumber pejabat Turki, menyebut para staf konsulat diminta pulang pukul 11.30 waktu setempat dan diberitahu akan ada rapat di konsulat.

Kembali pada laporan Al Jazeera soal mutilasi, disebutkan bahwa Al-Tubaigy meminta orang-orang yang ada di dalam ruangan untuk mendengarkan musik sementara dirinya melakukan aksi keji terhadap jenazah Khashoggi. Belum ada tanggapan dari otoritas Saudi terkait laporan ini.

Sumber pejabat Turki yang dikutip Al Jazeera menyebut rekaman aksi mengerikan terhadap Khashoggi itu telah didapatkan polisi Turki. Bukti berupa rekaman audio itu disebut berdurasi 11 menit. Analisis suara terhadap rekaman itu telah dilakukan dan polisi Turki mengidentifikasi tiga suara pria yang diyakini warga Saudi, selain suara yang diyakini sebagai suara Khashoggi.

Klaim Khashoggi dimutilasi sebelumnya telah dimuat oleh media ternama AS, New York Times (NYT) dan CNN. Pada Selasa (16/10) waktu setempat, CNN mengutip sumber pejabat Turki yang menyebut jenazah Khashoggi dimutilasi setelah dibunuh di dalam Konsulat Saudi, dua pekan lalu. Pernyataan ini dimuat usai otoritas Turki menggeledah Konsulat Saudi pada Senin (15/10) malam.

Sumber pejabat Turki itu tak menyebut lebih lanjut soal metode pembuangan jenazah Khashoggi. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan temuan cat baru di gedung Konsulat Saudi saat penggeledahan. Erdogan menyebut pihaknya sedang memeriksa dugaan material beracun yang disembunyikan di dalam Konsulat Saudi. Dilaporkan Turki sedang menyelidiki klaim jenazah Khashoggi dilarutkan dengan zat asam.

"Harapan saya adalah kita bisa mencapai kesimpulan yang akan memberikan kita opini masuk akal sesegera mungkin, karena penyelidikan kini memeriksa begitu banyak hal seperti material beracun dan material-material itu dihilangkan dengan mengecat ulang di atasnya," sebut Erdogan seperti dilansir media Turki, Hurriyet Daily News.

 

Kepala Dipenggal

Menurut media Turki yang mengklaim telah mendengar rekaman audio tentang insiden mengerikan tersebut, Khashoggi disiksa sebelum kemudian dipenggal.

Harian pro-pemerintah Turki, Yeni Safak melaporkan seperti dilansir AFP, Rabu (17/10/2018), para pembunuh Khashoggi menyiksa jurnalis berumur 60 tahun itu saat interogasi dengan memotong jari-jari tangannya. Media ini mengklaim telah mendengarkan beberapa rekaman audio mengenai penyiksaan itu.

Disebutkan Yeni Safak, Jamal Khashoggi yang merupakan kolumnis media ternama Amerika Serikat, Washington Post itu kemudian dipenggal kepalanya.

Menurut Yeni Safak, dalam rekaman audio, Konsul Jenderal (Konjen) Saudi untuk Turki, Mohammed al-Otaibi, terdengar mengatakan sesuatu saat penyiksaan Khashoggi. "Lakukan ini di luar. Anda akan membuat saya dalam masalah," demikian kata-kata Otaibi menurut Yeni Safak.

Harian Turki itu melaporkan, bahwa dalam rekaman audio lainnya, seseorang yang tak dikenal berkata kepada Otaibi: "Jika Anda ingin hidup ketika Anda datang ke Arab Saudi, diamlah!"

Yeni Safak tidak menyebutkan bagaimana rekaman audio itu muncul atau bagaimana media itu mendapatkannya.

Belum ada tanggapan dari otoritas Saudi mengenai laporan media Turki ini. Namun pemerintah Saudi telah membantah keras tuduhan keterlibatan dalam hilangnya Khashoggi.

Jurnalis pengkritik kebijakan pemerintah Saudi itu menghilang sejak masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Khashoggi mendatangi Konsulat Saudi untuk mengurus surat-surat untuk keperluan rencana pernikahannya dengan tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz.

Konsulat Saudi sebelumnya menyebut Khashoggi telah keluar dari gedung itu. Namun otoritas Turki dan tunangan Khashoggi menegaskan dia masih ada di dalam konsulat. Sumber-sumber pemerintahan Turki menyebut Khashoggi telah dibunuh di Konsulat Saudi.

 

Terkait Putra Mahkota

Media ternama Amerika Serikat (AS), New York Times, menyebut empat tersangka terkait hilangnya wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi memiliki keterkaitan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Salah satunya disebut pernah menemani MBS dalam kunjungan ke luar negeri.

Seperti dilansir New York Times (NYT), Rabu (17/10/2018), salah satu tersangka yang diidentifikasi oleh otoritas Turki terkait hilangnya Khashoggi, diketahui pernah mendampingi MBS saat turun dari pesawat dalam kunjungan di Paris, Prancis juga di Madrid, Spanyol.

Sosok yang sama juga disebut terjepret kamera berdiri di dekat MBS saat berkunjung ke Houston, Boston dan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang semuanya ada di AS. Kunjungan itu dilakukan tahun ini dan foto-fotonya dilampirkan NYT dalam artikelnya.

Dilaporkan juga oleh NYT bahwa tiga tersangka lainnya disebut oleh sejumlah saksi mata dan catatan lainnya, terkait dengan pengawal keamanan MBS. Tersangka kelima yang diketahui berprofesi sebagai dokter forensik, disebut memegang jabatan senior dalam Kementerian Dalam Negeri Saudi dan departemen medis setempat. NYT melaporkan, tersangka kelima ini kemungkinan hanya bisa diarahkan oleh seorang pejabat level tinggi Saudi.

Jika, sama seperti disebutkan otoritas Turki sebelumnya, bahwa kelima sosok itu memang hadir di Konsulat Saudi di Istanbul saat Khashoggi menghilang pada 2 Oktober lalu, maka kehadiran mereka bisa menunjukkan keterkaitan langsung antara apa yang sebenarnya terjadi di Konsulat Saudi saat itu dengan MBS.

Otoritas Saudi dalam pernyataannya telah membantah terlibat dalam kasus hilangnya Khashoggi. Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdel Aziz bin Saud bin Nayef, dalam pernyataan pada 13 Oktober lalu menyebut tuduhan semacam itu 'bohong dan tidak berdasar'.

NYT sendiri telah mengonfirmasi secara independen bahwa setidaknya sembilan dari 15 tersangka yang diidentifikasi otoritas Turki, diketahui bekerja untuk dinas keamanan Saudi, atau militer atau kementerian Saudi. Nama-nama 15 tersangka ini telah dirilis oleh media-media Turki.

Salah satu dari mereka, Maher Abdulaziz Mutreb, disebut sebagai diplomat yang pernah ditugaskan pada Kedutaan Besar Saudi di London, Inggris tahun 2007. Informasi ini didapat dari daftar tugas diplomatik Inggris. Sosok Mutreb juga diketahui kerap mendampingi MBS dalam kunjungan-kunjungannya. NYT menyebut ada kemungkinan dia menjadi pengawal MBS dalam kunjungan-kunjungan itu.

Dengan kasus Khashoggi menjadi perhatian internasional, otoritas Saudi terus didesak untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh. Terutama setelah berbagai spekulasi banyak beredar, mulai dari soal penganiayaan, pembunuhan hingga mutilasi.

MBS dan ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, diketahui telah menyangkal mengetahui soal keberadaan Khashoggi. Namun otoritas Saudi belum menanggapi laporan terbaru NYT soal keterkaitan para tersangka dengan MBS. (cnn/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>