Penembakan Di Texas, 20 Korban Tewas

Selasa, 04 Agustus 2019  16:32

Penembakan Di Texas, 20 Korban Tewas

Potongan Rekaman Yang Memperlihatkan Pelaku Penembakan.

Washington (BM) – Penembakan brutal menewaskan 20 orang, terjadi di sebuah kompleks perbelanjaan di El Paso, Texas, Sabtu (3/8/2019) waktu setempat. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengutuk keras aksi tersebut.

"Penembakan hari ini di di El Paso, Texas. Tidak hanya tragis, tapi juga tindakan pengecut," kata Trump melalui akun Twitter resminya, Minggu (4/8/2019).

Trump mengatakan seluruh warga AS juga mengutuk penembakan yang menyasar korban yang tidak berdosa. Dia menilai tidak ada pembenaran untuk tindakan keji tersebut.

"Saya bersama semua orang di negara ini untuk mengutuk tindakan keji itu. Tidak ada alasan atau pembenaran dalam pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa," ujar Trump.

Sebelumnya, Gubernur Texas Greg Abbott menyatakan ada 20 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka pascapenembakan di sebuah kompleks perbelanjaan di El Paso, Texas.

"Dua puluh orang tak berdosa dari El Paso telah kehilangan nyawa mereka dan puluhan lainnya terluka," kata Abbott, seperti dilansir CNN.

"Kami selaku pemerintah bersatu dan mendukung para korban dan anggota keluarga mereka. Kami ingin melakukan semua yang kami bisa untuk membantu mereka," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Polisi El Paso, Greg Allen, mengatakan ada 26 orang yang terluka pascapenembakan.

Penembakan terjadi pada Sabtu (3/8) waktu setempat. Satu tersangka penembakan sudah ditahan.

Korban sudah dievakuasi ke dua rumah sakit, yaitu University Medical Center of El Paso dan Del Sol Medical Center.

 

Tiga Orang Ditahan

Wali Kota El Paso Dee Margo menyebut ada tiga orang yang ditahan terkait penembakan tersebut. "Ini benar-benar tragedi yang membuat saya sulit mengerti, terus terang," kata Dee Margo dengan suara bergetar kepada CNN, Sabtu (3/8/2019).

Sersan Enrique Castillo dari kepolisian El Paso dalam konferensi pers mengatakan beberapa orang tewas dan beberapa lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kejadian itu.

Polisi mengatakan mereka sedang mencari beberapa tempat selain Walmart di mana lokasi penembakan itu terjadi. Castillo mengatakan tidak ada ancaman terdekat kepada masyarakat.

Castillo menambahkan pusat reunifikasi telah didirikan di Sekolah Menengah MacArthur di El Paso.         

 

Identitas Pelaku 

Polisi sudah menahan pelaku penembakan yang menyebabkan 20 orang tewas di Texas, Amerika Serikat (AS). Pelaku diketahui bernama Patrick Crucius (21) yang berasal dari pinggiran kota Dallas.

Crucius menyerahkan diri kepada polisi di sekitar lokasi penembakan, kompleks pertokoan El Paso, Texas, Minggu (4/8/2019). Media AS mengidentifikasi Patrick Crucius sebagai warga kulit putih.

Polisi menemukan manifesto online yang berisi ujaran kebencian terhadap etnis Hispanik. Polisi sedang mengkaji hubungan antara ujaran tersebut dengan pelaku penembakan.

"Saat ini kita mempunyai manifesto dari terduga pelaku yang mengindikasikan potensi kejahatan rasial," kata Kepala Kepolisian El Paso Greg Allen, seperti dilansir AFP.

El Paso sendiri berjarak sembilan jam perjalanan darat dari Dallas, tempat terduga pelaku berasal. 83 persen penduduk El Paso beretnis Hispanik.

Beberapa bulan ini, El Paso menjadi wilayah yang paling sibuk karena menjadi pintu masuk imigran. Imigran yang kebanyakan berasal dari Amerika Tengah masuk melalui El Paso untuk mencaari suaka.

El Paso juga menjadi destinasi wisata belanja bagi warga Meksiko. Presiden Meksiko juga sudah mengkonfirmasi tiga warganya tewas akibat penembakan tersebut.(det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>