Trump: China Kerahkan Tentara Ke Perbatasan Hong Kong
Calon Penumpang Menunggu Jadwal Keberangkatan Pesawat Di Bandara Hong Kong, Rabu (14/8/2019).
By: admin
14 Ags 2019 17:22
 
 

Washington DC (BM) – Melalui akun twitter-nya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut China mengerahkan tentaranya ke perbatasan Hong Kong. Trump mengomentari situasi Hong Kong yang disebutnya rumit. Trump meminta semua pihak tetap tenang.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (14/8/2019), Trump mengharapkan semua langkah yang diambil otoritas Hong Kong bisa berhasil untuk semua pihak, termasuk China dan 'bagi kebebasan' tanpa adanya korban luka maupun korban jiwa. 

Dalam pernyataan via Twitter pada Selasa (13/8) waktu setempat, Trump yang mengutip intelijen AS, mengungkapkan bahwa pemerintah China telah mengerahkan tentara ke perbatasan. Lebih lanjut, Trump mengharapkan semua pihak tetap tenang saat bentrokan terjadi antara demonstran antipemerintah dengan polisi.

Tidak diketahui secara jelas apakah Trump membahas soal laporan baru tentang pergerakan personel militer China atau merujuk pada pergerakan tentara China di dekat perbatasan Hong Kong yang telah dilaporkan media-media massa.

"Intelijen kita telah memberitahu bahwa pemerintah China menggerakkan tentaranya ke perbatasan dengan Hong Kong," sebut Trump via Twitter. "Semua orang harus tetap tenang dan tetap aman!" imbuhnya.

Seperti diketahui, bentrokan antara demonstran dan polisi pecah dalam aksi protes terbaru di Bandara Internasional Hong Kong pada Selasa (13/8) malam waktu setempat. Operasional penerbangan di bandara pun terganggu dan membawa Hong Kong semakin jatuh pada kekacauan.

"Masalah Hong Hong ini merupakan situasi yang sangat sulit -- sangat sulit," ucap Trump kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Morristown, New Jersey. "Kita akan lihat apa yang terjadi," ujarnya.

"Itu situasi yang sangat rumit. Saya pikir itu akan berhasil dan saya harap semua berhasil, untuk kebebasan. Saya harap itu akan berhasil untuk semua pihak, termasuk China. Saya harap itu akan berlangsung dengan damai. Saya harap tidak ada yang luka-luka. Saya harap tidak ada yang tewas," ucap Trump lagi.

Trump yang sedang mengupayakan kesepakatan besar untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan dengan China, dikritik karena menyebut unjuk rasa di Hong Kong sebagai 'kerusuhan'. Trump sebelumnya menyebut hal itu menjadi masalah yang harus diselesaikan China dan Hong Kong, yang masih bagian dari China.

Bentrokan terbaru pecah di bandara setelah seseorang yang luka-luka dibawa keluar dari terminal utama oleh paramedis. Sejumlah mobil polisi diblokir oleh para demonstran dan polisi antihuru-hara dikerahkan untuk memukul mundur para demonstran. Semprotan merica digunakan dalam situasi ini.

Demonstran juga memasang barikade di sejumlah jalur bandara dengan troli dan benda-benda lainnya. Pada satu momen, demonstran menyerang seorang polisi dengan tongkat hingga memaksa polisi itu menarik senjatanya dan mengarahkannya ke para demonstran, untuk melindungi dirinya.

Kepolisian Hong Kong dalam pernyataan resmi menyebut demonstran menyerang dan mengepung seorang 'pengunjung' di bandara. Namun para demonstran meyakini 'pengunjung' itu merupakan polisi yang sedang menyamar. Laporan AFP menyebut pengunjung yang luka-luka itu dikepung demonstran selama dua jam di dalam bandara. 

Petugas medis mengevakuasi pria yang diklaim polisi China yang menyamar oleh para demonstran Hong KongPetugas medis mengevakuasi pria yang diklaim polisi China yang menyamar oleh para demonstran Hong Kong Foto: AP Photo/Vincent Yu

Seorang pria lainnya juga dilaporkan sempat dikeroyok dan diikat demonstran di bandara. Pria itu belakangan diidentifikasi sebagai Fu Fuohao, seorang reporter Global Times, surat kabar China yang dilindungi oleh surat kabar resmi China, People's Daily.

 

Rencana Kunjungan Militer AS 

Sementara itu, Pemerintah China menyatakan menolak rencana kunjungan dua kapal militer milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) ke Hong Kong dalam beberapa pekan ke depan. Penolakan ini diputuskan China saat gejolak politik terus berlangsung di Hong Kong, yang masih bagian dari wilayahnya. 

Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/8/2019), sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa kapal militer AS bernama Green Bay, jenis kapal pengangkut dermaga, meminta izin untuk berkunjung ke Hong Kong pada akhir bulan ini. 

Sedangkan USS Lake Erie, jenis kapal penjelajah berpeluru kendali, meminta izin untuk berkunjung pada September mendatang.

Salah satu pejabat AS yang dikutip Reuters menyatakan tidak ada alasan spesifik yang disampaikan China terkait penolakan rencana kunjungan itu.

Namun, sebut pejabat ini, langkah semacam ini bukannya tidak pernah terjadi sebelumnya. 

Terakhir kali, pemerintah China menolak rencana kunjungan kapal serbu milik AS, USS Wasp, ke pelabuhan Hong Kong pada September 2018. 

Kapal komando amfibi milik AS, USS Blue Ridge, diperbolehkan melakukan kunjungan ke pelabuhan Hong Kong pada April lalu. 

 

China Geram

Otoritas China geram dan kembali melontarkan kecaman keras untuk para demonstran Hong Kong yang bentrok dengan polisi di bandara. China menyebut demonstran Hong Kong bertindak 'seperti teroris'.

Seperti dilansir AFP, Rabu (14/8/2019), para demonstran antipemerintah dilaporkan memblokir dua terminal di Bandara Internasional Hong Kong pada Selasa (14/8) waktu setempat, dalam aksi protes yang telah berlangsung lebih dari 2 bulan. Aksi demonstran ini telah memicu pembatalan penerbangan karena operasional bandara terganggu. 

Sekelompok kecil demonstran dilaporkan mengepung, mengikat dan memukuli seorang pria yang memakai rompi kuning untuk jurnalis. Editor surat kabar Global Times, yang dikuasai pemerintah China, mengidentifikasi pria yang dipukuli itu sebagai reporter mereka.

Satu pria lainnya juga sempat dikepung dan diserang demonstran Hong Kong, karena dicurigai sebagai polisi China yang sedang menyamar. Otoritas China menyebut satu pria lainnya yang diserang demonstran adalah seorang warga Shenzhen yang sedang mengunjungi Hong Kong.

"Kami menyampaikan kecaman paling keras terhadap aksi seperti teroris ini," tegas juru bicara Kantor Dewan Negara Urusan Hong Kong dan Macau, Xu Luying, dalam pernyataannya. 

Xu menyebut kedua pria yang diserang demonstran Hong Kong sebagai 'rekan sebangsa China daratan'. Pria yang disebut sebagai warga Shenzhen itu ditahan selama 2 jam oleh demonstran sebelum akhirnya dibawa ke ambulans. 

"Aksi demonstran secara serius merusak citra internasional Hong Kong, dan secara serius melukai perasaan banyak rekan sebangsa China daratan," sebut Xu dalam pernyataannya. 

"Kejahatan kekerasan yang sangat mengerikan harus dihukum berat sesuai hukum," imbuhnya.

"Kami dengan tegas mendukung kekuatan kepolisian dan peradilan Hong Kong ... untuk menindak tegas ... dan membawa para penjahat ke pengadilan secepat mungkin," tegas Xu. (det/tit)


Create Account



Log In Your Account